Home » Posts tagged 'Network'

Tag Archives: Network

Boosting Veeam Backup & Replication 7 backup performance


Ada kasus menarik saat menggunakan software backup VM yang gw testing. Kebetulan gw pake software backup Veeam Backup & Replication 7 (VBR7). Fitur-fitur VBR7 dapat kalian cari sendiri di google. Banyak kok.

VBR7 memiliki 3 mode transport untuk melakukan backup (Ada 4 sih sebenarnya, tapi yang pertama adalah automatic. Mode automatic sebenarnya hanya memilih salah satu dari 3 jenis mode transport yang tersedia). Tiga mode transport yang disediakan oleh Veeam adalah

  • Direct SAN
  • Virtual Appliance (disebut juga dengan HotAdd)
  • Network (istilah lain disebut NBD a.k.a Network Block Device)

Software backup lain ada yang menambahkan satu lagi jenis, yaitu NBD SSL (mode transport jenis network dengan enkripsi SSL).
(more…)

POC Riverbed version 2.0 : Day 1 and also Last Day


Hari ini vendor Riverbed (CTI) kembali melakukan POC. Kali ini mereka bawa engineer Riverbed dari Singapore. Kayaknya sih expert.

Setelah dilakukan config appliance Riverbed dan WAN Simulator, dipasanglah di network.

Dan bim salabim….ternyata emang keren neeh appliance riverbed. Throughput bisa dikompress sampe 80%…gile bener. File archived log sebesar 50 MB bisa dioptimized abis.

Untuk screenshot nya akan gue upload nanti. Just wait.

Mengakses GUI Linux melalui XDMCP


XDMCP ? Yang gimana tuh ?Untuk mengakses server Linux dapat melalui akses ssh, telnet, VNC, dan lain-lain. Salah satu yang menarik (walaupun tidak terlalu aman) adalah melalui jalur XDMCP. XDMCP (X Display Manager Control Protocol) pada port 177. Protokol XDMCP sangat berguna apabila server akan digunakan untuk melakukan instalasi yang membutuhkan GUI dan kita tidak ingin berada langsung di server room. Tahu sendirilah…server room seperti apa, kayak north pole…

Linux sebagian besar -secara default- tidak mengaktifkan XDMCP. Oke, langsung saja yah…

Prereq:

  1. make sure ada GUI yang diinstall di sistem Linux. Bisa apa aja GNOME, KDE, XFCE, BlackBox, FluxBox, IceWM, dll
  2. Network sudah bekerja dengan baik

Step by step :

  1. Lakukan perubahan pada file /etc/rc.d/init.d/xfs. File ini menyimpan port Font Server. Ubah dari “daemon xfs –droppriv –daemon –port -1” menjadi “daemon xfs –droppriv –daemon –port 7000
  2. Sekarang buka file /etc/X11/xdm/Xaccess dan lakukan perubahan agar X Server dapat diakses oleh semua host dalam jaringan lokal. Hal yang perlu diperhatikan adalah jika Anda menggunakan desktop manager KDM maka ubah file /etc/X11/KDM/Xaccess dan jika desktop manager Anda GDM maka ubah file /etc/X11/gdm/gdm.conf. Ubah dari “#* #any host can get a login window” menjadi “* #any host can get a login window“.
  3. Buka file /etc/X11/xdm/xdm-config dan lakukan perubahan dari “DisplayManager.requestPort: 0” menjadi “DisplayManager.requestPort: 1“. Untuk display manager lain (KDM dan GDM) , Anda cukup mengubah dari “[xdmcp] Enable=0” menjadi “Enable=1“.
  4. Pastikan file /etc/X11/xdm/XServers menjadi 444. #chmod 444 /etc/X11/xdm/XServers
  5. Ubah ijin akses file /etc/X11/xdm/Xsetup_0 menjadi 755. #chmod 755 /etc/X11/xdm/Xsetup_0
  6. Sekarang Anda bisa mencoba konfigurasi XDMCP sistem Linux setelah sebelumnya menjalankan mode grafik. Untuk lebih memastikan konfigurasi Anda, sebaiknya restart sistem Linux Anda.

Check konfigurasi dari client. Anda bisa menggunakan software XManager (http://www.netsarang.com), atau Hummingbird Exceed dll. Pada screenshot berikut saya gunakan XManager.

Semoga tutorial singkat ini bisa memberikan gambaran dan panduan bagi Linuxer lainnya. Saran dan kritik ke penulis, devratt@yahoo.com.

Thanks to :

  1. Allah SWT, atas segala karunia dan nikmat-NYA.
  2. My lovely wife, Anda Iviana Juniani (http://andaiviana.wordpress.com)
  3. All cyber friends : Gandok Crew (Ipans,Simbah Kus, Move It, BJ, dll), IT Crew Manyar, etc.