Home » Posts tagged 'AIX'

Tag Archives: AIX

How to mirror the rootvg in AIX


This procedure is to assume the rootvg having hdisk0 and we need to take a mirror to hdisk1. 

Pre-Work:

Make sure the hdisk0 and the hdisk1 are in the same size. check the size with the #bootinfo -s hdisk1″ command

Steps:

1. Add hdisk1 to rootvg:
extendvg rootvg hdisk1

2. Mirror rootvg to hdisk1:
mirrorvg rootvg hdisk1 (or smitty mirrorvg)

3. Create boot images on hdisk1:
bosboot -ad /dev/hdisk1

4. Add hdisk1 to the bootlist:

 bootlist -m normal hdisk0 hdisk1 

Validation:

Validation:

 

  • Execute the below commands and ensure that the number of PPs is double than number than LPs.

             # lsvg –l rootvg

 

rootvg:

LV NAME   TYPE       LPs     PPs     PVs  LV STATE      MOUNT POINT

hd5                 boot       1       2       2    closed/syncd  N/A
hd6                 paging     105     210     2    open/syncd    N/A
hd8                 jfs2log    1       2       2    open/syncd    N/A
hd4                 jfs2       16      32      2    open/syncd    /
hd2                 jfs2       40      80      2    open/syncd    /usr
hd9var              jfs2       40      80      2    open/syncd    /var
hd3                 jfs2       40      80      2    open/syncd    /tmp
hd1                 jfs2       16      32      2    open/syncd    /home
hd10opt             jfs2       40      80      2    open/syncd    /opt
Rollback:

1. Un-Mirror rootvg to hdisk0:

unmirrorvg rootvg hdisk1

2. Reduce the hdisk0 from Rootvg

reducevg rootvg hdisk1

3. delete the bootimage from hdisk1

chpv -c hdisk1

4. Add hdisk0 only to the bootlist:

bootlist -m normal hdisk0

 

Downtime details:

·        No downtime required.

Script manipulasi setting user AIX


Berangkat dari kebutuhan untuk memenuhi kompatibilitas antara system AIX di kantor dengan kebutuhan auditor E & Y yang datang melakukan audit setiap tahun, gw cari script kecil dan melakukan modifikasi sedikit didalamnya.

Sebenarnya gw tidak mau mengubah settingan user yang ada di sistem AIX gw saat ini. Bukan apa-apa, hanya kalo terjadi sesuatu atau usernya ter-lock, gw gak repot-repot.

Berikut script untuk mengubah settingan sesuai parameter yang diinginkan oleh auditor E & Y :

=====================================================================

#!/bin/sh
#Name of script        : change_parameter_user.sh
#Created by        : Ardhian Inaroka
#Date            : July 26, 2012
#Description        : script to change user parameter on AIX

#script run to change to E & Y recommennded parameter

###################
#First set defaults
###################
cp /etc/security/user /etc/security/user.$d_string
chsec -f /etc/security/user -s default \
     -a maxage=12 \
     -a maxrepeats=3 \
     -a minalpha=5 \
     -a minother=1 \
     -a mindiff=3 \
     -a histexpire=52\
     -a histsize=8 \
     -a maxexpired=4 \
     -a minlen=6 \
     -a loginretries=5 \

=====================================================================

Dan berikut script untuk mengembalikan ke settingan semua alias default.

=====================================================================

#!/bin/sh
#Name of script        : change_parameter_user_default.sh
#Created by        : Ardhian Inaroka
#Date            : July 26, 2012
#Description        : script to change user parameter on AIX

#script run to change to default parameter

###################
#First set defaults
###################
cp /etc/security/user /etc/security/user.$d_string
chsec -f /etc/security/user -s default \
     -a maxage=0 \
     -a maxrepeats=8 \
     -a minalpha=0 \
     -a minother=0 \
     -a mindiff=0 \
     -a histexpire=0\
     -a histsize=3 \
     -a maxexpired=-1 \
     -a minlen=0 \
     -a loginretries=0 \

=====================================================================

Selamat mencoba

Upgrade Oracle 10.2.0.4 to Oracle 11.2.0.2 succeeded


Proses upgrade Oracle 10.2.0.4 ke Oracle 11.2.0.2 telah berhasil. Secara database sudah menunjukkan versi 11.2.0.2. Sekarang sedang dalam proses untuk download Oracle Client 11.2.0.2 karena R3trans mensyaratkan untuk versi client 11.2 untuk memastikan bahwa SAP bisa terkoneksi ke database.

