Home » Posts tagged 'UNIX'

Tag Archives: UNIX

Siap-siap ganti ke DB2


Kantor gw pake ERP dari SAP. Versi yang digunakan adalah SAP R/3 4.7 Enterprise dengan menggunakan database server Oracle versi 9i. Seiring dengan akan habisnya maintenance dan harga license Oracle yang lebih mahal, mulai dipertimbangkan untuk pindah/migrasi ke database milik IBM, yaitu DB2.

Kemaren sore sempet ketemu sama orang IBM. Ada diantaranya orang IBM Malaysia. Kalo ngeliat presentasinya sih kayaknya DB2 lebih ok daripada Oracle. DB2 juga lebih backward compatible dengan SAP release.

Menurut sejarahnya, DB2 merupakan database yang digunakan untuk mainframe. Untuk mesin-mesin lain seperti AS400, DB2 yang digunakan disebut dengan sebutan DB4 alias DB2 for AS400, sedangkan DB2 untuk UNIX/Windows/Linux disebut dengan DB6 atau DB2 Universal Database for Windows/Unix/Linux.

Unek-unek pengembangan usaha


Pengembangan usaha bisa berarti uang-uang lagi. Maksudnya adalah untuk mengembangkan usaha yang telah ada dibutuhkan dana.

Saat ini saya sedang memeras otak untuk pengembangan usaha linux saya (Ardhian Linux Shop). Usaha saya saat ini antara lain :

  • Melayani penjualan CD dan DVD Linux, Unix *BSD. Kami melayani penjualan secara retail maupun grosir. Untuk penjualan secara grosir, kami menerapkan sistem konsinyasi (khusus daerah Surabaya) dan sistem jual putus. Silakan hubungi kami, Ardhian, untuk keterangan lebih lanjut.
  • Melayani training privat Linux dan Unix *BSD. Saat ini tersedia paket Linux Fundamental (untuk pemula, belum pernah memakai Linux), Linux for Sysadmin (untuk yang sudah kenal linux, dan ingin lebih advanced), Linux for Office (untuk pengguna kantoran, membahas penggunaan OpenOffice).
  • Melayani setting dan instalasi dekstop linux. Kami melayani migrasi Windows ke Linux.
  • Melayani setting server web, ftp, file dan printer, NFS, DNS, proxy (dengan squid), dan firewall.

Saat ini saya sedang menjajaki kemungkinan membuka sebuah tempat (yang akan dinamakan) Linux Station. Konsep Linux Station sangat sederhana, yaitu :

  • (Calon) pelanggan datang ke tempat kami
  • Pelanggan membayar Rp xxx untuk sewa station a.k.a PC dan xx distro Linux or *BSD
  • Pelanggan melakukan instalasi, setting dan bermain-main distro Linux or *BSD yang dia pinjam selama xx jam atau masa sewa
  • Pelanggan bisa bertanya-tanya pada our guide or operator
  • Jika pelanggan menyukai distro tertentu dan ingin memilikinya,dapat membeli copian-nya kepada kami. Operator kami akan dengan senang hati melayani.

Selain itu, kami juga memberikan demo instalasi Linux dan *BSD, demo setting network, server, dll secara berkala. Kami juga akan menerapkan sistem member dengan kelebihan tawaran diskon dan hadiah secara berkala.

Ide gila ini didasari pada pengalaman saya waktu kenal linux pertama kali dan terinspirasi juga dari tulisan-tulisan newbie di http://www.linux.or.id. Orang umumnya takut mencoba Linux karena berbagai alasan. Takut data hilang, partisi error, harddisk corrupt, hardware gak kedetek de el el. Selain itu, saya mengadopsi sistem rental VCD/DVD yang ada.

Koleksi distro Linux dan *BSD kami juga akan terus ditambah sehingga uptodate dan senantiasa terdepan.
Persiapan yang sedang dilakukan antara lain :

  • Survey dan sewa lokasi. Lokasi yang saya cari adalah dekat dengan kampus,dan komunitas linux. Lokasi juga harus bisa dijadikan tempat kumpul-kumpul komunitas Linux. Bagi yang ingin menawarkan tempat, silakan email saya di devratt@yahoo.com. Kerjasama juga boleh.
  • Survey harga dan pembelian beberapa unit PC. Saya sedang survey harga CPU dan memantau harga di http://www.bekas.com. Saya mencari PC sekelas Pentium 3, Memori 128 atau 256 MB, HD 10 GB, lengkap dengan Ethernet Card, dan speaker aktif. Bagi yang ingin menawarkan tempat, silakan email saya di devratt@yahoo.com.
  • Perekrutan operator. Untuk operator kami juga mencari tambahan orang. Kualifikasi yang kami cari adalah jujur, berdedikasi, menguasai Linux tapi gak perlu expert-expert banget. Lamaran dapat dikirimkan ke email saya di devratt@yahoo.com.

