Home » Posts tagged 'Grand Livina'

Tag Archives: Grand Livina

Welcoming my All New Sienta


Setelah mobil Nissan Grand Livina gw dijual (https://ardhian.wordpress.com/2017/07/05/mobil-grand-livina-penuh-kenangan/), gw segera mencari penggantinya. Sebenarnya pengen mobil pengganti datang lebih dulu sebelum mobil Grand Livina itu diambil pembelinya, tapi apa daya…ternyata mobil yang diinginkan tidak ready stock (dalam hal ini warna yang diinginkan).

Istri gw ingin mobil All New Sienta berwarna Dark Grey Metallic. Pada saat itu (sebelum lebaran 2017) warna yang tersedia di dealer hanya putih. Alhasil, kami terpaksa indent.

Setelah hampir 2 bulan indent, pada akhir Juli akhirnya mobilnya sudah tersedia di dealer. Setelah beberapa kali kontak dengan sales yang menangani, gw memutuskan untuk sekalian memasang anti karat, paint protection, karpet dasar dan cover jok semi bekleed dengan sedikit biaya tambahan. Setelah selesai proses semua itu, mobil diantar ke rumah gw pada hari Jumat, tanggal 4 Agustus 2017. Karena lokasi dealer di Malang, sedangkan rumah gw di Surabaya maka delivery cukup memakan waktu. (more…)

Mobil Grand Livina penuh kenangan


Sekitar sebulan yang lalu, mobil Nissan Grand Livina warna hitam yang selama ini menemani gw dan keluarga akhirnya purna tugas. Mobil tersebut berpindah tangan ke majikan barunya. Banyak kenangan yang sudah ditorehkan mobil itu di keluarga gw.

Gw masih ingat sekali pertama kali bawa mobil itu dari dealer ke rumah. Gw bawa sendiri dan belum ada plat nomornya. Waktu mobil itu datang, Aisya (my little daugther) baru berusia 3 tahun. Haidar dan Ayyub belum lahir :). Mobil ini adalah mobil yang pertama kali gw miliki dari baru. My first brand new car….fresh from car dealer.
(more…)

Pengalaman cuci mobil di bengkel cuci ??


Gw dulu pernah cuci mobil di bengkel cuci. Tapi waktu itu masih mobil lama gw, Isuzu Panther kotak. Setelah ganti mobil jadi Nissan Grand Livina ini, gw blom pernah cuci mobil di luar. Mobil ini biasanya gw cuci sendiri di rumah. Itung-itung sekalian olahraga, mencari keringat.

Selain itu, gw gak begitu yakin apabila mencucikan mobil di bengkel luar (apalagi kalo gak diawasin). Ntar malah cat mobil baret semua karena petugas cucinya asal aja. Pertimbangan lain adalah air untuk mencucinya. Gw gak tau apakah air yang dipakai di bengkel cuci itu air PDAM atau air sumur. Seperti yg kita tahu, kalo di Surabaya, air tanah / sumur nya ter-intrusi air laut.

Dari facebook, gw mendapatkan tempat cuci yg baru (lokasinya si di Kediri). Rencananya nanti pas mudik lebaran mau dicobain, sekalian wax. Sepertinya bagus dan menarik.

Well, bagaimana pengalaman Anda mencuci mobil di bengkel cuci ?

Meningkatkan performa Grand Livina


Udah jadi rahasia umum kalau Nissan Grand Livina terkenal dengan tarikan awal/bawah yang lemot. Mungkin karena teknologi drive by wire atau juga karena teknologi FWD yang diadopsinya. Well, apa pun alasannya gw udah ngalamin sendiri.

Umur GL ane baru beberapa ribu km (blom sampe 5 ribu KM). Tarikan bawah emang lemot. Beda banget dengan mobil yang memakai teknologi RWD seperti duo kaleng, Xenia dan Avanza. Gw sempet baca-baca artikel di internet untuk meningkatkan performa tarikan bawah GL.

Salah satunya adalah mengganti saringan udara (air filter) OEM Nissan dengan air filter aftermarket seperti K&N, JFC, Simota, dll. Yang gak gw suka harganya itu. Harga air filter K&N untuk Grand Livina mencapai harga Rp 660.000,- sedangkan Simota bisa mencapai harga 400 ribuan. Alhasil gw cari air filter aftermarket yang lebih terjangkau.

Yang masuk diakal adalah APEX air filter. Harganya hanya Rp 110.000,-. Beda tipis dengan air filter OEM Nissan.

Hari minggu kemaren, ane baru sempet nyobain performa air filter APEX yg gw beli. Ternyata memang beda. Tarikan awal terasa lebih bertenaga. Cukup baik performanya.

Beberapa penyakit mobil Grand Livina


Walaupun termasuk mobil yang berkelas dan memiliki segmen yang bagus, Nissan Grand Livina tidak luput dari penyakit bawaan yang menyertainya. Yah…namanya juga buatan manusia.

Berikut adalah beberapa penyakit yang biasanya menyertai Grand Livina :

1. Indikator BBM yang kacau.

Indikator BBM Nissan (versi awal) menggunakan bandul dan biasanya ini bermasalah. Sering menunjukkan ketidakakuratan. Nissan memberikan garansi dengan menggantinya dengan gold plated. Mobil yang sudah terlanjur beredar di pasaran bisa menggantinya ke bengkel resmi Nissan secara gratis.

2. Joint Steer yang bermasalah saat belok patah.

Problem kedua adalah suara duk duk yang timbul pada saat melakukan belok patah. Seperti tie rod yang sudah rusak. Hal ini biasanya adalah problem di joint steer. Problem ini juga bisa dilakukan penggantian secara free.

