Start here

Archives

Blog Stats

  • 345,611 hits
December 2016
M T W T F S S
« Nov    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Services Instalasi, Konfigurasi, dan Training Virtualisasi Proxmox VE


Apa itu Proxmox VE ?

Proxmox VE (Virtual Environment) merupakan distro khusus untuk virtualisasi yang dibangun dari basis distro Debian minimal dan berjalan dalam modus teks. Meski berbasis teks, proses manajemen Proxmox Virtual Environment mudah dilakukan melalui akses web, termasuk melakukan instalasi sistem dengan menggunakan teknologi VNC.

Proxmox merupakan salah satu teknologi alternatif selain VMware dan Xen, sangat cocok untuk development ataupun production. Bagi para Sysadmin yang ingin melakukan development atau membangun lab sendiri namun terkendala dalam hal lisensi, proxmox merupakan salah satu alternatif. Selain free, fitur yang ditawarkan juga tidak kalah dari teknologi virtualisasi lain.

Beberapa produk teknologi virtualisasi antara lain VMware vSphere, Oracle VM, Citrix Xen Server, Redhat RHEV, dan lain-lain.

Layanan yang kami berikan sebagai berikut :

Layanan Instalasi dan Konfigurasi Proxmox VE (more…)

Remote SAP Basis, VMware, Promox VE Support


Gue saat ini menyediakan layanan Remote SAP Basis support, VMware setting and configuration support, Promox VE installation, configuration, and support, Oracle and DB2 support services.

Khusus untuk Remote SAP Basis Support Services bisa buka link berikut (https://sapbasis.wordpress.com/paid-remote-sap-basis-support/) untuk mendapatkan informasi tentang layanan tersebut.

Rate per month negotiable.Silakan kontak langsung saya.

Support bisa dilakukan via TeamViewer.

YM ID : Ardhian
Phone/SMS/WA/Telegram : +62-85330356073
Email : devratt@yahoo.com

Kelebihan dan Kekurangan Proxmox VE


Prosmox VE sebagai salah satu alternatif solusi virtualisasi memiliki beberapa kelebihna sekaligus juga ada beberapa kekurangan🙂. Berikut yang menurut saya yang menjadi kelebihan Proxmox VE, yaitu

1. Proxmox VE merupakan produk open source. Proxmox VE dapat digunakan secara gratis bahkan oleh siapapun tanpa membayar lisensi, walaupun tidak disarankan untuk server production.
2. Proxmox VE sangat mudah diinstall dan dikonfigurasi.
3. Proxmox VE menggunakan KVM sehingga memudahkan pemanfaatan fitur virtualisasi dari prosesor Intel maupun AMD. Bahkan dengan fitur Live Migration-nya, Anda dapat dengan mudah memindahkan VM dari host berprosesor Intel ke host berprosesor AMD dan sebaliknya tanpa kesulitan.
4. Proxmox VE mendukun cukup banyak host dalam satu cluster. Sampai versi 4.3, cluster Proxmox VE mendukung sampai 32 host. Masih jauh jika dibandingkan jumlah host yang didukung oleh VMware vSphere maupun Microsoft Hyper-V.
5. Proxmox VE tidak hanya mendukung solusi virtualisasi penuh berbasis Virtual Machine (VM) tetapi juga virtualisasi berbasis container. Container yang disupport saat ini adalah Linux Container (LXC). Proxmox VE sebelum versi 4.x mendukung solusi container dari OpenVZ. Solusi berbasis container ini juga menjadi kelebihan yang tidak dimiliki oleh solusi virtualisasi lain seperti VMware vSphere maupun Hyper-V.
6. Proxmox VE juga mendukung fitur HA secara out of the box. Konfigurasi HA pun sangat mudah.
7. Host-host dalam cluster Proxmox pun tidak harus memiliki resource dan prosesor yang sama. Artinya hal ini sangat memudahkan perusahaan jika ingin tetap memakai hardware-hardware lama mereka tanpa harus melakukan investasi hardware baru.

Kekurangan Proxmox VE menurut saya antara lain :

1. Tidak (atau belum) mendukung DRS (Distributed Resource Scheduler). Artinya distribusi workload antara host-host dalam satu cluster harus dilakukan secara manual. Sampai saat ini Proxmox VE belum mendukung DRS. Menurut saya, ini adalah kekurangan yang paling fatal. Padaha solusi lain yang sama-sama berbasis KVM seperti RHEV dari Redhat telah mendukung DRS.
2. Kekurang lainnya adalah performance Proxmox belum maksimal dan masih jauh dibandingkan dengan solusi virtualisasi lain seperti VMware ESX, Microsoft Hyper-V maupun Oracle VM.

Support Project IT menentukan repeat order Customer


Berawal dari project setahun yang lalu (https://ardhian.wordpress.com/2016/09/28/kesuksesan-project-it-ditentukan-oleh-support/), minggu lalu saya dihubungi oleh client yang memakai jasa saya. Mereka mengalami musibah dan minta bantuan dan saya sendiri saat ini sedang di tengah project SAP yang memasuki fase-fase menentukan dan fase akhir.

