Home » Posts tagged 'IBM'

Tag Archives: IBM

Step by step instalasi DB2 10.5 FP4 di SLES 11 SP 3


Versi terbaru DB2 10.5 yang disupport oleh SAP saat ini adalah DB2 10.5 FP 4. Berikut step by step instalasi disertai screenshot.

Sebelum melakukan instalasi, siapkan dulu OS-nya (dalam hal ini saya pake SuSE Linux Enterprise Server 11 SP 3). Untuk lebih memperlancar proses instalasi, maka saya lakukan prerequisite check terlebih dahulu.

Hasil prereqcheck :

Start instalasi dengan db2setup. (more…)

How to mirror the rootvg in AIX


This procedure is to assume the rootvg having hdisk0 and we need to take a mirror to hdisk1. 

Pre-Work:

Make sure the hdisk0 and the hdisk1 are in the same size. check the size with the #bootinfo -s hdisk1″ command

Steps:

1. Add hdisk1 to rootvg:
extendvg rootvg hdisk1

2. Mirror rootvg to hdisk1:
mirrorvg rootvg hdisk1 (or smitty mirrorvg)

3. Create boot images on hdisk1:
bosboot -ad /dev/hdisk1

4. Add hdisk1 to the bootlist:

 bootlist -m normal hdisk0 hdisk1 

Validation:

Validation:

 

  • Execute the below commands and ensure that the number of PPs is double than number than LPs.

             # lsvg –l rootvg

 

rootvg:

LV NAME   TYPE       LPs     PPs     PVs  LV STATE      MOUNT POINT

hd5                 boot       1       2       2    closed/syncd  N/A
hd6                 paging     105     210     2    open/syncd    N/A
hd8                 jfs2log    1       2       2    open/syncd    N/A
hd4                 jfs2       16      32      2    open/syncd    /
hd2                 jfs2       40      80      2    open/syncd    /usr
hd9var              jfs2       40      80      2    open/syncd    /var
hd3                 jfs2       40      80      2    open/syncd    /tmp
hd1                 jfs2       16      32      2    open/syncd    /home
hd10opt             jfs2       40      80      2    open/syncd    /opt
Rollback:

1. Un-Mirror rootvg to hdisk0:

unmirrorvg rootvg hdisk1

2. Reduce the hdisk0 from Rootvg

reducevg rootvg hdisk1

3. delete the bootimage from hdisk1

chpv -c hdisk1

4. Add hdisk0 only to the bootlist:

bootlist -m normal hdisk0

 

Downtime details:

·        No downtime required.

Script manipulasi setting user AIX


Berangkat dari kebutuhan untuk memenuhi kompatibilitas antara system AIX di kantor dengan kebutuhan auditor E & Y yang datang melakukan audit setiap tahun, gw cari script kecil dan melakukan modifikasi sedikit didalamnya.

Sebenarnya gw tidak mau mengubah settingan user yang ada di sistem AIX gw saat ini. Bukan apa-apa, hanya kalo terjadi sesuatu atau usernya ter-lock, gw gak repot-repot.

Berikut script untuk mengubah settingan sesuai parameter yang diinginkan oleh auditor E & Y :

=====================================================================

#!/bin/sh
#Name of script        : change_parameter_user.sh
#Created by        : Ardhian Inaroka
#Date            : July 26, 2012
#Description        : script to change user parameter on AIX

#script run to change to E & Y recommennded parameter

###################
#First set defaults
###################
cp /etc/security/user /etc/security/user.$d_string
chsec -f /etc/security/user -s default \
     -a maxage=12 \
     -a maxrepeats=3 \
     -a minalpha=5 \
     -a minother=1 \
     -a mindiff=3 \
     -a histexpire=52\
     -a histsize=8 \
     -a maxexpired=4 \
     -a minlen=6 \
     -a loginretries=5 \

=====================================================================

Dan berikut script untuk mengembalikan ke settingan semua alias default.

