Home » Oracle

Category Archives: Oracle

Un-official Project SAP OSDB Migration done !!


Satu lagi tanggungan gw tahun ini bisa diselesaikan.

Sejak sister company (yang dulu gw maintain) pindah ke hyperconverged Nutanix dan menggunakan Acropolis sebagai hypervisornya, ada satu sistem SAP R/3 4.7 ext 200 yang berjalan di mesin HP rx4640 dengan OS HPUX 11.23 dan database server Oracle 9.2 yang harus dimigrasikan ke mesin Nutanix. Mesin HP rx4640 sudah tidak diperpanjang maintenance supportnya. Sedangkan secara sistem, SAP R/3 4.7 ext 200 ini juga sudah tidak disupport oleh SAP baik instance SAPnya maupun database servernya.

Target menggunakan OS Linux SLES 11 SP 4 dan database server DB2 9.7 FP 5.

Secara garis besar proses migrasi dilakukan sebagai berikur :

  1. Export data-data yang ada di SAP R/3 4.7 ext 200 di mesin HPUX source
  2. Install database server DB2 9.7 di Linux target
  3. Install Central Instance di Linux target
  4. Install Database instance di Linux target dengan memilih System Copy dan hasil export (proses no.1) sebagai data yang diimport.

Proses export berjalan dengan lancar. Problem mulai muncul saat proses no.4 diantaranya :

  1. Proses database load sempat terhenti karena filesystem sapdata penuh. Solusi : extend partisi sapdata dan filesystemnya
  2. Proses database load sempat terhenti lagi karena filesystem online archive log penuh. Solusi : extend partisi dan tambahkan jumlah file LOGARCHIVE second.

Setelah proses import selesai, masih ada masalah lagi yang muncul, yaitu SAP kernel 6.40 yang digunakan tidak mengenali kernel linux 3.0 (yang digunakan SLES 11 SP 4) serta database DB2 9.7. Solusinya adalah download patch SAP kernel 6.40 EX2 versi terakhir (version 414).

Project un-official SAP OSDB migration done by un-certified Basis like me  😀

Pemisahan node hyperconverged ? Good or Bad ?


Berangkat dari posting saya sebelumnya (https://ardhian.wordpress.com/2017/04/10/hyperconverged-infrastructure-good-or-bad/), menurut hemat saya sebaiknya memang antara compute cluster dan storage cluster sebaiknya dipisah.

Kenapa saya berpendapat demikian ? Konsep hyperconverged yang menyatukan compute cluster dan storage cluster kedalam hardware yang sama menimbulkan sedikit confused pada saat proses shutdown dan starting produk ini. Berbeda jika antara compute cluster dan storage cluster dipisah. Proses administrasinya akan lebih mudah dan lebih manageable bagi Admin. terutama jika pada saat-saat tertentu diperlukan proses maintenance (shutdown dan starting).

Produk dari VMware mewakili 2 konsep ini secara terpisah. Produk vSphere (compute cluster) dan vSAN (storage cluster). VMware memang sangat bagus dan saat ini merupakan leader dalam hal ini. Harga license-nya pun cukup mahal. Jika tidak mau membayar mahal, tentu saja ada produk open source yang bisa dipakai, yaitu Proxmox VE. Proxmox VE bisa menjadi compute cluster dan sekaligus bisa difungsikan sebaga storage cluster. Tanpa membayar license sekalipun. Anda hanya perlu membayar biaya hardware dan vendor/freelancer untuk implementasinya. Nah, jika ingi meng-implementasikan Proxmox VE ini, bisa kontak saya ya….

Contact Person :

Ardhian
Email : devratt@yahoo.com
HP/SMS/WA/Telegram : 0853-30356073

Kelebihan dan Kekurangan Proxmox VE


Prosmox VE sebagai salah satu alternatif solusi virtualisasi memiliki beberapa kelebihna sekaligus juga ada beberapa kekurangan :). Berikut yang menurut saya yang menjadi kelebihan Proxmox VE, yaitu

1. Proxmox VE merupakan produk open source. Proxmox VE dapat digunakan secara gratis bahkan oleh siapapun tanpa membayar lisensi, walaupun tidak disarankan untuk server production.
2. Proxmox VE sangat mudah diinstall dan dikonfigurasi.
3. Proxmox VE menggunakan KVM sehingga memudahkan pemanfaatan fitur virtualisasi dari prosesor Intel maupun AMD. Bahkan dengan fitur Live Migration-nya, Anda dapat dengan mudah memindahkan VM dari host berprosesor Intel ke host berprosesor AMD dan sebaliknya tanpa kesulitan.
4. Proxmox VE mendukun cukup banyak host dalam satu cluster. Sampai versi 4.3, cluster Proxmox VE mendukung sampai 32 host. Masih jauh jika dibandingkan jumlah host yang didukung oleh VMware vSphere maupun Microsoft Hyper-V.
5. Proxmox VE tidak hanya mendukung solusi virtualisasi penuh berbasis Virtual Machine (VM) tetapi juga virtualisasi berbasis container. Container yang disupport saat ini adalah Linux Container (LXC). Proxmox VE sebelum versi 4.x mendukung solusi container dari OpenVZ. Solusi berbasis container ini juga menjadi kelebihan yang tidak dimiliki oleh solusi virtualisasi lain seperti VMware vSphere maupun Hyper-V.
6. Proxmox VE juga mendukung fitur HA secara out of the box. Konfigurasi HA pun sangat mudah.
7. Host-host dalam cluster Proxmox pun tidak harus memiliki resource dan prosesor yang sama. Artinya hal ini sangat memudahkan perusahaan jika ingin tetap memakai hardware-hardware lama mereka tanpa harus melakukan investasi hardware baru.

