Home » Posts tagged 'database'

Tag Archives: database

Offline Reorg or Online Reorg ? Which one ?


Salah satu tugas seorang DBA adalah melakukan optimasi dan tuning performance database server yang dimaintain. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk tuning performance adalah melakukan reorganize tabel dan atau index. Reorganize tabel atau index dimaksudkan untuk mengatur kembali urutan data yang ditulis didalam tabel atau index. Dalam melakukan reorganize tabel atau index terdapat pilihan untuk melakukannya dalam keadaan offline dan keadaan online.

Reorganize dalam keadaan offline adalah melakukan reorg dalam posisi tabel atau index tidak boleh diakses alias dibawa offline. Cara ini lebih cepat dibandingkan keadaan offline namun tabel atau index tidak bisa/boleh diakses selama kegiatan reorg berlangsung.

Sedangkan reorganize dalam keadaan online (kebalikan offline) adalah melakukan reorg dalam posisi tabel atau index boleh diakses selama kegiatan reorg berlangsung. Cara ini lebih lambat karena tabel atau index bisa saja dalam posisi diakses oleh user. Keuntungannya adalah tabel atau index masih bisa terus diakses oleh user.

Sekarang adalah menentukan kapan memakai reorganize offline dan kapan melakukan reorganize online. Semua tergantung kebutuhan Anda. Apabila tabel atau index tetap dipakai terus menerus, maka mau tidak mau Anda harus memakai reorganize online dengan konsekuensi akses ke tabel dan index lebih lambat dan proses reorg juga lebih lama. Saya pribadi lebih menyarankan untuk melakukan reorg secara offline. Selain lebih cepat, data dalam tabel atau index lebih bisa dipastikan integritasnya

Migrate ke IBM DB2 or Upgrade to 10g ?


“Difficult option but must be decided in this couple weeks

Company gw saat ini pake sistem ERP SAP 4.7 dengan database menggunakan Oracle 9.2. Dengan semakin tingginya growth database, semakin terbatasnya storage gw dan biaya maintenance license Oracle yang tinggi, ada beberapa pilihan yang musti diputuskan. Apakah migrate ke database lain (pilihannya ke IBM DB2) ?

IBM sudah propose untuk migrate ke IBM DB2 ini. Malah sampe orang IBM Malaysia yang propose dan sekaligus arrange training DB2 LUW Admin for SAP buat team Basis company gw. Baru sekitar 2 minggu lalu gw training ke Jakarta.

Eh, ternyata XXX perusahaan yang jualan Oracle seperti tidak rela kalo Oracle nya ditinggalkan begitu saja. XXX mencoba menawarkan untuk upgrade ke Oracle 10g yang menawarkan fitur kira-kira mirip-mirip dengan fitur DB2 seperti compression, dll. XXX juga menawarkan PoC untuk hal ini.

Minggu depan kayaknya gw mesti ke Jakarta lagi untuk PoC ini.

Well, Jakarta…here I come again ….

Workshop DB2


Company gue ada rencana untuk melakukan migrasi database yang dipakai saat ini (sebagai database server SAP). Saat ini database server yang dipakai adalah Oracle 9.2. Dengan beberapa pertimbangan termasuk diantara biaya maintenance license sepertinya akan diputuskan untuk migrate ke DB2. Sebelum itu, orang IBM Malaysia menawarkan untuk ikutan training DB2 LUW Administration for SAP.

Kebetulan tanggal 6 – 9 April 2010 ini diadakan workshop ini di Jakarta. Jadi udah dari kemaren gue ikutan training ini. Trainer yang memberikan materi adalah Jeremy Broughton dari IBM DB2 Lab Toronto. Saat gue lihat di materi yang diberikan terdapat link ke buku “SAP DBA Cockpit” yang sangat bagus dan Jeremy adalah salah satu penulis dalam buku itu.

Training ini cukup mahal kayaknya. Detailnya sih gue kurang tahu karena semua di-arrange oleh orang IBM Malaysia. Fitur-fitur IBM DB2 yang sangat membantu pekerjaan DBA diterangkan disini antara lain Deep Compression, HADR (free of charge),  Self Tuning Memory Management, Automatic Storage Management, dll. Dari fitur yang disebutkan sih nampak keunggulan DB2 dari Oracle (dengan cost yang lebih murah).

Why Move to MySQL from Microsoft SQL Server?


(source : http://dev.mysql.com/tech-resources/articles/move_from_microsoft_SQL_Server.html)

Before we get started, let me say that I always liked being a SQL Server DBA. My database experience started with DB2, then Teradata, followed by Oracle, and then SQL Server (and then a little bit of Sybase after that, followed by MySQL). Coming from the other databases, I found SQL Server the easiest and quickest to learn at the time, but of course, a lot of that had to do with the fact that Microsoft was really the only database vendor around then (I started with version 4.2 of SQL Server) that shipped any decent GUI management tools with their server. Take the tools away, and you basically had Sybase on Windows with the ISQL command line tool, which was not pretty by any means.

I started managing a lot more database servers with SQL Server 6.0, 6.5, and then SQL Server 2000. I was doing a lot of Oracle at the time too, but still felt that SQL Server had an edge on Oracle in terms of ease-of use. Oracle’s done a lot to improve their tools and overall manageability over time and today they are way ahead of where they were in the version 8/9i days with their 10/11g tools, but Microsoft has kept moving forward too. SQL Server 2005 came along with a little more help in the area of management, but it wasn’t as much as in prior versions. The same can be said (in my opinion) of SQL Server 2008 in terms of additional management help. But don’t misunderstand me, in my DBA days, SQL Server was still the easiest to use over all its competitors and I never thought I’d find another database server that could equal it in terms of having the total package of ease-of-use, reliability, and good performance.

But then I found MySQL.

Of course, you can say I’m biased because I oversee product management for MySQL inside of Sun, so guilty as charged there. But I do think MySQL has SQL Server beat in many respects, even when it comes to running on the Windows platform. Moreover, a lot of other folks seem to agree. When it comes to migrating away from another database to MySQL – or using another database for new applications – the #1 database platform is Microsoft, three years running according to our year-end surveys.
(more…)