Home » Posts tagged 'Microsoft'

Tag Archives: Microsoft

Mengintip Kekayaan Bill Gates


Bill Gates
billgates1 Mengintip Rumah Kekayaan Bill Gates

Rumah Bill Gates dilihat dari satelit
bill gates house Mengintip Rumah Kekayaan Bill Gates

bill gates Mengintip Rumah Kekayaan Bill Gates

Rumah Gates terletak di tepi bukit di sudut Danau Washington dekat Seattle, dengan luas 20 hektar dengan ruang makan seluas 300 m2. Gates juga mempunyai kolam renang dengan sistem musik bawah air.

KAMARNYA BILL GATES
billsreception1yd Mengintip Rumah Kekayaan Bill Gates

Kekayaan Bill Gates dalam hitungan……

Salah satu sumber dengan teliti mencoba untuk menggambarkan seberapa kaya Bill Gates

– Sejak Microsoft berdiri tahun 1975, dengan asumsi Bill Gates bekerja 14 jam tiap hari kerja maka pendapatannya ialah 300 USD setiap DETIKNYA….. Pendapatannya dalam rupiah ialah : 1 detik = 2,5 juta ; 1 menit = 153 juta ; 1 jam = 9,1 milyar ; 1 hari = 220 milyar ; 1 minggu = 1,54 triliun ; 1 bulan = 6,1 triliun ; 1 tahun = 74 triliun.

– Dengan tingkat suku bunga bank sekitar 5 % / tahun, maka Bill Gates akan mendapat bunga 300 milyar tiap bulannya ( dipotong biaya admin sekitar Rp. 5000 tentunya ) ( di buku rekening rasanya harus 2 baris tuh ngeprint saldonya )

– Dengan perhitungan diatas, maka Bill Gates hanya butuh waktu kurang dari 1 detik untuk membeli sebuah Xbox atau PS2, atau sekitar 3 detik, maka ia akan mendapat Xbox, PS2, Gamecube lengkap dengan Televisinya… Untuk memboyong sebuah mobil kijang, dia hanya butuh waktu 80 detik. Mungkin dia bisa berbasa-basi ngobrol dengan SPG nya selama 80 detik sambil menunggu penghasilannya mencapai 200 juta rupiah.

– Tiket pesawat Boeing 747-400 sekitar USD 1200 ( sekitar Rp. 10 juta ), Bill Gates mampu membeli 261 PESAWATNYA, bukan TIKETNYA…..

– Jika Bill Gates pergi ke rental multiplayer dengan tarif sektiar 5000 / jam, maka dengan seluruh uangnya dapat bermain selama kurang lebih 77625 abad.

– Jika harga majalah GameStation sekitar Rp. 20.000, maka Bill mampu beli sebanyak 17 milyar examplar. ( kantornya aja kebeli kali… ) Harga ini juga relatif sama dengan harga cd bajakan, jadi Bill bisa membeli 17 milyar keping cd.

– Bill dapat membeli 133 milyar Windows XP Professional yang harganya 300 dollar.

– Pesawat ulang alik NASA kurang lebih seharga 1,7 milyar dolar ( 14,5 triliun rp ). Bill Gates bisa membeli 23 buah dan masih menyisahkan 7,6 triliun rp.

– Film TITANIC menelan biaya 200 juta dolar, Bill Gates mampu membuatnya 200 kali…

– Berinternet dengan Telkomnet Instan, dengan tarif sekitar Rp. 10000 / jam, maka Bill Gates bisa berinternet 38812 abad NON-STOP

– Dengan menggunakan uang pecahan 5 US Dolar, kekayaan Bill Gates bisa menutupi Manhattan, New York.

– Bila menggunakan uang pecahan 1 US dolar, dengan uang sebanyak punya Bill Gates bisa menyambung lembaran uang tersebut sepanjang 8x jarak bumi ke bulan. Kalau dengan uang pecahan 1000 rp, maka bisa sepanjang 68x jarak bumi ke bulan.

– Jumlah penduduk bumi 17 Maret 2003 ialah 6,280,902,951. Bill bisa memberi kurang lebih Rp. 54000 untuk tiap orang dan masih menyisahkan 831 milyar rp untuk dirinya sendiri dan keluarganya.

