Home » Posts tagged 'GIJ'

Tag Archives: GIJ

SAP : Instalasi dan setting SAPGUI for Java di Linux


Menanggapi berbagai pertanyaan yang masuk ke email saya, banyak yang bertanya bagaimana cara instalasi SAPGUI for Java di Linux, akhirnya saya putuskan untuk menjawab lewat blog ini dengan maksud agar semua dapat membacanya…:)

Oke kita mulai saja…

Untuk melakukan instalasi SAPGUI for Java ada beberapa persyaratan dasar yang harus dipenuhi, yaitu :

  1. Didalam sistem operasi Linux (apapun distronya) harus sudah terinstal JRE (Java Runtime Environment) dari SUN (http://www.sun.com). Beberapa distro seperti Fedora Core, Ubuntu (dan sodara-sodaranya) memakai Java dari GNU (GIJ). Versi java ini tidak bisa dipakai. Sebagai alternatif, Anda harus menggantinya. Cara menggantinya bisa dibaca dibawah ini.
  2. File installer SAPGUI for Java. File ini dapat didownload secara gratis dari situs ftp SAP.

Sekaran kita mulai dari cara mengganti versi Java yang terinstall di sistem kita. Saya mulai dari distro Fedora Core :

  1. Download file Java untuk Linux dari situs http://java.sun.com.Bisa pilih rpm atau bin.
  2. Salin file yang didownload ke direktori /opt.
  3. Setelah itu, ubah permissionnya menjadi executable. Contoh : #chmod 755 jre-1-5-0_09.bin
  4. Install java yang baru saja diekstrak agar masuk kedalam alternatives. Jalankan : #/usr/sbin/update-alternatives –install /usr/bin/java java /opt/jre1-5-0_09/bin/java 2
  5. Pindahkan penunjuk agar perintah java pada console menggunakan java yang baru saja kita masukkan kedalam alternatives. Pilih java nomor 2. Gunakan command : #/usr/sbin/update-alternatives –config java
  6. Untuk pengujian, dari console ketik #java -version. Jika yang keluar adalah versi Java dari SUN maka Anda berhasil.
  7. Lanjutkan ke instalasi SAPGUI for Java

Untuk instalasi dari versi Ubuntu (dan sodara-sodaranya), ikuti langkah berikut :

  1. Download file Java untuk Linux dari situs http://java.sun.com. Usahakan pilih yang ekstensi bin.
  2. Salin file yang didownload ke direktori /opt.
  3. Setelah itu, ubah permissionnya menjadi executable. Contoh : #chmod 755 jre-1-5-0_09.bin
  4. Install java yang baru saja diekstrak agar masuk kedalam alternatives. Jalankan : #update-alternatives –install /usr/bin/java java /opt/jre1-5-0_09/bin/java 2
  5. Pindahkan penunjuk agar perintah java pada console menggunakan java yang baru saja kita masukkan kedalam alternatives. Pilih java nomor 2. Gunakan command : #update-alternatives –config java
  6. Untuk pengujian, dari console ketik #java -version. Jika yang keluar adalah versi Java dari SUN maka Anda berhasil.
  7. Lanjutkan ke instalasi SAPGUI for Java

Instalasi SAPGUI for Java di Linux

Untuk instalasi, Anda tinggal masuk ke direktori dimana file tersebut berada. File ini berekstensi .jar. Jalankan langkah-langkah berikut :

  • Masuk ke direktori dimana file tersebut berada.
  • Ubah permission menjadi executable, misal #chmod 755 SAPGUI700rev1.jar
  • Jalankan command : #java -jar SAPGUI700rev1.jar
  • Instal di direktori default (biasanya /opt/SAPClients)

Setting SAPGUI for Java

Untuk setting SAPGUI silakan simak langkah-langkah berikut :

  1. Jalankan file executable guilogon yang ada didalam direktori /opt/SAPClients/SAPGUI700rev1/bin. AKan tampil window SAPGUI for Java
  2. Klik tombol New
  3. Isi Description
  4. Klik Tab Advanced
  5. Beri tanda centang (V) pada Use Expert Configuration
  6. Isi string conn=/M/(IP_Address_Message_Server)/S/36(system_number)/G/(nama_group) jika menggunakan load balancing dan conn=/H/(IP_Address_server_SAP)/S/32(system_number) jika tidak menggunakan load balancing.

Selamat mencoba. Semoga dapat memberikan pencerahan.

Update : FYI, OpenSuSE juga menggunakan Java dari GNU (GIJ) dan cara untuk meng-update-nya sama dengan distro Ubuntu.

Update (24 Oktober 2007): Terima kasih untuk Pak Erwin (dari Telkom) atas revisi dan ketelitiannya.

About Penulis

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com) dan menjalankan bisnis training linux privat. Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

Linux Experiment : Ubuntu 5.10 Breezy Badger


Pertama kali mengakses situs http://distrowatch.com, saya sempat kaget karena ada distro yang waktu itu blom pernah dengar, ubuntu, nangkring di nomor wahid. Bahkan mengalahkan distro-distro major lainnya seperti Mandriva (dulu Mandrake), Redhat, Fedora, SuSE, Debian, Slackware, dll.

Usut punya usut..ternyata ubuntu merupakan turunan Debian. Ubuntu menjadi sangat populer karena memang membagikan CD-CDnya benar-benar free. Bahkan Anda dapat memesan langsung ke situsnya, http://www.ubuntulinux.com.

Saya pribadi sempat mencoba versi 5.04. Waktu itu coba di notebook dengan spesifikasi Pentium II 450 MHz, RAM 128 MB. Kesan yang saya dapat distro ini sangat lambat. Setelah itu, sempet mencoba di notebook kantor. Tetapi karena beberapa hardware tidak terdeteksi, saya memutuskan untuk menghapusnya.

Baru minggu lalu, saya mencoba lagi instalasi ubuntu. Kali ini versi 5.10. Wah, ternyata distro yang ini keren abizz…semua hardware di notebook terdeteksi mulai wireless LAN, centrino, sudah terdeteksi dengan baik.

Saya memutuskan untuk beralih dari Vector Linux ke Ubuntu 5.10. Menurut saya, distro ini cocok untuk pekerjaan saya. Beberapa pertimbangan saya adalah

  1. Semua H/W di notebook terdeteksi dan bekerja dengan baik. Mulai sound card, VGA, network card, wireless LAN, modem, dll
  2. Spesifikasi software untuk bekerja untuk saat ini sudah mulai terpenuhi seperti Remote Desktop Connection, OpenOffice, CD DVD Burning, aktivitas browsing, instant messenger GAIM, dll
  3. Bisa instalasi wine untuk emulasi Lotus Notes Client (kebutuhan mail client di kantor)
  4. (Yang belom dicoba) Instalasi SAPGUI for Java di Ubuntu. Harus menggunakan JVM dari Sun. Tidak bisa memakai GIJ dari GNU.
  5. Instalasi dan update software sangat mudah. Tidak usah memusingkan dependency karena semua sudah ditangani apt-get.

Untuk saat ini saya puas dengan performa Ubuntu di notebook. Saya bisa bekerja dengan nyaman, bebas spyware, virus, dll, koneksi internet bekerja lebih cepat, dan open source.

About Penulis

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com). Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.