Home » UNIX » AIX

Category Archives: AIX

Whereever and Whenever, It should be OK !!


Kemampuan dan skill seseorang akan luntur apabila tidak pernah atau jarang digunakan atau diaplikasikan. Sama halnya dengan skill dalam bekerja.
Kadang gw juga merasa begitu. Apabila misal di kantor sedang tidak ada projek atau pekerjaan hanya rutinitas, maka biasanya gw lebih sering menyibukkan diri dengan melakukan eksperimen atau lebih sering disebut “ngoprek”. Apa saja terutama berkaitan dengan minat gw. Skill berkaitan dengan Linux, networking, SAP, maupun database server seperti Oracle dan DB2 harus terus diasah. Tidak masalah apabila skill, kemampuan, dan ilmu sampeyan tidak terpakai di kantor, tetapi bisa diterapkan/diaplikasikan/diberdayakan di tempat lain. Toh Anda tetap mendapatkan manfaat berupa materi, kepuasan, dan pahala atas penerapan ilmu dan skill itu.

Jadi bagi Anda yang bekerja sebagai karyawan, jangan batasi skill dan kreativitas Anda. Dimana pun dan kapan pun selalu asah dan pakai skill Anda. Tidak harus di perusahaan/kantor tempat Anda bekerja sekarang !!

How to mirror the rootvg in AIX


This procedure is to assume the rootvg having hdisk0 and we need to take a mirror to hdisk1. 

Pre-Work:

Make sure the hdisk0 and the hdisk1 are in the same size. check the size with the #bootinfo -s hdisk1″ command

Steps:

1. Add hdisk1 to rootvg:
extendvg rootvg hdisk1

2. Mirror rootvg to hdisk1:
mirrorvg rootvg hdisk1 (or smitty mirrorvg)

3. Create boot images on hdisk1:
bosboot -ad /dev/hdisk1

4. Add hdisk1 to the bootlist:

 bootlist -m normal hdisk0 hdisk1 

Validation:

Validation:

 

  • Execute the below commands and ensure that the number of PPs is double than number than LPs.

             # lsvg –l rootvg

 

rootvg:

LV NAME   TYPE       LPs     PPs     PVs  LV STATE      MOUNT POINT

hd5                 boot       1       2       2    closed/syncd  N/A
hd6                 paging     105     210     2    open/syncd    N/A
hd8                 jfs2log    1       2       2    open/syncd    N/A
hd4                 jfs2       16      32      2    open/syncd    /
hd2                 jfs2       40      80      2    open/syncd    /usr
hd9var              jfs2       40      80      2    open/syncd    /var
hd3                 jfs2       40      80      2    open/syncd    /tmp
hd1                 jfs2       16      32      2    open/syncd    /home
hd10opt             jfs2       40      80      2    open/syncd    /opt
Rollback:

1. Un-Mirror rootvg to hdisk0:

unmirrorvg rootvg hdisk1

2. Reduce the hdisk0 from Rootvg

reducevg rootvg hdisk1

3. delete the bootimage from hdisk1

chpv -c hdisk1

4. Add hdisk0 only to the bootlist:

bootlist -m normal hdisk0

 

Downtime details:

·        No downtime required.

SAP ERP 6 EHp 5 Go Live — “Cut Off Project”


Company gw udah implemen SAP (versi R/3 4.7) sejak 2006. Karena versi 4.7 sudah tidak disupport oleh SAP, maka SAP menyarankan untuk melakukan upgrade versi ke ERP 6. SAP ERP 6 ini disupport SAP sampai 2020 (fiuh…lumayan lama…he..he..he..). Selain, pergantian versi SAP, ada perubahan kontrak juga mengenai database server yang digunakan, yaitu dari Oracle ke DB2.

Berangkat dari kebutuhan tersebut dan beban pekerjaan yang sama-sama berat, akhirnya diputuskan untuk melakukan project “cut off”. Artinya data-data yang berada dalam sistem lama (R/3 4.7) tetap dibiarkan berada di sistem lama. Sistem baru (ERP 6) akan mengambil posisi stok terakhir dan opened item termasuk AP, AR, SO, PO, dll.