Saat ini, hal itulah yang terpikirkan oleh saya. Ada saran dari rekan-rekan ?

About Me

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com) dan menjalankan bisnis training linux privat. Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

Instalasi SAP R/3 4.70 200 Application Server on Linux


Pada artikel ini, saya akan memberikan step by step untuk instalasi application server sistem SAP R/3 menggunakan OS Linux. Kenapa memakai Linux ? Bukannya lebih enak pakai Windows ? Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan bagi saya kenapa memakai Linux antara lain :

  1. Database Instance yang akan dipakai adalah Oracle dengan platform AIX (UNIX proprietary dari IBM). Antara AIX dan Linux, sama-sama mesin UNIX jadi kompatibilitasnya akan lebih terjaga daripada memakai Windows.
  2. Linux bersifat free dan open source. Dengan sifatnya itu, saya lebih mudah untuk melakukan tuning dan mencari referensi di Internet.
  3. Komunikasi antara Linux dan AIX akan menggunakan NFS, sedangkan Windows dan AIX akan menggunakan SAMBA.
  4. Mesin Linux lebih stabil,handal, dan yang terpenting adalah virus-immune.
  5. Linux juga lebih murah dalam hal maintenance, kebutuhan hardware, dibandingkan menggunakan Windows (harus ada lisensi) dan AIX (dalam hal lisensi dan hardware).

Pemilihan distro Linux yang akan dipakai bebas. Saya lebih menyukai distro yang bisa memakai konsep LVM (Logical Volume Management) sehingga saya bisa melakukan pemeliharaan space logical volume lebih mudah. Saya akan mencoba menerangkan menggunakan mesin Redhat. Saya pribadi sudah mencoba menggunakan SuSE juga. Perbedaan utama diantara keduanya adalah masalah default file system yang digunakan. Redhat menggunakan ext3, sedangkan SuSE menggunakan reiserfs.

Keunggulan ext3 dan reiserfs adalah kemampuan untuk melakukan manajemen size logical volume online. Jadi kita dapat dengan mudah menambah ukuran logical volume tanpa harus melakukan unmount pada logical volume tersebut.

Kita mulai saja ya…

1. Instalasi OS

Saat instalasi OS, siapkan partisi yang cukup untuk instalasi SAP. Tabel pada attachment berikut (Disk)berikut akan memberikan penjelasan setting partisi menggunakan LVM.

2. Instalasi Central Instance

Karena kita akan menggunakan Database Instance yang ada pada mesin AIX 64 bit, maka kita harus melakukan instalasi Central Instance. Instalasi paket Central Instance di Linux ini untuk mendapatkan file-file executable dari SAP kernel for Linux.

Set environment yang dibutuhkan untuk menjalankan sapinst antara lain :

LD_LIBRARY_PATH=/sapmnt/[SID]/exe

SAPINST_JRE_HOME=/opt/[location of java runtime environment]

DISPLAY=[IP_Address of Windows Client]:0.0

umask=22

Untuk pengujian, jalankan command xclock pada console. Jika muncul gambar jam analog, berarti environment sudah diset dengan benar. Jika belum muncul, periksa kembali value setiap variabel environment Anda.

Masuk ke dalam direktori sapinst. Jalankan command sapinst pada console.

Pilih Install Central Instance.

Isi informasi untuk SAP System ID (SAPSID) dan Instance Number. Sesuaikan dengan informasi yang ada pada Database Instance di AIX.

Isi informasi Database ID (DBSID) dan Database Host.

Biarkan informasi secara default. Hal ini kita lakukan karena memang server ini hanya akan digunakan sebagai application server.

Pilih No LDAP jika Anda tidak menggunakan fasilitas LDAP pada network Anda.

Pastikan posisi SAP Mount Directory ada pada /sapmnt. Tidak ada salahnya Anda memeriksa kembali apakah direktori tersebut sudah ada.