Karena sudah terjalin hubungan yang sangat baik dan mempertimbangkan project yang sedang saya tangani bisa ditinggal sebentar, maka saya mengiyakan untuk mencoba membantu. Saya sempat membantu via remote. Hanya saja client tetap minta saya datang di weekend. Saya mengirimkan penawaran project dan sempat terjadi tawar menawar. Akhirnya deal di harga yang memuaskan semua pihak.

Weekend minggu kemaren akhirnya saya berangkat. Sesampainya di site, saya segera bekerja dan sesekali ngobrol dengan team IT customer. Bahkan sempat ngobrol panjang lebar dengan owner-nya. Project sendiri berhasil. Ada satu kendala yang belum bisa diatasi dan lebih ke sisi hardware dan di luar kemampuan saya.

Sepulang dari client, saya sempat me-remote ke site customer beberapa kali namun belum membawa hasil. Sampai saat ini saya masih mencari solusi terbaik untuk membantu customer.

Kesuksesan Project IT ditentukan oleh support


Setahun yang lalu, saya sempat mendapatkan project untuk melakukan setting DRC di sebuah perusahaan di Indonesia Timur. Project ini saya dapatkan dari kolega prinsipal besar di Indonesia. Kolega ini memberikan nomor hp saya ke partner dia yang ada di kota di Indonesia Timur itu.

Berbekal no hp itu, mereka menghubungi saya beberapa kali via telepon dan email. Beberapa email saya kirim untuk mendapatkan informasi yang cukup agar project bisa berjalan dengan lancar. Cukup lama sebelum project itu akhirnya deal. Tercatat awal pembicaraan adalah bulan Februari 2015 dan project akhirnya deal di pertengahan April 2015.

Project akhirnya dieksekusi pada April 2015. Pekerjaan dilakukan selama 3 hari dan berjalan baik, sesuai schedule. Customer puas, Partner puas, Prinsipal OK, dan saya pun puas karena mendapatkan pengalaman baru yang menarik serta fee yang baik.

Setelah beberapa lama (bulan), saya juga sempat dihubungi oleh client tersebut untuk support. Dan saya pun berusaha memberikan support via remote sebaik mungkin.

You cannot log on (CUA system assignment missing)


Ada kasus menarik seputar CUA (Central User Administration) di SAP. Terbangun system landscape SAP ECC dengan 3 instance, yaitu Development, QA, dan Production System. Yang membedakan dengan system-system yang pernah gw temuin adalah bagaimana memanage user dan roles di ketiga system tersebut.

User dan roles di ketiga system tersebut di-manage dari system Solution Manager (solman) yang berada diluar. Kejadian menarik terjadi adalah karena system utama crash, otomatis system DRC yang berjalan. Karena DRC (solman dan ECC) tidak terconfig sebelumnya maka perlu di-reconfigure antara 3 system tersebut dengan solman.

Pada saat 3 system sudah up dan saat user di client solman mencoba login, ternyata tidak dimungkinkan karena muncul message “you cannot log non (CUA system assingment missing)”. Hal ini dikarenakan koneksi antara 3 system DRC dan solman (DRC) belum ter-sinkron ulang. Proses sinkron ulang pun tidak sesederhana itu, karena ternyata user SAP* telah ter-lock.

Dari beberapa forum – termasuk forum SAP SDN – menyarankan untuk membuka akses SAP* lewat profile SAP dan melakukan unlock untuk SAP* dari level database. Kebetulan database yang digunakan adalah DB2. Setelah dilakukan proses unlock SAP* ini, barulah dimungkinkan untuk login ke sistem solman. Dan setelah dilakukan check ulang untuk koneksi RFC, baru dimungkinkan untuk testing create user dan roles. Nice !!!

SAP Basis : Beberapa screenshot SAP ERP 6.0 EhP 8 dengan SQL Server 2012


Berikut beberapa screenshot yang didapatkan.

Login ke sistem SAP memakai user ddic. Password yang digunakan sesuai dengan Master Password yang dimasukkan saat instalasi.

Lisensi SAP belum dimasukkan sehingga hanya berlaku 90 hari alias 3 bulan ke depan.
(more…)

SAP Basis : Instalasi SAP ERP 6.0 EhP 8 dengan SQL Server 2012


Setelah posting tahap persiapan disini (https://ardhian.wordpress.com/2016/09/06/sap-basis-persiapan-instalasi-sap-erp-6-0-ehp-8-dengan-sql-server-2012/), selanjutnya kita akan masuk ke tahap instalasi.

Khusus untuk instalasi SAP dengan SQL Server berbeda dengan database lain. Jika menggunakan database lain seperti Oracle, DB2, MaxDB maupun SAP ASE, proses instalasi database server akan dilakukan di tengah-tengah instalasi. Sedangkan instalasi SAP dengan SQL Server ini, proses instalasi database SQL Server  dilakukan pada awal instalasi atau sebelum proses instalasi aplikasi SAP-nya sendiri.

Jalankan file batch SQL4SAP.


(more…)

Categories