Environment untuk upgrade :

OS        : AIX 5.3 TL 9

Dari aplikasi TNSPING sudah bisa dipastikan bahwa LISTENER bisa dipanggil .

Sedangkan dari command R3trans -x masih belum bisa. Masih ada error :

emaprd2:[sid]adm 1> R3trans -dThis is R3trans version 6.13 (release 640 – 19.01.11 – 17:51:00).2EETW169 no connect possible: “DBMS = ORACLE                           — dbs_ora_tnsname = “[SID]'”R3trans finished (0012).

Hal ini karena Oracle client yang digunakan masih belum sesuai. Masih versi 10.2.0.4.

Gak sabar untuk nyobain OLTP compression-nya.

Migrasi Server SAP WS


Hari Sabtu pukul 24:00 atau hari minggu jam 00:00, migrasi server Wings dimulai. Tahapan pertama adalah shutdown aplikasi SAP dan database di server lama. Setelah itu dilakukan backup Whole File System. Proses backup memakan waktu cukup lama karena besarnya data yang dibackup. Data SAP sendiri mencapai 2,6 TB ditambah data-data file system. Proses backup dijalankan lalu ditinggal pulang.

Minggu pagi sekitar jam 07:00 kami datang lagi dan proses backup sudah selesai. Langkah selanjutnya adalah melakukan copy datafile Oracle, control file, file-file offline redolog dari server lama ke server baru. Proses ini memakan waktu sekitar 7 jam dan baru selesai sekitar pukul 14:00.

Seharusnya langkah selanjutnya adalah setting Oracle Data Guard dahulu karena database di server lama (yang akan difungsikan sebagai database standby) tidak boleh dalam posisi OPEN. Kesalahan terjadi saat vendor melakukan setting HACMP ulang di server lama  yang menyebabkan script HACMP berjalan dan menaikkan database dalam posisi OPEN. Aplikasi SAP juga ikut naik.

Karena terjadi kesalahan di step sebelumnya terpaksa dilakukan proses copy ulang. Kali ini dari server lama ke server baru. Sebelumnya dilakukan setting dahulu untuk Oracle Data Guard karena setting ODG tidak melihat IP Address server. Proses copy ulang dilakukan dan memakan waktu cukup lama dan baru selesai pukul 02:00 Senin dini hari. Kami terpaksa melanggar kesepakatan dengan departemen lain yang mana kami akan menaikkan SAP pukul 01:00 dinihari.

Dengan banyak effort dan masalah di RFC connection ke server SAP R/3 sister company lain sehingga SAP baru bisa up pukul 06:30 Senin pagi. Gue baru bisa pulang pukul  07:00.

Sesampainya di rumah gw masih ditelepon lagi karena ternyata background job banyak yang tidak berjalan. Setelah diselidiki hal ini terjadi karena job dibuat dan dijalankan pada spesifik server tertentu sehingga pada saat server name diubah job tidak ikut berubah. Terpaksa melakukan create ulang background job. Demikian juga proses backup.

Well, sampai detik ini masih lancar. I hope…

Number of Work Process stopped after started ?!?!


Beberapa hari ini dipusingkan dengan settingan parameter SAP. Kebetulan gue lagi setting server SAP baru yang akan digunakan setelah migrasi pada hari minggu besok. Gejalanya adalah beberapa work process terutama dimana dijalankan terakhir akan langsung berhenti.

Ternyata hal ini disebabkan oleh settingan maximum number of process per user di level OS (AIX) yang belum disetting. Secara default, AIX akan memberikan value 128. Untuk sistem SAP kecil mungkin hal ini tidak mengganggu tetapi karena gue setting untuk sistem yang lumayan besar dengan jumlah work process sekitar 143 maka hal ini memberikan masalah.

