Home » Posts tagged 'SUN'

Tag Archives: SUN

So long, old friend


Ada gambar lucu yang gue ambil dari blog nya om James Gosling :

Source : http://nighthacks.com/roller/jag/

SUN semakin hilang ditelan Oracle


Akuisisi SUN oleh Oracle semakin membuat orang-orang penting SUN menyingkir. Satu demi satu petinggi dan orang-orang yang turut membesarkan SUN serta memberikan kejayaan pergi. Setelah kepergian CEO Jonathan Schwartz (http://tekno.kompas.com/read/2010/02/04/17025124/Lewat.Twitter..Jonathan.Schwartz.Mundur.dari.Sun), beberapa waktu lalu, sekarang giliran James Gosling – bapak kreator bahasa pemrograman Java – pergi juga (http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/04/12/06482165/Pencipta.Java..James.Gosling..Mundur.dari.Oracle-12).

Dalam blog nya (http://nighthacks.com/) , James Gosling menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang membuatnya harus membuat keputusan untuk pergi meninggalkan Oracle. Salah satu diantaranya adalah masalah blog. Kebijakan SUN sebelumnya menyebutkan bahwa blog dan semua tulisan yang ada didalamnya adalah hak dari penulis masing-masing dan pegawai SUN diberikan kebebasan untuk mengeksperesikan diri. Setelah akuisisi oleh Oracle ini, sepertinya ada beberapa hal yang dibatasi. Oracle memberikan batasan-batasan. Batasan-batasan inilah yang sepertinya membuat orang-orang SUN menjadi dikekang kebebasan berekspresi nya.

Oracle mah dari dulu emang begitu. Palagi om Larry Ellison…he..he..

Why Move to MySQL from Microsoft SQL Server?


(source : http://dev.mysql.com/tech-resources/articles/move_from_microsoft_SQL_Server.html)

Before we get started, let me say that I always liked being a SQL Server DBA. My database experience started with DB2, then Teradata, followed by Oracle, and then SQL Server (and then a little bit of Sybase after that, followed by MySQL). Coming from the other databases, I found SQL Server the easiest and quickest to learn at the time, but of course, a lot of that had to do with the fact that Microsoft was really the only database vendor around then (I started with version 4.2 of SQL Server) that shipped any decent GUI management tools with their server. Take the tools away, and you basically had Sybase on Windows with the ISQL command line tool, which was not pretty by any means.

I started managing a lot more database servers with SQL Server 6.0, 6.5, and then SQL Server 2000. I was doing a lot of Oracle at the time too, but still felt that SQL Server had an edge on Oracle in terms of ease-of use. Oracle’s done a lot to improve their tools and overall manageability over time and today they are way ahead of where they were in the version 8/9i days with their 10/11g tools, but Microsoft has kept moving forward too. SQL Server 2005 came along with a little more help in the area of management, but it wasn’t as much as in prior versions. The same can be said (in my opinion) of SQL Server 2008 in terms of additional management help. But don’t misunderstand me, in my DBA days, SQL Server was still the easiest to use over all its competitors and I never thought I’d find another database server that could equal it in terms of having the total package of ease-of-use, reliability, and good performance.

But then I found MySQL.

Of course, you can say I’m biased because I oversee product management for MySQL inside of Sun, so guilty as charged there. But I do think MySQL has SQL Server beat in many respects, even when it comes to running on the Windows platform. Moreover, a lot of other folks seem to agree. When it comes to migrating away from another database to MySQL – or using another database for new applications – the #1 database platform is Microsoft, three years running according to our year-end surveys.
(more…)

Installing and Running Aptana on Ubuntu 8.10 (Ubuntu Intrepid)


Since Linux distributions started shipping with Firefox 3 Aptana has become harder and harder to get running error free. After getting a nice fresh Ubuntu 8.10 install running my first task was to get Aptana running so that in a pinch I could belt out some code and get myself paid.

There are only a couple of steps required to get Aptana running on Ubuntu 8.10. Install Java and install Firefox 2. Don’t panic I have never had trouble doing this despite the warning bells you are probably hearing. Firefox 2 and 3 can happily be installed on the same machine without argument.

Step 1: Install Java on Ubuntu

Simple, hardly requires a step.

  1. Go to Applications -> Add/Remove
  2. Change the Show drop down to read “All Available Applications”
  3. Search for Java
  4. Tick and Install Sun Java 6 Runtime – feel free to use one of the others, your choice but I can’t vouch for them working – Aptana says they prefer Sun and that is good enough for me.

