Home » 2017 » March

Monthly Archives: March 2017

Ganti Kabel Speedometer plus ganti olie Honda Beat 2012


Sudah sejak beberapa waktu lalu, kabel speedometer motor Honda Beat gw putus. Karena belum ada waktu senggang, gw biarin dulu. Kemaren mumpung hari libur Nyepi, gw sempatin ke bengkel sekalian mau ganti olie mesin. Sebelumnya gw pake olie mesin Federal Matic 30 (FYI, kalo Federal Matic 40 biasanya untuk motor Yamaha matic).

Sesaat setelah sampai di bengkel AHASS deket rumah, gw lihat antrian cukup banyak karena memang gw datang jam 9 lebih. Akhirnya gw putuskan ke bengkel sebelahnya, bengkel Federal Oil Center (yang menyatu dengan bengkel AHASS tersebut), yang sepertinya kedua bengkel itu dimiliki oleh orang yang sama.

Langsung deh dieksekusi oleh mas teknisi-nya. Kabel speedometer lama langsung dicopot dan diganti oleh teknisi-nya. Untuk olie motor, gw lihat-lihat lagi, karena olie Federal Matic 30 yang gw pakai saat ini gak begitu enak. Laju motor cenderung berat. Harga olie Federal Matic 30 sekitar 35 ribu.  Akhirnya gw putusin untuk mencoba olie Castrol Power1 matic dengan API 10W40 dengan harga 40 ribu. Untuk kabel speedometer plus pasang ditebus dengan 65 ribu. Jadi totalnya habis 105 ribu.

Kesan pertama pakai olie Castrol Power1 matic ini. Tarikan enteng (baru ganti sih ya…). Tinggal dilihat nanti jika sudah mendekati 2000 km. Rencana olie ini akan gw pakai sampai 2000 km.

Don’t Judge the book by the cover


Astagfirullah…

Hari ini diingatkan kembali untuk selalu bersyukur dan merendah. Buang jauh-jauh biji kesombongan yang mungkin ada di hati ini. Astagfirullah…

Pagi tadi, seperti biasa saya jalan-jalan di luar rumah bersama si bungsu yang comel. Kebetulan sekali tukang sate keliling yang biasanya lewat. Ayyub langsung minta beli sate untuk lauk sarapan pagi.

“Sate sepuluh tusuk, pak”

Sambil mengayunkan kipas sate bambunya, Pak sate bertanya.

“mobil kecil gini harga berapa ?” tanya Pak sate.

“sekitar 100-an, pak” jawabku.

“Kemaren saya barusan ambil mobil. DP 50 juta, cicilan 5,2 juta” kata Pak sate.

“Selama berapa tahun pak ?” tanya ku karena saya berpikir kok mahal sekali. Asumsi saya dia beli mobil yang sama.

“Selama 5 tahun” kata Pak Sate.

“Bapak ambil mobil apa ?” tanyaku sekali lagi.

“Asienta” kata Pak Sate.

“Ohhh….Sienta” kataku. Dalam hatiku, Pak Sate ini orang yang sangat berada. Terbukti mampu dan berani beli Toyota Sienta seharga di kisaran 240 juta. Ternyata dia selain jualan sate keliling, juga punya usaha depot, kos dan kontrakan. Memang kita tidak bisa menilai orang dari penampilannya. “Don’t judge the book from its cover”