– Roman Abramovic, raja minyak Rusia yang membeli Chelsea, memiliki kekayaan sekitar 5,7 milyar dolar ( sekitar 48,5 triliun rp ). Kekayaan Bill Gates kurang lebih 7x Roman. Jadi jika Bill membeli sebuah klub bola, dia bisa belanja 7x lebih banyak dari Roman. Analoginya jika Chelsea belanja 100 juta dolar untuk beli pemain, maka klub yang dibeli Bill Gates akan belanja 700 juta dolar, cukup untuk membuat klub yang pemainnya SEMUANYA sekelas Zidane, Figo, Ferdinand, Ronaldo, dsb….

Rumah Bill Gates di Seattle, dibangun diatas tanah 5 hektar dan menelan 53 juta dolar. Dalam rumah tersebut terdapat 7 kamar tidur, 24 kamar mandi dengan 10 diantaranya sangat mewah, 6 dapur, 6 fireplace, bioskop, perpustakaan, ruang bermain keluarga, fasilitas kesehatan yang lebih bagus daripada yang biasa terdapat di club-club. Ruang bioskop sebesar 1500 sq feet dengan 20 tempat duduk dan mesin popcorn. Kolam renangindoor yang dilengkapi dengan underwater music system. Rumah tersebut tentunya dilengkapi dengan komputerisasi yang amat canggih, banyak kabel fiber optik bertebaran.

Mobilnya :

Bill Gates Car Mengintip Rumah Kekayaan Bill Gates

 

Strategi Mengalahkan Lawan di dunia IT


Strategi Mengalahkan lawan

Seorang CEO sebuah perusahaan raksasa market leader benar-2 gemes. Omset-nya tergerus. Usut punya usut ternyata rivalnya meskipun perusahaan kecil berhasil melakukan penemuan baru. Perusahaan sang CEO produknya kalah kualitas.

„Ini tidak boleh dibiarkan. Perusahaan kecil itu harus dikalahkan!“, begitu pikir Sang CEO

Maka dipanggillah 3 konsultan dari SAP, Microsoft dan Oracle untuk memberi saran…

Saran konsultan SAP: “Kalo gitu anda harus riset yang lebih serius, buat platform baru, lakukan customizing, dan bla…, bla…”

Saran konsultan Microsoft: “Fokus aja pada kemasan produk yang bagus dan menawan seperti Microsoft. Meskipun penuh “bug” dan sering “hang” tapi konsumen pasti tetap beli”

Saran konsultan Oracle: “Ah gampang itu, dituku*** wae perusahaan cilik sing kurang aja itu!!!”

PS
***dituku = diakusisi. Oracle paling terkenal dengan strategi akusisi untuk mengalahkan lawan. JD Edward dan Peoplesoft adalah korban akusisi Oracle.

salam,
Dari tepian lembah Sungai Isar

(source : http://ferizalramli.wordpress.com/2009/02/12/humor-para-konsultan-strategi-mengalahkan-lawan/)

Sekarang jamannya cloud computing, bung !!


Kemaren malem pas online di ym, gue sempet ngobrol-ngobrol dengan temen yang berbisnis di bidang IT. Sekarang dia akan memulai bisnis software nya dengan cara baru called SaaS (Software as Services). Apa itu SaaS ? Jadi software yang didevelop sama dia akan dijadikan semacam service. Customer tinggal membayar biaya sewa. Jasa ini biasanya ada di layanan yang disebut cloud computing alias komputasi awan.

Apa itu komputasi awan (cloud computing) ? Komputasi awan menurut wikipedia adalah adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’). Beberapa waktu lalu detik.com juga mengabarkan bahwa Microsoft Indonesia dan Telkom menjalin kerjasama untuk cloud computing ini. Microsoft menyediakan software dan aplikasinya sedangkan Telkom menyediakan infrastruktur dan support nya. Temen gue yang ini juga ditawari Microsoft untuk kerjasama cloud computing ini.

Gue sendiri baru baca-baca untuk cloud computing dengan menggunakan Ubuntu. Kebetulan Ubuntu mulai versi 9.04 Jaunty Jackalope sudah menyediakan fitur cloud ini dengan software dari Eucalyptus. Selain itu, kompatibel juga dengan Amazon EC2.

Well, biar gak ketinggalan teknologi (wajib neeh soalnya…), sudah saatnya gue meng-update knowledge about cloud computing ini

Why Move to MySQL from Microsoft SQL Server?


(source : http://dev.mysql.com/tech-resources/articles/move_from_microsoft_SQL_Server.html)

Before we get started, let me say that I always liked being a SQL Server DBA. My database experience started with DB2, then Teradata, followed by Oracle, and then SQL Server (and then a little bit of Sybase after that, followed by MySQL). Coming from the other databases, I found SQL Server the easiest and quickest to learn at the time, but of course, a lot of that had to do with the fact that Microsoft was really the only database vendor around then (I started with version 4.2 of SQL Server) that shipped any decent GUI management tools with their server. Take the tools away, and you basically had Sybase on Windows with the ISQL command line tool, which was not pretty by any means.

