Remote SAP Basis Services


Gue barusan memproklamirkan diri (ha…ha..ha.. pake proklamasi segala)untuk menjadi Freelance Remote SAP Basis. Artinya company-company termasuk yang di Indonesia dan pakai SAP bisa hire gue untuk melakukan tugas-tugas sebagai SAP Basis secara remote.

Rate salary negotiable. Untuk lebih detailnya, silakan klik disini.

Atau bisa kontak langsung saya.

YM ID : Ardhian

Email : devratt@yahoo.com

Ada nggak ya yang meng-hire gue ?….Gue pribadi positive thinking aja. Ayo….ayo….sapa yang berminat ?? he..he..

Software Defined Storage #2


Inovasi menarik yang terjadi pada SDS adalah akselerasi dan solusi hyper-converged. Selain SDS yang telah disebutkan pada posting sebelumnya, ternyata masih ada inovasi lain, yaitu accelerated innovation on SDS. Solusi ini adalah akselerasi pada saat mengakses storage dan solusi ini murni berbasis software. Salah satu solusi yang luar biasa dan terbukti adalah solusi yang ditawarkan Atlantis ILIO.

Selain Atlantis ILIO, Pernixdata FVP yang mendukung RAM based caching dan NFS support.Hebatnya lagi, Pernixdata sudah diintegrasikan kedalam vSphere kernel.

Selain solusi-solusi berbasis software, juga ada solusi hyper-converged dimana vendor menjual solusi virtualisasi dalam bentuk appliance. Didalam appliance sudah termasuk hardware, software virtualisasi, storage dan software untuk scale out. Artinya appliance bisa ditambahkan apabila memerlukan kapasitas yang lebih besar dari sisi hardware server maupun storage.

Solusi tersebut antara lain :

Selamat mencoba !!

Software Defined Storage #1


Konsep virtualisasi saat ini semakin menjalar ke berbagai komponen data center. Setelah sebelumnya virtualisasi di sisi server fisik menjadi server virtual. Sekarang konsep virtualisasi juga masuk ke ranah network (“Software Defined Network”) dan Storage (“Software Defined Storage”). Pada posting ini akan dicuplik sedikit perkembangan SDS atau Software Defined Storage. SDS ini semakin berkembang dan semakin panas dengan persaingan antar vendor, baik vendor software virtualisasi, vendor OS, maupun vendor hardware storage.

Apa sebenarnya SDS ? Ada yang mendefinisikan :

Software-defined storage (SDS) is the process of using software-based techniques to create, deploy and manage storage resources and infrastructure. It enables abstracting or separating storage services from hardware devices by using software or programmatic access to extract and manipulate storage resources

Salah satu definisi yang sangat bagus adalah dari Duncan Epping, yaitu “Abstract, Pool, Automate

Salah satu yang memperkenalkan SDS adalah VMware. VMware sendiri sebelumnya dikenal sebagai pemimpin pasar dalam virtualisasi dengan ESX dan vSphere-nya. Saat ini VMware juga memperkenalkan versi awal dari VMware VSAN. Selain VMware, masih banyak yang memperkenalkan konsep SDS, antara lain :

Beberapa dari vendor tersebut malah sudah lama membuat produk kategori SDS ini. Namun, booming SDS baru-baru ini justru karena VMware memperkenalkan VSAN. Beberapa produk tersebut bisa dicoba dengan gratis. Tentu saja ada keterbatasan karena versi free atau versi trial.

Memilih vSCSI Controller untuk guest VM


Pada saat kita membuat sebuah virtual machine di sebuah ESX maka secara default kita akan diberikan vSCSI controller. Biasanya defaultnya adalah LSI Logic SAS atau kadang LSI Logic Parallel. Secara umum, keduanya mencukupi dan kompatibel dengan hampir semua OS guest yang akan diinstall, baik Windows maupun Linux. Jika kita menginginkan vSCSI controller yang lebih mendukung pada IOPS yang tinggi alias high performance, maka sebaiknya kita mempertimbangkan untuk menggunakan VMware Paravirtual SCSI (a.k.a PVSCSI). Secara kasat mata, performance VM akan mengalami peningkatan up to 20% (dari beberapa studi dan eksperimen).