Project “cut off” ini sudah go live sejak 1 Januari 2013. Server yang baru memiliki spesifikasi yang jauh diatas server yang lama. Spesifikasinya lebih dari 4 kali lipat server yang lama, sehingga saat ini aktivitas transaksi user terasa sangat cepat.

Gw sendiri menikmati proses ini dan sekarang bisa fokus untuk memikirkan project selanjutnya, yaitu mempersiapkan Disaster Recovery Plan.

Start dsmc schedule from command line


To run the schedule command in the background and to keep the client scheduler running, even if you log off your system, enter the following:

nohup dsmc schedule 2> /dev/null &
If a Tivoli Storage Manager password is required for your workstation and you want to run the schedule command in the background, enter the password with the command.

Root User: To start the client scheduler automatically, ensure that the passwordaccess option is set to generate in dsm.sys, then follow the procedure below for your operating system:

For non-z/OS UNIX, add the following entry to the /etc/inittab file:
itsm::once:/usr/bin/dsmc sched > /dev/null 2 >&1 # TSM scheduler

SAP ERP 6 EHP 5 with DB2 10.1


Ya…seperti judul postingan gw diatas. Saat ini gw sedang riset untuk melihat fitur-fitur baru dari DB2 10.1 untuk digunakan sebagai database SAP ERP 6 EHP 5.

SAP baru saja merelease support untuk mendukung penggunaan DB2 10.1. Ada beberapa fitur baru DB2 10.1 yang membuatnya lebih bagus dan lebih istimewa daripada DB2 versi sebelumnya, yaitu versi 9.7 FP5. Fitur-fitur tersebut antara lain :

  1. Adaptive Compression. Fitur ini menyempurnakan fitur kompresi yang sebelumnya sudah ada di versi 9.7. Jika sebelumnya versi 9.7 disebut dengan Deep Compression, dengan keluarnya fitur ini deep compression disebut juga static compression.
  2. Log Compression. Pada versi 9.7, file archive log tidak dicompress, sedangkan di versi 10 ini log bisa dikompres.
  3. Dan beberapa fitur lainnya.

Saat ini gw sedang menaikkan Support Package Level untuk SAP agar bisa memanfaatkan fitur-fitur terbaru dari DB2 10 ini. Dafta lengkap SAP Notes tentang DB2 10.1 ada disini (http://sapbasis.wordpress.com/2012/07/27/ibm-db2-10-1-has-been-supported-by-sap/).

Oracle 11g index key compression for SAP R/3 4.7 almost completed


Setelah akhir bulan April 2012 lalu gw tuntasin pekerjaan untuk upgrade database Oracle dari 10g (10.2.0.4) menjadi 11g (11.2.0.2), maka sejak akhir bulan April dimulailah pekerjaan untuk melakukan kompresi. Index key compression menjadi pekerjaan yang pertama dilakukan.

Dimulai dari beberapa index yang kecil lalu menjangkau index yang lebih besar. Dan sampai hari kemaren (22 Mei 2012) hampir semua index (yang major dan digunakan) sudah terkompress. Masih tersisa 2 index terbesar (ACCTCR~0 dan VBOX~0) yang belum terkompress, index-index tabel yg tidak boleh dikompres seperti index milik tabel CDHDR, CDCLS, VBDATA, dll.

Proses index compression ini sendiri menggunakan tools dari SAP, BRTOOLS 7.20 patch 13 (patch terakhir pada saat tulisan ini dibuat adalah patch 23) dan dilakukan secara online. Hasil dari index key compression sendiri memberikan freespace yang cukup besar, yaitu lebih dari 1,6 TB. Dari sisi performance sendiri terlihat peningkatan performance query yang sangat signifikan karena extent dan block menjadi lebih kecil, penggunaan data buffer menjadi lebih efisien dan bahkan tidak ada peningkatan konsumsi memory dan CPU.

Secara umum, gw sangat satisfied dengan performance dari index key compression di Oracle 11g ini

Rencana upgrade Oracle 9i (9.2.0.7) ke Oracle 11g (11.2.0.3)


Berbekal manual dokumentasi dari SAP (untuk upgrade Oracle 9i ke Oracle 10g dan upgrade Oracle 10g ke Oracle 11g) dan pengalaman melakukan upgrade Oracle 9i ke Oracle 11g di server testing AIX 5.3, akhirnya diputuskan bahwa gw disuruh melakukan upgrade di mesin Dev, QA, dan Production.