=====================================================================

#!/bin/sh
#Name of script        : change_parameter_user_default.sh
#Created by        : Ardhian Inaroka
#Date            : July 26, 2012
#Description        : script to change user parameter on AIX

#script run to change to default parameter

###################
#First set defaults
###################
cp /etc/security/user /etc/security/user.$d_string
chsec -f /etc/security/user -s default \
     -a maxage=0 \
     -a maxrepeats=8 \
     -a minalpha=0 \
     -a minother=0 \
     -a mindiff=0 \
     -a histexpire=0\
     -a histsize=3 \
     -a maxexpired=-1 \
     -a minlen=0 \
     -a loginretries=0 \

=====================================================================

Selamat mencoba

DB2 backup script on Linux


DB2 Backup Script

After my news about DB2 backup script under Windows, I give you in this small article a solution to do the same thing under Linux.

To Backup a database this IBM/DB2 gives you a graphic interface quite simple to use “Control-Center”, but if you want you include this backup in a batch script you must write a backup script without GUI.

In this new I explain how to write a windows script procedure (.bat or .cmd) to backup your DB2 database.

In this sample I considered that you must close your database before backup ( It’s possible to do this in “ONLINE” mode but it’s more complexe — include log file, rollforward…–) and I use a database SAMPLE (it is his name) for this test .

the goal of this scripts is to : (more…)

How to Reset the IBM BladeCenter Management Module


The management module reset button is shown in the following figure.

The location of the reset button and LEDs on the managment module

Use a straightened paper clip or similar item to access it. The reset button has two uses:

  • Reset the network configuration: Press and hold the reset button for 3 seconds or less.
  • Reset the entire management module (including user IDs and passwords) to the factory defaults. This requires a sequence of presses and releases:
    1. Press and hold the reset button for 5 seconds.
    2. Release the button and wait 5 seconds.
    3. Press and hold the button for another 10 seconds.

    Note that this sequence should be as precise as possible to ensure success: 5 in, 5 out, 10 in. After you do a full factory defaults reset in this way, the default user ID and password will be in effect: USERID (all caps) and PASSW0RD (a zero, not the letter O).

After the network configuration has been reset, you can access the Web interface to reconfigure it. To do this, you will need to know the management module’s IP address. This can be done as follows:

  • The management module defaults to using DHCP. The host name will be MMxxxxxxx, where xxxxxxx is the MAC address of the management module. This number is printed below the reset button.
  • If no DHCP server is found, the management module uses a default IP address of 192.168.70.125 with subnet mask 255.255.255.0. The host name will be MMxxxxxxx.

Note: Because it is possible to reset the passwords using the reset button, you should ensure that your BladeCenter chassis is physically secure so that only authorized personnel can physically access the reset button.

Workshop DB2


Company gue ada rencana untuk melakukan migrasi database yang dipakai saat ini (sebagai database server SAP). Saat ini database server yang dipakai adalah Oracle 9.2. Dengan beberapa pertimbangan termasuk diantara biaya maintenance license sepertinya akan diputuskan untuk migrate ke DB2. Sebelum itu, orang IBM Malaysia menawarkan untuk ikutan training DB2 LUW Administration for SAP.

Kebetulan tanggal 6 – 9 April 2010 ini diadakan workshop ini di Jakarta. Jadi udah dari kemaren gue ikutan training ini. Trainer yang memberikan materi adalah Jeremy Broughton dari IBM DB2 Lab Toronto. Saat gue lihat di materi yang diberikan terdapat link ke buku “SAP DBA Cockpit” yang sangat bagus dan Jeremy adalah salah satu penulis dalam buku itu.

Training ini cukup mahal kayaknya. Detailnya sih gue kurang tahu karena semua di-arrange oleh orang IBM Malaysia. Fitur-fitur IBM DB2 yang sangat membantu pekerjaan DBA diterangkan disini antara lain Deep Compression, HADR (free of charge),  Self Tuning Memory Management, Automatic Storage Management, dll. Dari fitur yang disebutkan sih nampak keunggulan DB2 dari Oracle (dengan cost yang lebih murah).