Secara umum, pilihan vSCSI controller sebagai berikut :

Berikut penjelasan untuk masing-masing pilihan SCSI controller :

  • BusLogic – this was one of the first emulated vSCSI controllers available in the VMware platform.  The earliest versions of Windows has this driver available by default which made it easy when installing that particular OS. It wasn’t however as performant as the LSI Logic driver since Windows’ driver was limited to a queue depth of 1, so often one would manually load the LSI Logic driver instead.  While still available and used occasionally (Is anyone still running Win2K?), it should be considered legacy.
  • LSI Logic Parallel (formerly knows as just LSI Logic) – this was the other emulated vSCSI controller available originally in the VMware platform.  Most operating systems had a driver that supported a queue depth of 32 and it became a very common choice, if not the default.
  • LSI Logic SAS – This is an evolution of the parallel driver to support a new future facing standard.  It began to grown popularity when Microsoft required its use for MCSC within Windows 2008 or newer.
  • VMware Paravirtual (aka PVSCSI) – this vSCSI controller is virtualization aware and was been designed to support very high throughput with minimal processing cost and is therefore the most efficient driver. In the past, there were issues if it was used with virtual machines that didn’t do a lot of IOPS, but that was resolved in vSphere 4.1.

Namun ada beberapa yang mesti diingat. PVSCSI memiliki beberapa limitasi :

  • Hot add or hot remove requires a bus rescan from within the guest.
  • Disks with snapshots might not experience performance gains when used on Paravirtual SCSI adapters if memory on the ESX host is over committed.
  • Do not use PVSCSI on a virtual machine running Windows with spanned volumes. Data may become inaccessible to the guest operating system.
  • If you upgrade from RHEL 5 to an unsupported kernel, you might not be able to access data on the virtual machine’s PVSCSI disks. You can run vmware-config-tools.pl with the kernel-version parameter to regain access.
  • If a virtual machine uses PVSCSI, it cannot be part of a Microsoft Cluster Server (MSCS) cluster.

Semoga membantu.

Convert Thick disk to Thin disk using vmkfstools


Ada banyak cara untuk melakukan convert dari thisk disk ke thin disk pada vmware. Salah satu caranya adalah menggunakan vmkfstools bawaan esx.

ESX console commands to convert disk from thick to thin
——————————————————–

VM must be powered off.

1. Use vCenter to see what host the VM to be converted is on and note down disks Datastore location.

2. Log into that hosts ILO remote console as root user (or putty in if you have the access).

3. Convert the original thick .vmdk into a thin one
vmkfstools -i SERVERNAME.vmdk -d thin thinSERVERNAME.vmdk

4. Move original .vmdk flat file out of the way.
mv SERVERNAME-flat.vmdk orig-SERVERNAME-flat.vmdk
5. Move new thin .vmdk flat file into place
mv thinSERVERNAME-flat.vmdk SERVERNAME-flat.vmdk

6. Remove VM from vcenter inventory and add back again otherwise disks do not show as ‘Thin’

7. Check VM boots up and all drives are avaliable

8, Tidy up by deleting the original files

rm thinSERVERNAME.vmdk
rm orig-SERVERNAME-flat.vmdk

Semoga berguna.

Menambah new category – Virtualization dan VMware


Berangkat dari dorongan teman agar postingan di blog ini juga menambahkan kategori baru, yaitu virtualisasi maka per hari ini gw tambahkan topik baru yaitu virtualization, vmware, kvm, xen, dan cloud technology.

Semoga penambahan kategori baru ini memberikan dorongan semangat bagi saya untuk lebih banyak menulis tentang cloud dan virtualisasi dan memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi saya dan teman-teman pengunjung blog ini.

Nantikan tulisan-tulisan saya selanjutnya !

