Home » Posts tagged 'Tuning'

Tag Archives: Tuning

Placing Firefox cache in RAM on Ubuntu


To enhance Firefox performance on Ubuntu (or Linux), we can place the cache in RAM. This is especially helpful if you are used to hours of continuous browsing sessions.

I have mounted some directories with temporary files using the tmpfs, which is RAM based filesystem. These files will be discarded at reboot, which also helps to keep my system clean.

The entries in /etc/fstab are like:

tmpfs /tmp tmpfs noexec,defaults,noatime,nodiratime 0 0
tmpfs /var/log tmpfs noexec,defaults,noatime,nodiratime 0 0
Add the following line at the end of /etc/sysctl.conf file:

vm.swappiness = 0
Run:

# sudo sysctl -p
In Firefox, go to about:config page and search for the following entry:

browser.cache.disk.parent_directory
If it is not there, right click and create a new String value and name it as

browser.cache.disk.parent_directory
Set the value to /tmp (or tmpfs directory of your choice). Restart Firefox.

Setting Up a NFS Server on Top of tmpfs /dev/shm


tmpfs has blazing speed. Why not set up a high speed NFS server on top of tmpfs?

A little trick is required for setting NFS server on top of /dev/shm. If we add a normal entry in /etc/export and them run

# exportfs -a

exportfs will give us a warning like this: exportfs: Warning: /dev/shm requires fsid= for NFS export

When we try to mount this NFS server, we may get a error message from mount: mount.nfs: access denied by server while mounting nfsserver:/dev/shm

How to solve this problem? Just add the option fsid=1 to the /dev/shm entry in /etc/exports:

/dev/shm 10.0.0.1/24(rw,fsid=1,sync)

and remember to execute # exportfs -a again.

Then nfsserver:/dev/shm can be mounted in 10.0.0.1/24.

Linux Tuning : Memanfaatkan tmpfs


Setelah gw menggunakan fitur zram dalam host linux di notebook yang gw gunakan untuk bekerja sehari-hari dan menggunakan btrfs sebagai file system untuk data, kali ini gw mencoba untuk melakukan tuning performance sekali lagi. Kali ini gw memanfaatkan file system virtual, tmpfs yang secara default sudah disupport oleh kernel Linux.

Sebagaimana  kita tahu bahwa pada beberapa direktori seperti /tmp dan /var/tmp/ adalah direktori temporari yang digunakan oleh sistem Linux untuk menyimpan file dan direktori secara temporary. Pada saat Linux akan di-shutdown, maka direktori temporari tersebut akan di-clear dan dihapus termasuk isi-nya. Nah, berangkat dari pengertian itu, maka akan lebih baik jika direktori dan isi-nya tersebut ditempatkan di RAM. Akses RAM lebih cepat daripada akses ke disk.

Disclaimer : Gw hanya menyarankan untuk digunakan di notebook ataupun desktop. Tidak disarankan digunakan di server karena tuning kali ini belum menyertakan skrip untuk mem-flush / menuliskan isi direktori tersebut ke disk.

(more…)

Oracle 11g index key compression for SAP R/3 4.7 almost completed


Setelah akhir bulan April 2012 lalu gw tuntasin pekerjaan untuk upgrade database Oracle dari 10g (10.2.0.4) menjadi 11g (11.2.0.2), maka sejak akhir bulan April dimulailah pekerjaan untuk melakukan kompresi. Index key compression menjadi pekerjaan yang pertama dilakukan.

Dimulai dari beberapa index yang kecil lalu menjangkau index yang lebih besar. Dan sampai hari kemaren (22 Mei 2012) hampir semua index (yang major dan digunakan) sudah terkompress. Masih tersisa 2 index terbesar (ACCTCR~0 dan VBOX~0) yang belum terkompress, index-index tabel yg tidak boleh dikompres seperti index milik tabel CDHDR, CDCLS, VBDATA, dll.

Proses index compression ini sendiri menggunakan tools dari SAP, BRTOOLS 7.20 patch 13 (patch terakhir pada saat tulisan ini dibuat adalah patch 23) dan dilakukan secara online. Hasil dari index key compression sendiri memberikan freespace yang cukup besar, yaitu lebih dari 1,6 TB. Dari sisi performance sendiri terlihat peningkatan performance query yang sangat signifikan karena extent dan block menjadi lebih kecil, penggunaan data buffer menjadi lebih efisien dan bahkan tidak ada peningkatan konsumsi memory dan CPU.

Secara umum, gw sangat satisfied dengan performance dari index key compression di Oracle 11g ini

Tuning Performance untuk SAP ERP 6.0 SR3 dan Oracle 10g


Company baru gue barusan diinstal SAP ERP 6.0 SR3. Instalasi yang gue lakukan adalah default dan belum dilakukan tuning-tuning apapun.

Dari pengamatan gue selama ini server QA gue mengalami sedikit masalah di performance. Kalau gue lihat di ST04 data buffer quality nya masih low, dibawah 50%. Gue curiga sih karena belum pernah dilakukan query-query yang cukup untuk mengisi buffer-nya. Sebagai perbandingan adalah server Development gue dengan settingan kurang lebih sama memiliki data buffer cukup baik. Memang sih secara umum lebih lambat dikarenakan data ditaruh di storage dengan HD interface SATA yang otomatis lebih lambat dibandingkan dengan HD interface Fiber Channel.

Sekarang gue lagi cari-cari SAP Note yang relevan untuk bisa di-apply di server-server tersebut. Kalau ada yang tahu keyword atau no SAP Notes nya, kasih comment yah…:D