Rencana upgrade ini mesti didesain sungguh-sungguh dan penuh perhitungan karena menyangkut server production yang menjadi jantung sistem ERP SAP R/3 4.7 di company gw. Artinya gw mesti mempertaruhkan dan mengerahkan semua kemampuan dan knowledge gw pada project ini.

Perkiraan waktu untuk upgrade dilakukan pada minggu ke-2 atau ke-3 bulan Februari tahun 2012 ini.

Karena project ini sangat krusial, maka gw udah buru-buru membereskan pekerjaan instalasi server DEV dan QA SAP ERP 6.0 with EHP5 milik company yg lain (yg menjadi tanggung jawab gw juga). Gw mau full konsentrasi mempersiapkan tahapan upgrade ini.

Well, semoga project ini berjalan lancar.

Patching AIX 5.3 TL 3 to 5.3 TL 12


Berangkat dari kebutuhan untuk upgrade Oracle 9i (9.2.0.7) yang dipakai sekarang ke Oracle 11g (11.2.0.2), ternyata ada prerequisite di level OS yang perlu diperhatikan. Oracle 11g ini memerlukan AIX 5.3 minimal di level TL 9 SP 1 (AIX 5.3.9.1). Coba ubek-ubek ke fix central di IBM dan ketemu the latest fix pack (TL 12).

Hari Jumat lalu gw udah coba melakukan patch di server testing. So far lancar dan AIX telah naik ke level 5.3.12.1 (AIX 5.3 TL 12 SP 1). Server Dev & QA juga sudah dipatch. Demikian juga Server Apps 1 dan Apps 2.

Tinggal 2 server yang belum dipatch yaitu DB dan Apps 3 (pair hacmp).

Setelah ini tinggal menyiapkan tempat untuk ORACLE_HOME, kebutuhan stage (untuk installer), dll. Semoga pekerjaan bulan depan dapat berjalan lancar.

REMMINA – aplikasi remote dekstop baru di Ubuntu 11.04


Sebelum adanya aplikasi ini, gw biasanya memakai TSClient dan Remote Desktop Viewer untuk melakukan remote ke server-server lain. TSClient biasanya gw pake untuk remote server-server Windows yang berbasiskan Remote Desktop Protocol (RDP) dan aplikasi berbasis XDMCP. Sedangkan Remote Desktop Viewer biasa dipakai gw pake untuk me-remote server atau desktop yang menggunakan protokol VNC.

Sekarang di Ubuntu 11.04, ternyata ada aplikasi baru, yaitu REMMINA (http://remmina.sourceforge.net) yang menyatukan fungsi-fungsi remote yang biasa gw pake. Secara lengkapnya fitur REMMINA adalah sebagai berikut :

Remmina project comes with two separated packages.

Remmina main program:

  • A pure GTK+ 2.0 application!
  • Maintain a list of connection profiles, organized by groups
  • Make quick connections by directly putting in the server address
  • Remote desktops with higher resolutions are scrollable/scalable in both window and fullscreen mode
  • Viewport fullscreen mode: remote desktop automatically scrolls when the mouse moves over the screen edge.
  • Floating toolbar in fullscreen mode, allows you to switch between modes, toggle keyboard grabbing, minimize, etc.
  • Tabbed interface, optionally managed by groups
  • Tray icon, allows you to quickly access configured connection profiles

Remmina plugins: RDP, VNC, NX, XDMCP, SSH, Telepathy.

Ada screemshot-nya juga :

Well, it’s nice software for me as System Administrator.

OLTP Compression Oracle 11g mantap !!


Kemaren mencoba lagi compression untuk jenis OLTP compression di Oracle 11g & SAP R/3 4.7. Table yang dicompress adalah MSEG dengan size 126 GB. Proses compression dengan online reorganization dan parallel table 4 memakan waktu sekitar 3,5 jam (no user login).

Hasilnya table MSEG saat ini hanya berukuran 15 GB. Jadi size berkurang sekitar (126 – 15) 111 GB. Woww…

Kayaknya makin yakin aja neeh untuk segera diterapkan di sistem DEV, QA, dan PRD.