Home » 2011 » November

Monthly Archives: November 2011

Perawatan Berkala Nissan GL


Dari Forum Kaskus (http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2052628&page=119) :

Perkiraan Total Biaya Perawatan Utama (parts + jasa + VAT 10%):
-updated Juni 2008 from NMI (Nissan)-

GL 1.5 MT = Rp 8.029.450 / 100.000 km
010.000 km : Rp 0.497.750
020.000 km : Rp 0.651.750
030.000 km : Rp 0.497.750
040.000 km : Rp 1.428.900
050.000 km : Rp 0.497.750
060.000 km : Rp 0.651.750
070.000 km : Rp 0.497.750
080.000 km : Rp 1.428.900
090.000 km : Rp 0.497.750
100.000 km : Rp 1.379.400

GL 1.5 AT = Rp 7.897.450 / 100.000 km
010.000 km : Rp 0.497.750
020.000 km : Rp 0.651.750
030.000 km : Rp 0.497.750
040.000 km : Rp 1.221.000
050.000 km : Rp 0.497.750
060.000 km : Rp 0.913.550
070.000 km : Rp 0.497.750
080.000 km : Rp 1.221.000
090.000 km : Rp 0.497.750
100.000 km : Rp 1.401.400

GL 1.8 MT = Rp 8.650.950 / 100.000 km
010.000 km : Rp 0.551.100
020.000 km : Rp 0.705.100
030.000 km : Rp 0.551.100
040.000 km : Rp 1.518.550
050.000 km : Rp 0.551.100
060.000 km : Rp 0.705.100
070.000 km : Rp 0.551.100
080.000 km : Rp 1.518.550
090.000 km : Rp 0.551.100
100.000 km : Rp 1.448.150

GL 1.8 AT = Rp 8.424.350 / 100.000 km
010.000 km : Rp 0.551.100
020.000 km : Rp 0.705.100
030.000 km : Rp 0.551.100
040.000 km : Rp 1.274.350
050.000 km : Rp 0.551.100
060.000 km : Rp 0.966.900
070.000 km : Rp 0.551.100
080.000 km : Rp 1.274.350
090.000 km : Rp 0.551.100
100.000 km : Rp 1.448.150

Dari Web Nissan (http://www.nissan.co.id/id/web/news/news_10143.htm) :

2010 04 15 : TOTAL BIAYA OPERASIONAL GRAND LIVINA

Grand Livina Low Operational Cost

 

Murahnya biaya operasional mobil tidak hanya ditentukan dari kehematan bbm. Biaya perawatan juga memegang peran penting.

Bagi sebagian orang, mobil adalah salah satu kebutuhan hidup utama. Sama halnya seperti kebutuhan hidup lainnya, biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan sebuah mobil sebaiknya seminim mungkin. Biaya operasional ini tidak hanya bahan bakar, namun juga perawatan.

Biaya operasional yang murah ini ditawarkan oleh Nissan Grand Livina. Makanya wajar jika sejak diluncurkan hingga saat ini, Grand Livina telah meraih banyak penghargaan dari berbagai media cetak sebagai MPV terbaik di Indonesia. Bahkan, penghargaan sebagai “mobil teririt” terus berhasil dipertahankan oleh Grand Livina.

Bagaimana dengan biaya operasional dari Grand Livina?

Nissan selalu berusaha menciptakan suatu produk benilai tinggi bagi customer. Bukan hanya dari sisi performa dan desain, namun juga biaya operasional yang hemat.

Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik Grand Livina selama penggunaan. Didalamnya terdapat biaya service setiap interval 10.000 km yang tercatat dalam buku servis, dan biaya bahan bakar.

Untuk Grand Livina 1.5 XV M/T, total biaya operasional selama pemakaian 5 tahun atau 100.000km hanya menghabiskan dana sebesar Rp 397/km.

Angka ini didapat dari perpaduan anntara biaya perawatan berkala untuk Grand Livina 1.5 XV M/T dengan harga suku cadang yang terjangkau, plus konsumsi penggunaan bahan bakar yang sangat irit. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel perawatan Grand Livina 1.5 XV M/T :


Total biaya operasional diatas sudah termasuk PPN
Perhitungan ini dilakukan pada bulan April 2010
Harga periodic maintenance dapat berubah sewaktu-waktu

Dengan asumsi pemakaian 10.000 km setiap 6 bulan dan konsumsi pemakaian bahan bakar 13.9 km/l (1 liter untuk setiap 13,9 km berdasarkan data konsumsi bahan bakar yang diambil dari tes kombinasi atau pemakaian normal daerah DKI Jakarta pada majalah Autobild 2007 di artikel “Bintang Baru MPV”), berhasil didapatkan total biaya operasional per km untuk 5 tahun atau 100,000km pemakaian menjadi seperti dibawah ini :



Nah, terbukti bahwa perhitungan diatas mencerminkan lengkapnya paket yang ditawarkan oleh Grand Livina kepada para penggunanya. Dengan total biaya operasional hanya Rp 397/km, Grand Livina begitu hemat dalam segala hal dibandingkan dengan para pesaingnya. Sangat wajar jika Grand Livina terus mendapatkan predikat sebagi mobil teririt. Bukan hanya dari penggunaan bahan bakarnya saja, biaya perawatannya pun sangat rendah.