Kekurangan Proxmox VE menurut saya antara lain :

1. Tidak (atau belum) mendukung DRS (Distributed Resource Scheduler). Artinya distribusi workload antara host-host dalam satu cluster harus dilakukan secara manual. Sampai saat ini Proxmox VE belum mendukung DRS. Menurut saya, ini adalah kekurangan yang paling fatal. Padaha solusi lain yang sama-sama berbasis KVM seperti RHEV dari Redhat telah mendukung DRS.
2. Kekurang lainnya adalah performance Proxmox belum maksimal dan masih jauh dibandingkan dengan solusi virtualisasi lain seperti VMware ESX, Microsoft Hyper-V maupun Oracle VM.

Services Instalasi, Konfigurasi, dan Training Virtualisasi Proxmox VE


Apa itu Proxmox VE ?

Proxmox VE (Virtual Environment) merupakan distro khusus untuk virtualisasi yang dibangun dari basis distro Debian minimal dan berjalan dalam modus teks. Meski berbasis teks, proses manajemen Proxmox Virtual Environment mudah dilakukan melalui akses web, termasuk melakukan instalasi sistem dengan menggunakan teknologi VNC.

Proxmox merupakan salah satu teknologi alternatif selain VMware dan Xen, sangat cocok untuk development ataupun production. Bagi para Sysadmin yang ingin melakukan development atau membangun lab sendiri namun terkendala dalam hal lisensi, proxmox merupakan salah satu alternatif. Selain free, fitur yang ditawarkan juga tidak kalah dari teknologi virtualisasi lain.

Beberapa produk teknologi virtualisasi antara lain VMware vSphere, Oracle VM, Citrix Xen Server, Redhat RHEV, dan lain-lain.

Layanan yang kami berikan sebagai berikut :

Layanan Instalasi dan Konfigurasi Proxmox VE (more…)

Whereever and Whenever, It should be OK !!


Kemampuan dan skill seseorang akan luntur apabila tidak pernah atau jarang digunakan atau diaplikasikan. Sama halnya dengan skill dalam bekerja.
Kadang gw juga merasa begitu. Apabila misal di kantor sedang tidak ada projek atau pekerjaan hanya rutinitas, maka biasanya gw lebih sering menyibukkan diri dengan melakukan eksperimen atau lebih sering disebut “ngoprek”. Apa saja terutama berkaitan dengan minat gw. Skill berkaitan dengan Linux, networking, SAP, maupun database server seperti Oracle dan DB2 harus terus diasah. Tidak masalah apabila skill, kemampuan, dan ilmu sampeyan tidak terpakai di kantor, tetapi bisa diterapkan/diaplikasikan/diberdayakan di tempat lain. Toh Anda tetap mendapatkan manfaat berupa materi, kepuasan, dan pahala atas penerapan ilmu dan skill itu.

Jadi bagi Anda yang bekerja sebagai karyawan, jangan batasi skill dan kreativitas Anda. Dimana pun dan kapan pun selalu asah dan pakai skill Anda. Tidak harus di perusahaan/kantor tempat Anda bekerja sekarang !!

SAP ERP 6 EHp 5 Go Live — “Cut Off Project”


Company gw udah implemen SAP (versi R/3 4.7) sejak 2006. Karena versi 4.7 sudah tidak disupport oleh SAP, maka SAP menyarankan untuk melakukan upgrade versi ke ERP 6. SAP ERP 6 ini disupport SAP sampai 2020 (fiuh…lumayan lama…he..he..he..). Selain, pergantian versi SAP, ada perubahan kontrak juga mengenai database server yang digunakan, yaitu dari Oracle ke DB2.

Berangkat dari kebutuhan tersebut dan beban pekerjaan yang sama-sama berat, akhirnya diputuskan untuk melakukan project “cut off”. Artinya data-data yang berada dalam sistem lama (R/3 4.7) tetap dibiarkan berada di sistem lama. Sistem baru (ERP 6) akan mengambil posisi stok terakhir dan opened item termasuk AP, AR, SO, PO, dll.

Project “cut off” ini sudah go live sejak 1 Januari 2013. Server yang baru memiliki spesifikasi yang jauh diatas server yang lama. Spesifikasinya lebih dari 4 kali lipat server yang lama, sehingga saat ini aktivitas transaksi user terasa sangat cepat.

Gw sendiri menikmati proses ini dan sekarang bisa fokus untuk memikirkan project selanjutnya, yaitu mempersiapkan Disaster Recovery Plan.

Oracle 11g index key compression for SAP R/3 4.7 almost completed


Setelah akhir bulan April 2012 lalu gw tuntasin pekerjaan untuk upgrade database Oracle dari 10g (10.2.0.4) menjadi 11g (11.2.0.2), maka sejak akhir bulan April dimulailah pekerjaan untuk melakukan kompresi. Index key compression menjadi pekerjaan yang pertama dilakukan.

Dimulai dari beberapa index yang kecil lalu menjangkau index yang lebih besar. Dan sampai hari kemaren (22 Mei 2012) hampir semua index (yang major dan digunakan) sudah terkompress. Masih tersisa 2 index terbesar (ACCTCR~0 dan VBOX~0) yang belum terkompress, index-index tabel yg tidak boleh dikompres seperti index milik tabel CDHDR, CDCLS, VBDATA, dll.

Proses index compression ini sendiri menggunakan tools dari SAP, BRTOOLS 7.20 patch 13 (patch terakhir pada saat tulisan ini dibuat adalah patch 23) dan dilakukan secara online. Hasil dari index key compression sendiri memberikan freespace yang cukup besar, yaitu lebih dari 1,6 TB. Dari sisi performance sendiri terlihat peningkatan performance query yang sangat signifikan karena extent dan block menjadi lebih kecil, penggunaan data buffer menjadi lebih efisien dan bahkan tidak ada peningkatan konsumsi memory dan CPU.

Secara umum, gw sangat satisfied dengan performance dari index key compression di Oracle 11g ini

Tahap persiapan instalasi SAP ERP 6.0 with EHP5 included


Sebelum instalasi ada 2 tahap yang perlu dijalankan, yaitu OS Preparation dan Create OS User and Groups.

Berikut adalah tahapan-tahapan dan OS Preparation.

Klik Installer dan pilih Software Life-cycle Options – Additional Preparation Options – Prerequisites Check

https://i2.wp.com/farm8.staticflickr.com/7189/6954586943_22a375dd55_z.jpg

Klik NEXT.

https://i2.wp.com/farm8.staticflickr.com/7048/6808478792_cea2b82fb7_z.jpg

Informasi respon file yang akan dicek. Klik NEXT. (more…)

Step by Step Instalasi SAP ERP 6.0 with EHP 5 included


Sesuai dengan permintaan yang masuk ke email gw dan sekaligus sebagai dokumentasi bagi gw sendiri dan temen-temen, gw upload dan berikan step by step instalasi SAP ERP 6.0 with EHP 5 included. Instalasi ini dijalankan di OS SuSE Enterprise 11 SP1 (silakan download di situs nya Novell, gratis kok).

Set beberapa environment seperti LD_LIBRARY_PATH, SAPINST_JRE_HOME, JAVA_HOME, DISPLAY, dan umask.

Jalankan file exe ./sapinst

https://i2.wp.com/farm8.staticflickr.com/7190/6945404693_277f0a8f55_z.jpg

Pilih Central System karena gw hanya menginstall di 1 server aja untuk menangani Central Instance sekaligus Database Instance. Klik NEXT.
(more…)

Rencana upgrade Oracle 9i (9.2.0.7) ke Oracle 11g (11.2.0.3)


Berbekal manual dokumentasi dari SAP (untuk upgrade Oracle 9i ke Oracle 10g dan upgrade Oracle 10g ke Oracle 11g) dan pengalaman melakukan upgrade Oracle 9i ke Oracle 11g di server testing AIX 5.3, akhirnya diputuskan bahwa gw disuruh melakukan upgrade di mesin Dev, QA, dan Production.

Rencana upgrade ini mesti didesain sungguh-sungguh dan penuh perhitungan karena menyangkut server production yang menjadi jantung sistem ERP SAP R/3 4.7 di company gw. Artinya gw mesti mempertaruhkan dan mengerahkan semua kemampuan dan knowledge gw pada project ini.

Perkiraan waktu untuk upgrade dilakukan pada minggu ke-2 atau ke-3 bulan Februari tahun 2012 ini.

Karena project ini sangat krusial, maka gw udah buru-buru membereskan pekerjaan instalasi server DEV dan QA SAP ERP 6.0 with EHP5 milik company yg lain (yg menjadi tanggung jawab gw juga). Gw mau full konsentrasi mempersiapkan tahapan upgrade ini.

Well, semoga project ini berjalan lancar.