3. Ketiadaan tutup shockbreaker depan.

Pada saat hujan atau pada saat dicuci, air akan tertampung di atas mangkok shock breaker depan. Sayangnya problem ini tidak ditangani oleh Nissan maupun bengkel resmi. Penambahan tutup mangkok ini akan dikenakan biaya.

Semoga membantu pemilik mobil GL ini.

Perawatan Berkala Nissan GL


Dari Forum Kaskus (http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2052628&page=119) :

Perkiraan Total Biaya Perawatan Utama (parts + jasa + VAT 10%):
-updated Juni 2008 from NMI (Nissan)-

GL 1.5 MT = Rp 8.029.450 / 100.000 km
010.000 km : Rp 0.497.750
020.000 km : Rp 0.651.750
030.000 km : Rp 0.497.750
040.000 km : Rp 1.428.900
050.000 km : Rp 0.497.750
060.000 km : Rp 0.651.750
070.000 km : Rp 0.497.750
080.000 km : Rp 1.428.900
090.000 km : Rp 0.497.750
100.000 km : Rp 1.379.400

GL 1.5 AT = Rp 7.897.450 / 100.000 km
010.000 km : Rp 0.497.750
020.000 km : Rp 0.651.750
030.000 km : Rp 0.497.750
040.000 km : Rp 1.221.000
050.000 km : Rp 0.497.750
060.000 km : Rp 0.913.550
070.000 km : Rp 0.497.750
080.000 km : Rp 1.221.000
090.000 km : Rp 0.497.750
100.000 km : Rp 1.401.400

GL 1.8 MT = Rp 8.650.950 / 100.000 km
010.000 km : Rp 0.551.100
020.000 km : Rp 0.705.100
030.000 km : Rp 0.551.100
040.000 km : Rp 1.518.550
050.000 km : Rp 0.551.100
060.000 km : Rp 0.705.100
070.000 km : Rp 0.551.100
080.000 km : Rp 1.518.550
090.000 km : Rp 0.551.100
100.000 km : Rp 1.448.150

GL 1.8 AT = Rp 8.424.350 / 100.000 km
010.000 km : Rp 0.551.100
020.000 km : Rp 0.705.100
030.000 km : Rp 0.551.100
040.000 km : Rp 1.274.350
050.000 km : Rp 0.551.100
060.000 km : Rp 0.966.900
070.000 km : Rp 0.551.100
080.000 km : Rp 1.274.350
090.000 km : Rp 0.551.100
100.000 km : Rp 1.448.150

Dari Web Nissan (http://www.nissan.co.id/id/web/news/news_10143.htm) :

2010 04 15 : TOTAL BIAYA OPERASIONAL GRAND LIVINA

Grand Livina Low Operational Cost

 

Murahnya biaya operasional mobil tidak hanya ditentukan dari kehematan bbm. Biaya perawatan juga memegang peran penting.

Bagi sebagian orang, mobil adalah salah satu kebutuhan hidup utama. Sama halnya seperti kebutuhan hidup lainnya, biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan sebuah mobil sebaiknya seminim mungkin. Biaya operasional ini tidak hanya bahan bakar, namun juga perawatan.

Biaya operasional yang murah ini ditawarkan oleh Nissan Grand Livina. Makanya wajar jika sejak diluncurkan hingga saat ini, Grand Livina telah meraih banyak penghargaan dari berbagai media cetak sebagai MPV terbaik di Indonesia. Bahkan, penghargaan sebagai “mobil teririt” terus berhasil dipertahankan oleh Grand Livina.

Bagaimana dengan biaya operasional dari Grand Livina?

Nissan selalu berusaha menciptakan suatu produk benilai tinggi bagi customer. Bukan hanya dari sisi performa dan desain, namun juga biaya operasional yang hemat.

Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik Grand Livina selama penggunaan. Didalamnya terdapat biaya service setiap interval 10.000 km yang tercatat dalam buku servis, dan biaya bahan bakar.

Untuk Grand Livina 1.5 XV M/T, total biaya operasional selama pemakaian 5 tahun atau 100.000km hanya menghabiskan dana sebesar Rp 397/km.

Angka ini didapat dari perpaduan anntara biaya perawatan berkala untuk Grand Livina 1.5 XV M/T dengan harga suku cadang yang terjangkau, plus konsumsi penggunaan bahan bakar yang sangat irit. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel perawatan Grand Livina 1.5 XV M/T :


Total biaya operasional diatas sudah termasuk PPN
Perhitungan ini dilakukan pada bulan April 2010
Harga periodic maintenance dapat berubah sewaktu-waktu

Dengan asumsi pemakaian 10.000 km setiap 6 bulan dan konsumsi pemakaian bahan bakar 13.9 km/l (1 liter untuk setiap 13,9 km berdasarkan data konsumsi bahan bakar yang diambil dari tes kombinasi atau pemakaian normal daerah DKI Jakarta pada majalah Autobild 2007 di artikel “Bintang Baru MPV”), berhasil didapatkan total biaya operasional per km untuk 5 tahun atau 100,000km pemakaian menjadi seperti dibawah ini :



Nah, terbukti bahwa perhitungan diatas mencerminkan lengkapnya paket yang ditawarkan oleh Grand Livina kepada para penggunanya. Dengan total biaya operasional hanya Rp 397/km, Grand Livina begitu hemat dalam segala hal dibandingkan dengan para pesaingnya. Sangat wajar jika Grand Livina terus mendapatkan predikat sebagi mobil teririt. Bukan hanya dari penggunaan bahan bakarnya saja, biaya perawatannya pun sangat rendah.