Lowongan : IT Supervisor di DHL Surabaya


DHL Supply Chain is the global leader in supply chain management, providing customer-focused solutions to a wide range of industries. Its comprehensive range of innovative logistics solutions encompasses the complete supply chain from design and consulting through warehousing and distribution services to integrated information management and e-commerce support.

Due to our progressive expansion, particularly in the logistic business, we are seeking highly motivated individuals to join our innovative team for the position as mentioned below.

IT Supervisor
Surabaya (Jawa Timur)

Responsibilities:

  • To support activities that related with IT Department to ensure the continuous operation of the
  • Warehouse.

Requirements:

  • Minimum D3 from Reputable University, prefer from Computer science, Informatics Technology
  • Good knowledge of Desktop and Server technology, especially on Microsoft Product
  • Good knowledge of Networking (LAN/WAN)
  • Good knowledge of troubleshooting hardware (Printer, Desktop, etc)
  • Preferable has knowledge in Open Source Technology (Linux)
  • Preferable has knowledge in web programming (ASP / PHP) and desktop programming
  • Preferable has knowledge in Database (MS. SQL / mySQL)
  • Good analytical skill, independent, hard work, able to work individual or in a team, willing to work on shift if necessary.
  • Good communication skill, both English and Bahasa, verbal and written
  • Independent and able to work under minimum supervision
  • Domicile / willing to be stationed in Surabaya.

Please send your resume not later than 7 (seven) days after this advertisement to :

Recruitment
DHL Supply Chain

E-mail : recruitment.id@dhl.com

Bagi yang membutuhkan, silakan kirim lamaran ASAP.

Performance Tuning database server Oracle 9i….Damn, I’m Good !!


Sudah 2 minggu terakhir ini gw berkutat dengan performance tuning untuk database server. Database server sistem ERP SAP R/3  4.7 mengalami degradasi performance. Alhasil, gw di-komplain kanan kiri dah sama user-user.

Solusi pertama adalah gw cek di penggunaan data buffer cache. Gw coba menaikkan db_cache_size dari 7 GB menjadi 10 GB. Ternyata cara ini tidak menolong sama sekali.

Gw coba cara lain yaitu menaikkan parameter pga_aggregate_target untuk melihat respon proses-proses yang dilakukan user. Size pga_aggregate_target sebelumnya 4 GB menjadi 6 GB. Cara ini lumayan meningkatkan performa walaupun tidak signifikan.

Gw sempet hopeless….dah…

Akhirnya puter-puter cari info untuk checking-checking performance. Dilihat dari hasil statistik gw melihat bahwa akses ke disk sangat tinggi dan bahkan penggunaan CPU ikut-ikutan naik dan memperparah performance sistem. Akhirnya gw coba melokalisir beberapa table untuk dilakukan cek statistics baik table maupun indexnya. Beberapa table yang sering diakses serta table-table yang besar gw lakukan update statistics. Update statistics ini dilakukan pada malam hari. Untuk update statistics ini gw sangat tertolong dengan whitepaper SAP untuk CBO Oracle. Proses update statistics gw lakukan secara estimate dan mengambil sample size tergantung jumlah row dari table tersebut.

Cara-cara ini ternyata berhasil menyelesaikan problem gw. Gw udah terima acknowledgement dari end user bahwa performa sistem kembali ok dan semakina ciamik.

Damn, I’m good !! (dalam hati gw)..

List of all Oracle Server Parameters


for Oracle 9i and 10g, Green = New in 10g

 Grey  = Valid in 9i but dropped (or hidden) in 10g
        Bold  = Static Parameter - change in Pfile/SPfile
        Normal= Dynamic Parameter - change in Pfile/SPfile/ALTER SYSTEM/SESSION

   PARAMETER                       DESCRIPTION
  ------------------------------  ----------------------------------------
   ACTIVE_INSTANCE_COUNT  = int   Active instances in the cluster
   AQ_TM_PROCESSES = int          Number of AQ Time Managers to start
   ARCHIVE_LAG_TARGET = int       Max no. seconds of redos the standby could lose
 asm_diskgroups = string        Disk groups to mount automatically
   asm_diskstring = string        Disk set locations for discovery
   asm_power_limit = int          Number of processes for disk rebalancing
   AUDIT_FILE_DEST = 'directory'  Directory in which auditing files are to reside AUDIT_SYS_OPERATIONS = {TRUE|FALSE} AUDIT_TRAIL = {NONE | FALSE | DB | TRUE | OS} Enable system auditing 9i
 AUDIT_TRAIL = {NONE | DB | DB_EXTENDED| OS} Enable system auditing 10g
 BACKGROUND_CORE_DUMP = {PARTIAL | FULL} 
   BACKGROUND_DUMP_DEST = 'path or directory'

(more…)