Pastikan informasi Database Schema benar. Dan jangan lupa tipe Database server yang digunakan pada AIX adalah 64 bit.

Informasi tentang group sapsys. Yang perlu diperhatikan adalah Group ID harus sama dengan Group ID pada mesin AIX (sebagai Database Servernya).

Informasi tentang group dba. Yang perlu diperhatikan adalah Group ID harus sama dengan Group ID pada mesin AIX (sebagai Database Servernya).

Informasi tentang group oper. Yang perlu diperhatikan adalah Group ID harus sama dengan Group ID pada mesin AIX (sebagai Database Servernya).

Informasi tentang user [sid]adm. Yang harus diperhatikan adalah User ID dan password harus sama dengan User ID dan password di mesin AIX.

Informasi tentang user ora[sid]. Yang harus diperhatikan adalah User ID dan password harus sama dengan User ID dan password di mesin AIX.

Perhatikan daftar direktori diatas. Direktori-direktori tersebut harus ada. Jika belum ada, buatlah sekarang juga !. Direktori yang harus ada adalah /usr/sap, /usr/sap/trans, /sapmnt, /oracle, /oracle/[SID]/920_64.

Anda harus menunjukkan lokasi SAP Kernel for Linux yang ada. Seharusnya Anda sudah menyiapkannya.

Informasi ekstraksi Oracle Client. Hilangkan tanda centang. Kita tidak akan melakukan instalasi Oracle Client sekarang.

Informasi port-port yang digunakan oleh aplikasi SAP. Port-port berikut tidak boleh digunakan oleh aplikasi lain, yaitu 36[system number], 33[system number], 32[system number], 47[system number], dan 48[system number]. Silakan edit file /etc/services.

Informasi nama listener dan port yang digunakan oleh listener. Pastikan port tersebut tidak digunakan oleh aplikasi lain.

Tunjukkan lokasi IGS_SOFT.

Rangkuman informasi instalasi Central Instance. Periksa kembali dan Anda masih bisa meng-klik tombol back jika masih ada yang belum sesuai.

Instalasi central instance sedang berjalan.

Selamat!!Instalasi central instance berhasil. Kita sudah berada di separuh jalan. Silakan break dulu…nikmati kopi panas dan pisang goreng Anda…:)
3. Instalasi Dialog Instance

Set environment yang dibutuhkan untuk menjalankan sapinst antara lain :

LD_LIBRARY_PATH=/sapmnt/[SID]/exe

SAPINST_JRE_HOME=/opt/[location of java runtime environment]

DISPLAY=[IP_Address of Windows Client]:0.0

umask=22

Untuk pengujian, jalankan command xclock pada console. Jika muncul gambar jam analog, berarti environment sudah diset dengan benar. Jika belum muncul, periksa kembali value setiap variabel environment Anda.

Pastikan antara mesin Linux dan mesin AIX saling kenal. Lakukan penambahan IP Address dan hostname Linux pada mesin AIX dan sebaliknya.

Dari mesin AIX melalui NFS, sharing direktori /sapmnt/[SID]/global dan /sapmnt/[SID]/profile. Dari mesin Linux, mount direktori tersebut dengan mount point yang sama.

Screen pemilihan instalasi. Pilih Non-Unicode_Install Dialog Instance.

Informasi tentang Central Instance. Ingat !! informasi instance number dan instance host adalah yang ada di mesin AIX.

Informasi Database ID (DBSID) dan Database Host.

Informasi instance host parameter. Biarkan default.

Pilih No LDAP jika Anda tidak menggunakan LDAP pada jaringan.

Lokasi SAP Mount Directory ada di /sapmnt. Pastikan direktori ini ada.

Perhatikan informasi Database Schema dan tipe Database server. Jangan lupa bahwa Database server yang kita pakai adalah 64 bit.

Perhatikan daftar direktori diatas. Direktori-direktori tersebut harus ada. Jika belum ada, buatlah sekarang juga !. Direktori yang harus ada adalah /usr/sap, /usr/sap/trans, /sapmnt, /oracle, /oracle/[SID]/920_64.

Anda harus menunjukkan lokasi SAP Kernel for Linux yang ada. Seharusnya Anda sudah menyiapkannya.

Sekaranglah saatnya kita melakukan instalasi Oracle Client. Beri tanda centang pada pilihan ekstrak oracle client.

Informasi port-port yang dipakai SAP. Seharusnya sudah disiapkan pada saat instalasi Central Instance.