I started managing a lot more database servers with SQL Server 6.0, 6.5, and then SQL Server 2000. I was doing a lot of Oracle at the time too, but still felt that SQL Server had an edge on Oracle in terms of ease-of use. Oracle’s done a lot to improve their tools and overall manageability over time and today they are way ahead of where they were in the version 8/9i days with their 10/11g tools, but Microsoft has kept moving forward too. SQL Server 2005 came along with a little more help in the area of management, but it wasn’t as much as in prior versions. The same can be said (in my opinion) of SQL Server 2008 in terms of additional management help. But don’t misunderstand me, in my DBA days, SQL Server was still the easiest to use over all its competitors and I never thought I’d find another database server that could equal it in terms of having the total package of ease-of-use, reliability, and good performance.

But then I found MySQL.

Of course, you can say I’m biased because I oversee product management for MySQL inside of Sun, so guilty as charged there. But I do think MySQL has SQL Server beat in many respects, even when it comes to running on the Windows platform. Moreover, a lot of other folks seem to agree. When it comes to migrating away from another database to MySQL – or using another database for new applications – the #1 database platform is Microsoft, three years running according to our year-end surveys.
(more…)

Microsoft Patches Linux; Linus Responds


Microsoft secara mengejutkan memberikan patch untuk kernel Linux (http://www.microsoft.com/presspass/features/2009/Jul09/07-20LinuxQA.mspx). Banyak pihak terutama yang fanatik terhadap gerakan open source menyatakan menolak patch-patch yang diberikan oleh Microsoft. Lalu bagaimana tanggapan Linus Torvalds (sebagai komandan utama yang bisa menyatakan menerima atau menolak sebuah patch ke kernel Linux) ? Seperti yang kita tahu, meskipun semua pihak bisa men-submit patch ke kernel Linux, namun keputusan terakhir tetap di tangan Linus Torvalds.

Berikut jawaban asli dari Linus Torvalds seperti dikutip Linux Magazine :

“I haven’t. Mainly because I’m not personally all that interested in driver code (it doesn’t affect anything else), especially when I wouldn’t use it myself.

So for things like that, I just trust the maintainers. I tend to look at code when bugs happen, or when it crosses multiple subsystems, or when it’s one of the core subsystems that I’m actively involved in (ie things like VM, core device resource handling, basic kernel code etc).

I’ll likely look at it when the code is actually submitted to me by the maintainers (Greg [Kroah-Hartman], in this case), just out of morbid curiosity.”

Secara umum sebenarnya Linus tidak serta merta menolak atau menerima. Hal ini mungkin perlu kita cermati pada release kernel Linux ke depan. Apakah akan diterima atau tidak ? Keputusan tetap di tangan Linus Torvalds.

New Services on Ardhian Linux Shop


Minggu ini, saya me-launching layanan baru di usaha online saya (Ardhian Linux Shop). Latar belakang layanan baru ini adalah maraknya razia yang dilakukan oleh Kepolisian dan BSA untuk mencari perusahaan-perusahaan pengguna software-software bajakan. Biasalah..perusahaan pake M$ Windoze, M$ Office, Adobe, dll. Saya menawarkan solusi migrasi dari Windows ke Linux, termasuk migrasi penggunaan aplikasi-aplikasi open source seperti OpenOffice 2, Mozilla Firefox, Thunderbird, MySQL, dll. Tentu saja termasuk Linux sendiri. Untuk lebih detail mengenai layanan ini, silakan klik disini.

Paket kedua yang saya tawarkan lebih spesifik, yaitu khusus untuk perusahaan pengguna SAP R/3. Untuk sisi client, rata-rata menggunakan Windows 2000 atau Windows XP (kebanyakan bajakan). Kami menawarkan instalasi SAPGUI for Java di Linux plus settingannya. Keterangan lebih lanjut, silakan klik disini.

Anda – salah satu perusahaan yang terkena razia Kepolisian dan BSA atau mungkin belum terkena tapi sudah mau pindah ke Linux – silakan kontak saya disini.

Ardhian Linux Shop
CP : Ardhian
Email : devratt@yahoo.com
Telp. : 031-70695540

Lebih baik memakai Linux. Stabil, virus-free, bebas dari spyware, handal. Dijamin !!