Step 2: Install Firefox 2 on Ubuntu 8.10

The theory here is simple. Change your package sources to Ubuntu 7.10 (Gusty Gibbon) ones, which make Firefox 2 available, install Firefox 2, and then revert your package sources.

Back up our existing source list to make it easy to revert later.

sudo mv /etc/apt/sources.list /etc/apt/sources.list.original

Create a new package source list

gksudo gedit /etc/apt/sources.list

Paste the following list of package sources into this new file and save and close it.

deb http://archive.canonical.com/ubuntu hardy partner
deb http://br.archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy main universe restricted multiverse
deb http://security.ubuntu.com/ubuntu/ hardy-security universe main multiverse restricted
deb http://br.archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy-updates universe main multiverse restricted
deb http://packages.medibuntu.org/ hardy free non-free

Update using the new (well technically old) package source and install Firefox Two.

sudo apt-get update
sudo apt-get install firefox-2

Step 3: Cleaning up the mess and getting the system back to usable

Copy back our original package source list

sudo mv /etc/apt/sources.list.original /etc/apt/sources.list

Update your package sources for next time.

sudo apt-get update

Step 4: Downloading and Running Aptana on Ubuntu 8.10

  1. Download Aptana from http://aptana.com/studio/download
  2. Create a script to launch it with the correct settings
    1. Create a new text file called startAptana in your home directory
    2. Add the following
    3. #!/bin/bash
      export MOZILLA_FIVE_HOME=/usr/lib/firefox
      /usr/local/aptana/AptanaStudio
    4. Make the file executable by running
    5. sudo chmod a+x startAptana
    6. from the Terminal

All things being equal you should now be able to ./startAptana and away you go.

Troubleshooting

If you get Java errors and can not find JRE messages change

/usr/local/aptana/AptanaStudio

to

/usr/local/aptana/AptanaStudio -vm /usr/lib/jvm/java-6-sun-1.6.0.10/jre/bin/java

(or whatever the path to your Java runtime is) in your startAptana file

SAP : Instalasi dan setting SAPGUI for Java di Linux


Menanggapi berbagai pertanyaan yang masuk ke email saya, banyak yang bertanya bagaimana cara instalasi SAPGUI for Java di Linux, akhirnya saya putuskan untuk menjawab lewat blog ini dengan maksud agar semua dapat membacanya…:)

Oke kita mulai saja…

Untuk melakukan instalasi SAPGUI for Java ada beberapa persyaratan dasar yang harus dipenuhi, yaitu :

  1. Didalam sistem operasi Linux (apapun distronya) harus sudah terinstal JRE (Java Runtime Environment) dari SUN (http://www.sun.com). Beberapa distro seperti Fedora Core, Ubuntu (dan sodara-sodaranya) memakai Java dari GNU (GIJ). Versi java ini tidak bisa dipakai. Sebagai alternatif, Anda harus menggantinya. Cara menggantinya bisa dibaca dibawah ini.
  2. File installer SAPGUI for Java. File ini dapat didownload secara gratis dari situs ftp SAP.

Sekaran kita mulai dari cara mengganti versi Java yang terinstall di sistem kita. Saya mulai dari distro Fedora Core :

  1. Download file Java untuk Linux dari situs http://java.sun.com.Bisa pilih rpm atau bin.
  2. Salin file yang didownload ke direktori /opt.
  3. Setelah itu, ubah permissionnya menjadi executable. Contoh : #chmod 755 jre-1-5-0_09.bin
  4. Install java yang baru saja diekstrak agar masuk kedalam alternatives. Jalankan : #/usr/sbin/update-alternatives –install /usr/bin/java java /opt/jre1-5-0_09/bin/java 2
  5. Pindahkan penunjuk agar perintah java pada console menggunakan java yang baru saja kita masukkan kedalam alternatives. Pilih java nomor 2. Gunakan command : #/usr/sbin/update-alternatives –config java
  6. Untuk pengujian, dari console ketik #java -version. Jika yang keluar adalah versi Java dari SUN maka Anda berhasil.
  7. Lanjutkan ke instalasi SAPGUI for Java

Untuk instalasi dari versi Ubuntu (dan sodara-sodaranya), ikuti langkah berikut :

  1. Download file Java untuk Linux dari situs http://java.sun.com. Usahakan pilih yang ekstensi bin.
  2. Salin file yang didownload ke direktori /opt.
  3. Setelah itu, ubah permissionnya menjadi executable. Contoh : #chmod 755 jre-1-5-0_09.bin
  4. Install java yang baru saja diekstrak agar masuk kedalam alternatives. Jalankan : #update-alternatives –install /usr/bin/java java /opt/jre1-5-0_09/bin/java 2
  5. Pindahkan penunjuk agar perintah java pada console menggunakan java yang baru saja kita masukkan kedalam alternatives. Pilih java nomor 2. Gunakan command : #update-alternatives –config java
  6. Untuk pengujian, dari console ketik #java -version. Jika yang keluar adalah versi Java dari SUN maka Anda berhasil.
  7. Lanjutkan ke instalasi SAPGUI for Java

