Home » 2014 » October

Monthly Archives: October 2014

Step by step instalasi DB2 10.5 FP4 di SLES 11 SP 3


Versi terbaru DB2 10.5 yang disupport oleh SAP saat ini adalah DB2 10.5 FP 4. Berikut step by step instalasi disertai screenshot.

Sebelum melakukan instalasi, siapkan dulu OS-nya (dalam hal ini saya pake SuSE Linux Enterprise Server 11 SP 3). Untuk lebih memperlancar proses instalasi, maka saya lakukan prerequisite check terlebih dahulu.

Hasil prereqcheck :

Start instalasi dengan db2setup. (more…)

Tuning Browser Performance dengan Profile-Sync-Daemon


Setelah melakukan tuning di sisi direktori sementara (temporary directory, /tmp, sekarang gw mencoba melakukan tuning sekali lagi pada sisi akses profile browser. Gw pake beberapa browser (Firefox, Google-Chrome, dan Opera), namun gw hanya akan melakukan tuning di Firefox aja. Sebenarnya bisa semua profile browser, tapi hanya akan membebani RAM karena gw sekali lagi akan memanfaatkan tmpfs yang seperti diketahui sangat bergantung pada RAM.

Ada script kecil yaitu profile-sync-daemon yang dapat melakukan itu semua. Cukup mudah instalasinya di Ubuntu dan turunannya.

sudo add-apt-repository ppa:graysky/utils
sudo apt-get update
sudo apt-get install profile-sync-daemon

(more…)

Setting Up a NFS Server on Top of tmpfs /dev/shm


tmpfs has blazing speed. Why not set up a high speed NFS server on top of tmpfs?

A little trick is required for setting NFS server on top of /dev/shm. If we add a normal entry in /etc/export and them run

# exportfs -a

exportfs will give us a warning like this: exportfs: Warning: /dev/shm requires fsid= for NFS export

When we try to mount this NFS server, we may get a error message from mount: mount.nfs: access denied by server while mounting nfsserver:/dev/shm

How to solve this problem? Just add the option fsid=1 to the /dev/shm entry in /etc/exports:

/dev/shm 10.0.0.1/24(rw,fsid=1,sync)

and remember to execute # exportfs -a again.

Then nfsserver:/dev/shm can be mounted in 10.0.0.1/24.

Linux Tuning : Memanfaatkan tmpfs


Setelah gw menggunakan fitur zram dalam host linux di notebook yang gw gunakan untuk bekerja sehari-hari dan menggunakan btrfs sebagai file system untuk data, kali ini gw mencoba untuk melakukan tuning performance sekali lagi. Kali ini gw memanfaatkan file system virtual, tmpfs yang secara default sudah disupport oleh kernel Linux.

Sebagaimana  kita tahu bahwa pada beberapa direktori seperti /tmp dan /var/tmp/ adalah direktori temporari yang digunakan oleh sistem Linux untuk menyimpan file dan direktori secara temporary. Pada saat Linux akan di-shutdown, maka direktori temporari tersebut akan di-clear dan dihapus termasuk isi-nya. Nah, berangkat dari pengertian itu, maka akan lebih baik jika direktori dan isi-nya tersebut ditempatkan di RAM. Akses RAM lebih cepat daripada akses ke disk.

Disclaimer : Gw hanya menyarankan untuk digunakan di notebook ataupun desktop. Tidak disarankan digunakan di server karena tuning kali ini belum menyertakan skrip untuk mem-flush / menuliskan isi direktori tersebut ke disk.

(more…)

Review Nakivo Backup and Replication


Salah satu software backup VM yang paling menyita perhatian saat ini adalah Nakivo Backup and Replication (kita sebut saja NBR). NBR ini tersedia dalam installer Windows maupun Linux. NBR sangat mudah diinstall, konfigurasi, maupun penggunaaannya. Sangat intutitif dengan tampilan web.

Selain tersedia untuk versi Free, NBR juga menyediakan versi NFR (Not For Resale). NBR dengan lisensi NFR merupakan versi Enterprise, hanya dibatasi jumlah socket yang disupport, yaitu 2.

Fitur-fitur NBR antara lain : (more…)

Solusi Hyper Converged System Nutanix


Sejak didirikan pada tahun 2009, Nutanix telah berkembang dengan pesat. Hal ini berkat solusi hyperconverged yang ditawarkan. Nutanix sendiri membawa teknologi arsitektur scale out yang digunakan di Google, Facebook, dan Oracle untuk dibawa ke dunia IT level menengah. Perusahaan merupakan yang pertama yang menawarkan infrastruktur penyimpanan dan komputasi sederhana secara radikal untuk implementasi virtualisasi kelas perusahaan tanpa penyimpanan jaringan yang mahal dan rumit (SAN atau NAS).

Didirikan dengan teknik arsitektural yang digunakan dalam sistem infrastruktur inti di Google, Nutanix Complete Cluster’s mengkonversi komputasi dan arsitektur penyimpanan bisa dibesarkan skalanya untuk mengelola petabytesdata dan bersamaan menjalankan ribuan mesin-mesin virtual dan bertujuan memunculkan inovasi di industri virtualisasi mulit miliar dollar AS.

Sejak muncul ke publik di bulan April 2011, Nutanix mengumpulkan $71 juta dalam 3 putaran pendanaan dari top tier VC yang mencakup Kholsa Ventures, Lightspeed Venture Partners, Goldman Sachs, Battery Ventures dan Blumberg Capital. Nutanix telah dinobatkan sebagai “Top 50 Cloud Innovators” Gigaom dan memenangkan penghargaan 2011 Best of VMworld Gold.

Teknologi yang digunakan oleh Nutanix dapat menjalankan hypervisor apapun yang telah menjadi standar industri TI saat ini seperti VMware ESX-i, Microsoft Hyper-V ataupun KVM. Diatas hypervisor-hypervisor inilah, Nutanix Controller VM di-deploy sebagai sebuah virtual mesin. CVM ini yang akan melayani service I/O untuk hypervisor dan VM-VM yang berada diatasnya. Node-node Nutanix membentuk sebuah platform komputasi terdistribusi yang disebut “Nutanix Distributed Filesystem ” (NDFS). NDFS inilah yang akan diberikan ke hypervisor sebagai sebuah NFS, iSCSI, ataupun SMB block. NDFS akan terlihat oleh hypervisor sebagai sebuah array storage. Semua I/O untuk storage array ini akan dihandle untuk bisa memmberikan performance terbaik.