Pelajaran kasus Flash sale Xiaomi Redmi 1S di Lazada


Belajar dari pengalaman flash sale Xiaomi Redmi 1S di Lazada pada tanggal 4 September 2014 lalu, kita memetik pelajaran yang sama dan selalu menemui masalah yang selalu terulang di situs-situs Indonesia. Rata-rata tidak dipersiapkan untuk menghadapi hit yang tinggi alias ekstrem pada jam-jam tertentu. Masih hangat di pengguna web bagaimana situs pendaftaran CPNS yang dihandle kementerian PAN (http://panselnas.menpan.go.id) tewas dengan sukses karena tidak mampu menangani hit yang sangat banyak, bagaimana situs KPU down setelah dihit user yang ingin mengetahui hasil perhitungan KPU tentang pilpres 2014, bagaimana situs penerimaan peserta didik (SD/SMP/SMA) di Surabaya yang juga pernah tewas dengan sukses.

Lalu bagaimanakah dengan situs-situs di luar negeri ? Xiaomi juga menggunakan sistem flash sale saat memasarkan smartphone-nya di Singapura, India, maupun negeri leluhurnya, Tiongkok. Kenapa situs yang menangani flash sale tersebut tidak down ? Jawabannya adalah karena mereka telah mempersiapkan dengan baik. Mereka bisa memperkirakan berapa member yang akan melakukan hit saat flash sale dan kemungkinan juga memberikan spare resource yang cukup baik CPU, memory maupun koneksi bandwidth. Mungkin juga mereka menggunakan load balancer baik di sisi web server maupun sisi database-nya.
Continue reading

btrfs-cleaner leaves CPU pinned to 100%


Tiga hari ini gw mengalami problem. Tiba-tiba notebook menjadi lambat, di tengah-tengah kerja. Pas gw check nmon, ternyata ada proses yang memakan hampir 100% CPU, yaitu btrfs-cleaner.

Pas gw cari-cari di internet, ketemu bahwa btrfs-cleaner seringkali terjadi apabila kita mengaktifkan autodefrag pada file system btrfs (Gw aktifin sih…pada saat booting :D)

Settingan /etc/fstab :

# /etc/fstab: static file system information.
#
# Use ‘blkid’ to print the universally unique identifier for a
# device; this may be used with UUID= as a more robust way to name devices
# that works even if disks are added and removed. See fstab(5).
#
# <file system> <mount point>   <type>  <options>       <dump>  <pass>
# / was on /dev/sda1 during installation
UUID=20a3dd42-fbf7-486b-8db2-0f77c1c58b5c /               ext3    errors=remount-ro 0       1
# /home was on /dev/sda6 during installation
UUID=3d9724c3-3157-43dd-b7de-db73b4212f6e /home           ext3    defaults        0       2
# swap was on /dev/sda5 during installation
#UUID=d633756f-cbbf-4963-b09a-c1d599743f4f none            swap    sw              0       0
UUID=9858bb28-275f-458f-83f8-869b22b33aa8 /backup         btrfs  noatime,nodiratime,autodefrag,noacl,compress-force=lzo         0       0
UUID=03d8854b-a9bb-4dc9-b994-e993aace5ae0 /data           btrfs  noatime,nodiratime,autodefrag,noacl,compress-force=zlib         0       0

Solusinya adalah menonaktifkan autodefrag di /etc/fstab. Opsi auto defrag tidak disarankan apabila filesystem termasuk high I/O :(

File /etc/fstab setelah dinonaktifkan autodefrag-nya :

# /etc/fstab: static file system information.
#
# Use ‘blkid’ to print the universally unique identifier for a
# device; this may be used with UUID= as a more robust way to name devices
# that works even if disks are added and removed. See fstab(5).
#
# <file system> <mount point>   <type>  <options>       <dump>  <pass>
# / was on /dev/sda1 during installation
UUID=20a3dd42-fbf7-486b-8db2-0f77c1c58b5c /               ext3    errors=remount-ro 0       1
# /home was on /dev/sda6 during installation
UUID=3d9724c3-3157-43dd-b7de-db73b4212f6e /home           ext3    defaults        0       2
# swap was on /dev/sda5 during installation
#UUID=d633756f-cbbf-4963-b09a-c1d599743f4f none            swap    sw              0       0
UUID=9858bb28-275f-458f-83f8-869b22b33aa8 /backup         btrfs  noatime,nodiratime,noacl,compress-force=lzo         0       0
UUID=03d8854b-a9bb-4dc9-b994-e993aace5ae0 /data           btrfs  noatime,nodiratime,noacl,compress-force=zlib         0       0