Pengen mencicipi database IBM DB2


Kebetulan di kantor sedang ada wacana untuk melakukan migrate database ERP dari Oracle 9i ke IBM DB2. Rencananya sih dipakai IBM DB2 versi terbaru (the latest one) 9.5. Versi ERP yang digunakan di kantor juga support untuk penggunaan versi IBM DB2 terbaru, tidak seperti Oracle yang digunakan saat ini. Versi ERP yang digunakan hanya support untuk Oracle 9i, tidak bisa move ke Oracle 10g.

Nah, sebelum pindah ke IBM DB2 di ERP system, gw mau mencicipi nya sendiri, he..he..kayaknya layak dicoba deh. Kebetulan pas presentasi orang IBM kemaren, keliatan banget fitur-fitur IBM DB2 yang keren. Bisa HA (High Availability) dan DR (Disaster Recovery). Malah udah menyertakan license buat backup Tivoli juga, free. Keren kayaknya.

Rencana IBM DB2 akan gw install di virtual machine dulu, buat liat fiturnya aja. Atau gw sekalian deh install versi IDESnya, kali aja menarik.

Siap-siap ganti ke DB2


Kantor gw pake ERP dari SAP. Versi yang digunakan adalah SAP R/3 4.7 Enterprise dengan menggunakan database server Oracle versi 9i. Seiring dengan akan habisnya maintenance dan harga license Oracle yang lebih mahal, mulai dipertimbangkan untuk pindah/migrasi ke database milik IBM, yaitu DB2.

Kemaren sore sempet ketemu sama orang IBM. Ada diantaranya orang IBM Malaysia. Kalo ngeliat presentasinya sih kayaknya DB2 lebih ok daripada Oracle. DB2 juga lebih backward compatible dengan SAP release.

Menurut sejarahnya, DB2 merupakan database yang digunakan untuk mainframe. Untuk mesin-mesin lain seperti AS400, DB2 yang digunakan disebut dengan sebutan DB4 alias DB2 for AS400, sedangkan DB2 untuk UNIX/Windows/Linux disebut dengan DB6 atau DB2 Universal Database for Windows/Unix/Linux.

Banyak pekerjaan menumpuk


Pekerjaan di kantor masih menumpuk, tapi kok sempet-sempetnya nge-blog ? he..he..he..

Well, emang kerjaan di kantor masih cukup banyak. Mulai dari reorganization table di SAP, pasang Power Supply di server IBM p520, ngebenerin problem backup SAP untuk server production, problem backup offline DSMJ Tivoli, penukaran tape backup yang salah, menyiapkan server PRD2 untuk trial archiving….

Tuh banyak kan ? he..he..he..

Gue juga lagi nunggu payment dari blogvertise. Harusnya udah dibayar per tanggal 29 Agustus 2009. Sampe sekarang kok belum dibayar yah ?!?! Apa blogvertise lagi bokek ?

Backup Server SAP yang masih bermasalah


Setelah pergantian server SAP, proses backup mengalami masalah. Server yang baru memakai prosesor Power6 dan menggunakan OS IBM AIX 5.3 TL9. Sedangkan software Tivoli yang digunakan adalah versi 5.5. Sampai saat ini proses backup online untuk database SAP masih mengalami masalah. Proses backup bisa berjalan tapi seperti berhenti dan prosesnya menggantung. Proses masih menunggu. Akhirnya terpaksa di-abort agar proses backup yang lain bisa berjalan.

Anehnya sistem lainnya dengan memakai sistem yang hampir sama bisa melakukan proses backup dengan lancar. Memang ada yang beda sih, yaitu SAP ERP 6.0 yang lebih baru dari sistem SAP yang diatas.

Support TSM (Niaga Prima Paramita) pun ikut kebingungan. Sampai sekarang belum ada solusinya.