Instalasi SAPGUI for Java di Linux

Untuk instalasi, Anda tinggal masuk ke direktori dimana file tersebut berada. File ini berekstensi .jar. Jalankan langkah-langkah berikut :

  • Masuk ke direktori dimana file tersebut berada.
  • Ubah permission menjadi executable, misal #chmod 755 SAPGUI700rev1.jar
  • Jalankan command : #java -jar SAPGUI700rev1.jar
  • Instal di direktori default (biasanya /opt/SAPClients)

Setting SAPGUI for Java

Untuk setting SAPGUI silakan simak langkah-langkah berikut :

  1. Jalankan file executable guilogon yang ada didalam direktori /opt/SAPClients/SAPGUI700rev1/bin. AKan tampil window SAPGUI for Java
  2. Klik tombol New
  3. Isi Description
  4. Klik Tab Advanced
  5. Beri tanda centang (V) pada Use Expert Configuration
  6. Isi string conn=/M/(IP_Address_Message_Server)/S/36(system_number)/G/(nama_group) jika menggunakan load balancing dan conn=/H/(IP_Address_server_SAP)/S/32(system_number) jika tidak menggunakan load balancing.

Selamat mencoba. Semoga dapat memberikan pencerahan.

Update : FYI, OpenSuSE juga menggunakan Java dari GNU (GIJ) dan cara untuk meng-update-nya sama dengan distro Ubuntu.

Update (24 Oktober 2007): Terima kasih untuk Pak Erwin (dari Telkom) atas revisi dan ketelitiannya.

About Penulis

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com) dan menjalankan bisnis training linux privat. Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

Linux Experiment : Ubuntu 5.10 Breezy Badger


Pertama kali mengakses situs http://distrowatch.com, saya sempat kaget karena ada distro yang waktu itu blom pernah dengar, ubuntu, nangkring di nomor wahid. Bahkan mengalahkan distro-distro major lainnya seperti Mandriva (dulu Mandrake), Redhat, Fedora, SuSE, Debian, Slackware, dll.

Usut punya usut..ternyata ubuntu merupakan turunan Debian. Ubuntu menjadi sangat populer karena memang membagikan CD-CDnya benar-benar free. Bahkan Anda dapat memesan langsung ke situsnya, http://www.ubuntulinux.com.

Saya pribadi sempat mencoba versi 5.04. Waktu itu coba di notebook dengan spesifikasi Pentium II 450 MHz, RAM 128 MB. Kesan yang saya dapat distro ini sangat lambat. Setelah itu, sempet mencoba di notebook kantor. Tetapi karena beberapa hardware tidak terdeteksi, saya memutuskan untuk menghapusnya.

Baru minggu lalu, saya mencoba lagi instalasi ubuntu. Kali ini versi 5.10. Wah, ternyata distro yang ini keren abizz…semua hardware di notebook terdeteksi mulai wireless LAN, centrino, sudah terdeteksi dengan baik.

Saya memutuskan untuk beralih dari Vector Linux ke Ubuntu 5.10. Menurut saya, distro ini cocok untuk pekerjaan saya. Beberapa pertimbangan saya adalah

  1. Semua H/W di notebook terdeteksi dan bekerja dengan baik. Mulai sound card, VGA, network card, wireless LAN, modem, dll
  2. Spesifikasi software untuk bekerja untuk saat ini sudah mulai terpenuhi seperti Remote Desktop Connection, OpenOffice, CD DVD Burning, aktivitas browsing, instant messenger GAIM, dll
  3. Bisa instalasi wine untuk emulasi Lotus Notes Client (kebutuhan mail client di kantor)
  4. (Yang belom dicoba) Instalasi SAPGUI for Java di Ubuntu. Harus menggunakan JVM dari Sun. Tidak bisa memakai GIJ dari GNU.
  5. Instalasi dan update software sangat mudah. Tidak usah memusingkan dependency karena semua sudah ditangani apt-get.

Untuk saat ini saya puas dengan performa Ubuntu di notebook. Saya bisa bekerja dengan nyaman, bebas spyware, virus, dll, koneksi internet bekerja lebih cepat, dan open source.

About Penulis

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com). Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.