Setting nama listener dan port yang digunakan nama listener.

Lokasi IGS_SOFT.

Rangkuman Instalasi Dialog Instance.

Instalasi Dialog Instance sedang berjalan.

Error akan keluar dikarenakan permission yang kurang pada direktori NFS /sapmnt/[SID]/profile.

Dari sisi mesin AIX, ubah dulu permission secara rekursif ke 777, command #chmod -R /sapmnt/[SID]/profile. Lanjutkan instalasinya sampai bertemu error kembali.

Error terjadi karena permission pada direktori NFS /sapmnt/[SID]/profile di mesin AIX.

Kembalikan permission ke posisi semula. Gunakan command berikut berturut-turut : #chmod -R 644 profile, #chmod 755 profile.

Error ini merupakan bug dari SAP. Silakan edit file keybd.xml. Cari keyword “ERROR” dan ubah menjadi OK. Simpan, lalu jalankan kembali instalasi lama.

Selamat !! Instalasi Dialog Instance telah selesai.

4. Selanjutnya jalankan dialog instance. Sebelumnya pastikan central instance dan database server telah berjalan di sisi mesin AIX.

Sekarang kita sudah punya application server Linux yang murah, handal dan stabil. Ada lagi yang bisa dituning, nanti kita sambung lagi. Semoga artikel kecil ini bisa menambah pengetahuan kita semua dan memajukan SAP di Indonesia. Amin…
About Penulis

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com). Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

Desktop BSD : A Step Towards BSD on the Desktop


Saat ini, keluarga UNIX baik Linux maupun BSD tidak hanya memfokuskan diri pada sisi server. Untuk environment server, Linux dan BSD tidak diragukan lagi kemampuan dan ketangguhannya. Untuk sisi dekstop, Linux sudah lebih dulu terjun. BSD sepertinya tidak mau ketinggalan dengan saudara muda-nya, Linux. Sudah mulai banyak BSD tipe desktop diantaranya adalah Dekstop BSD.

Dekstop BSD menggunakan basis FreeBSD dan antarmuka KDE. Desktop BSD memanfaatkan kestabilan FreeBSD dan kemudahan antarmuka KDE.

Saya sempet mencicipi keunggulan DesktopBSD setelah download file iso-nya minggu lalu. Ada beberapa persiapan yang harus Anda siapkan sebelum melakukan instalasi :

  • Hardware : sekelas Pentium-lah, RAM 128 keatas, space 2 GB keatas
  • Handphone dengan pulsa cukup, buat sms saya ..he..he..(nggak kok becanda :)…)
  • camilan + kopi atau teh panas
  • rokok (in case Anda merokok..kalo nggak juga gpp)

Berikut step-step instalasi yang saya lakukan (not all screenshot) :

Screen selamat datang pada instalasi :

Dekstop BSD akan mendeteksi storage yang dimiliki.

Saya tidak menggunakan dual boot dan hanya menggunakan seluruh space harddisk untuk Desktop BSD.

Desktop BSD menggunakan UFS (Universal File System) sebagaimana FreeBSD.

Proses instalasi sedang berjalan. Setelah selesai…selamat Anda sudah selesai melakukan instalasi Dekstop BSD. Sekarang waktunya masuk ke konfigurasi.

Layar selamat datang pada konfigurasi menyapa Anda dengan manisnya..

Buat user dan set password untuk mesin Desktop BSD baru Anda.

Set password untuk root.

konfigurasi storage lain seperti USB Flash Disk, dll.

Konfigurasi Network. Ethernet Card akan dikenali dan dikonfigurasi pada tahap ini. Siapkan IP Address dkk…

Customized konfigurasi KDE.

Login screen Dekstop BSD dengan manis akan menyapa Anda.

Horee….dekstop KDE-nya udah keliatan.

Sampai disini kita sudah selesai dan siap menggunakan Desktop BSD. Jika Anda ingin melakukan instalasi software-software baru, Anda bisa langsung mengambil paket software FreeBSD. Paket software FreeBSD (biasa disebut”ports“) yang up to date dapat dilihat di situs FreshPorts.

Eh…lupa…camilannya dah dimakan blom ? Kalau blom, minta dong !!!..he..he..

Semoga bisa membantu…saya menunggu komentar, saran, kritik dari Anda sekalian.

About Penulis
Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle 9i. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com). Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.