Solusinya adalah memberikan value yang cukup untuk parameter maximum number of process per user lewat smitty. Jalankan smitty – System Environments – Change / Show Characteristics of Operating System – Maximum number of process per user. Defaultnya adalah 128. Ubah sesuai kebutuhan.

SAP Note Note 437362 – Composite note ORA-12500

Morale story : “Never give up, never surrender. Keep trying !!!”

Fokus pekerjaan minggu ini


Minggu ini cukup banyak pekerjaan yang musti dikerjakan. Ada 2 hal besar yang akan dikerjakan, yaitu persiapan user dan role SAP untuk company baru yang akan go live tanggal 17 Agustus 2009 nanti dan persiapan pergantian server untuk company holding pada tanggal 9 Agustus 2009 ini.

Pekerjaan pertama yaitu design dan create role untuk user-user company baru ini cukup detail. Musti banyak dilakukan testing dan penyesuaian. Karena itu diharapkan team functional sudah menyiapkan tim testing dan memberikan masukan yang relevan.

Pekerjaan kedua adalah migrasi dari server lama ke server baru. Persiapan HACMP sudah disiapkan minggu lalu. Minggu ini sebelum dilakukan migrasi akan disiapkan pula untuk prosedur backup dan tape management-nya. Baru nanti pada hari minggu dilakukan migrasi serta setting Oracle Data Guard-nya.

Semoga pekerjaan-pekerjaan minggu ini dapat berjalan lancar. Amin..

HACMP Setup : Day 4 a.k.a Last Day


Status konfigurasi HACMP untuk sampai tadi malam masih ada 1 server apps yang nyangkut. Masih belum ketahuan sebabnya. Gue sih curiganya karena server ini sebelumnya udah pernah dipakai jadi nggak bersih. Masih ada environment yang nyangkut kayaknya.

Tadi malam akhirnya diputuskan untuk install scratch untuk apps server ini. Diharapkan pagi ini bisa diinstall ulang untuk Dialog Instance SAPnya. Well, I hope lancar sih..

Progress HACMP Configuration : Day 3 Early


Hari ini adalah hari ketiga untuk setting HACMP. Status progress pada kemaren malam adalah HACMP berhasil dijalankan walaupun untuk Oracle dan SAP masih dilakukan secara manual. Hal ini untuk melihat apakah Oracle dan SAP bisa dijalankan dengan baik dan bisa berpindah secara smooth.

Ada beberapa hal yang musti dilakukan antara lain gue musti melakukan edit DEFAULT profile yang digunakan oleh application server apabila server DB+CI failed, gue juga terpaksa melakukan instalasi ulang CI di application server agar dapat dengan mudah si apps server memiliki environment seperti layaknya host DB+CI dimana apps server ini akan mengambil alih tugasnya.

So far sih OK. Tinggal merapikan skrip. Untung gue dibantuin sama engineer dari CTI yang dah expert banget di HACMP. Jadi kepusingan gue lumayan berkurang.

HACMP Configuration Day 2


Hari ini adalah hari kedua vendor CTI melakukan konfigurasi HACMP untuk server baru kami di server P series (p550). Server p550 akan dipasangkan dengan server Blade JS22 sebagai pasangan untuk HACMP. Server p550 diperkuat dengan prosessor Power6 (4 processor) dan memori 64 GB, dan server Blade JS22 diperkuat dengan prosesor Power6 (4 processor) dengan 32 GB.

Kemaren sudah dicoba dilakukan instalasi dan dicoba untuk dilakukan setting manual. Settingan HACMP diambil sederhana saja dengan cara memindahkan mounting point NFS di storage yang dipegang oleh server p550 agar bisa diambil alih oleh server Blade JS22. Secara umum NFS sudah bisa diambil. Hanya saja kemaren ada sedikit masalah di Asynbhronous I/O (aio).

Preparing for HACMP Installation and Configuration


My company have planned replacing our old SAP R/3 server with our new server which had just been bought. We have one new p550 series powered by Power6 processor and 64 GB memory and 3 JS22 Blade server powered with Power6 processor and 32 GB memory each.

Well, I think today will be exciting day coz a lot of work to do.