Home » Article » Pelajaran kasus Flash sale Xiaomi Redmi 1S di Lazada

Pelajaran kasus Flash sale Xiaomi Redmi 1S di Lazada

Pages

September 2014
M T W T F S S
« Jun   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

RSS Link

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Twitter Updates

Blog Stats

  • 345,754 hits

Archives

Pengunjung


Belajar dari pengalaman flash sale Xiaomi Redmi 1S di Lazada pada tanggal 4 September 2014 lalu, kita memetik pelajaran yang sama dan selalu menemui masalah yang selalu terulang di situs-situs Indonesia. Rata-rata tidak dipersiapkan untuk menghadapi hit yang tinggi alias ekstrem pada jam-jam tertentu. Masih hangat di pengguna web bagaimana situs pendaftaran CPNS yang dihandle kementerian PAN (http://panselnas.menpan.go.id) tewas dengan sukses karena tidak mampu menangani hit yang sangat banyak, bagaimana situs KPU down setelah dihit user yang ingin mengetahui hasil perhitungan KPU tentang pilpres 2014, bagaimana situs penerimaan peserta didik (SD/SMP/SMA) di Surabaya yang juga pernah tewas dengan sukses.

Lalu bagaimanakah dengan situs-situs di luar negeri ? Xiaomi juga menggunakan sistem flash sale saat memasarkan smartphone-nya di Singapura, India, maupun negeri leluhurnya, Tiongkok. Kenapa situs yang menangani flash sale tersebut tidak down ? Jawabannya adalah karena mereka telah mempersiapkan dengan baik. Mereka bisa memperkirakan berapa member yang akan melakukan hit saat flash sale dan kemungkinan juga memberikan spare resource yang cukup baik CPU, memory maupun koneksi bandwidth. Mungkin juga mereka menggunakan load balancer baik di sisi web server maupun sisi database-nya.

Dilihat dari pengalaman ini, maka pemilihan aplikasi web server dan database server akan sangat menentukan kesuksesan sebuah situs e-commerce.

Berikut perbandingan beberapa aplikasi web server :

Apache

  • Home Page: http://httpd.apache.org/
  • Cost: Open source, free, no licensing fees
  • Advantages:
    • Is flexible because of ability to pick and choose various modules
    • Has enhanced security (notable, because vulnerabilities typically are attacked in Windows-based machines)
    • Has strong user-community support
    • Runs on UNIX, Windows, Linux, Mac OS
  • Disadvantage:
    • Is a process-based server, which means each simultaneous connection requires a thread that can incur significant overhead
  •  Popular Sites Using It: Baidu, Wikipedia, PayPal, Apple, Huffington Post

Microsoft IIS

  • Home Page: http://www.iis.net/
  • Cost: Comes with Windows (could mean increased costs through licensing)
  • Advantages:
    • Is supported by Microsoft
    • Provides access to .NET framework & ASPX scripts
    • Integrates with other Microsoft services (Active Directory, MS SQL server, ASP, etc.)
  • Disadvantage:
    • Isn’t able to customize as much as open-source web servers
  • Popular Sites Using It: (mainly Microsoft properties) Live.com, Bing.com, Microsoft, MSN, Barbie.com

NGINX

  • Home Page: http://wiki.nginx.org/Main
  • Cost: Free (open source)
  • Advantages:
    • Is known for speed and for being a reverse-proxy server
    • Is an event-based server, which enables high performance and scale
    • Is potentially better for a VPS (Virtual Private Server) environment
  • Popular Sites Using It: WordPress.com, Pinterest, Tumblr, Instagram, CNet, Meetup.com, Weibo, Time.com

LiteSpeed

Google Web Server (GWS)

Walaupun dalam beberapa survey, Apache masih memegang jumlah tertinggi aplikasi web server yang paling populer, namun beberapa aplikasi web server lain juga layak diperhitungkan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: