Home » Article » EMC Scale IO : great Software Defined Storage (SDS)

EMC Scale IO : great Software Defined Storage (SDS)

Pages

January 2018
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

RSS Link

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Twitter Updates

Blog Stats

  • 409,440 hits

Archives

Pengunjung


Minggu lalu akhirnya ada kesempatan untuk mencoba sebuah software defined storage (SDS) dari Dell EMC, yaitu ScaleIO. ScaleIO sendiri merupakan produk EMC (sebelum diakuisisi oleh Dell) yang didapat oleh EMC dari proses akuisisi juga. ScaleIO merupakan jenis distributed storage. Ada beberapa produk lain seperti GlusterFS dari Redhat, VSAN dari VMware, Ceph (ada dari SuSE, dari Proxmox, dll) yang merupakan produk sejenis.

Gw melakukan instalasi ScaleIO ini di atas VM (just for homelab and proof of concept).

Sebagai awalan gw meng-install ScaleIO Gateway di atas mesin Windows 2008 server. ScaleIO Gateway ini dibutuhkan untuk melakukan instalasi node-node ScaleIO. Diatas mesin Windows ini, gw juga menginstall ScaleIO GUI yang akan digunakan untuk maintain ScaleIO.

Setelah instalasi ScaleIO Gateway, barulah proses instalasi ScaleIO dimulai. Sebelum memulai instalasi ScaleIO di mesin-mesin Linux (gw pakai SLES 12 SP 2), ada beberpa requirement yang harus dipenuhi di node-node SLES yang akan dipakai, antara lain :

  • Package numactl, libaio, python sudah terinstall
  • Package jre 1.8 (download aja file jre yang rpm)
  • Pastikan node-node mengacu ke ntp server yang sama (untuk synchronisasi waktu)
  • Edit file /etc/hosts dan pastikan nama-nama semua node bisa saling kenal.

Buka browser dan arahkan ke https://<alamat ScaleIO Gateway>. Lanjutkan proses upload paket-pake ScaleIO (dalam hal ini mdm, lia, sds, dan sdc). Setelah diupload, lakukan proses konfigurasi, Untuk konfigurasi minimal menggunakan 3 node (1 primary mdm, 1 secondary mdm, dan 1 tie breaker). Semua node juga berfungsi sebagai sds sekaligus sdc. Setelah proses konfigurasi, jalankan proses instalasi.

Setelah proses instalasi selesai, jalankan aplikasi ScaleIO GUI dan lakukan proses add device untuk SDS. Setelah semua device SDS ditambahkan akan muncul kapasitas storage yang didapat.

Sebagai simulasi, gw tambahkan 1 node Windows yang berfungsi sebagai sdc alias client yang akan memperoleh LUN dari clustered storage ini. Node Windows akan mengenali sebagai HDD baru, gw format dan kenali sebagai drive baru. Untuk sekedar testing, gw download aplikasi iometer untuk tes IOPS. IOPS yang didapat hanya 116 IOPS (just for PoC, karena ini di atas VM).

Pada clustered storage node ini, masing-masing storage node menyumbangkan 99 GB sehingga total 297 GB.

Pada posting berikutnya, gw akan share penambahan storage node baru.

See you on the next posting.


1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: