Home » 2011 » May

Monthly Archives: May 2011

Salary Information di lowongan kerja Indonesia


Informasi salary atau gaji masih menjadi hal yang tabu di Indonesia. Perusahaan masih tidak jelas memberikan keterangan tentang salary/gaji untuk pekerjaan-pekerjaan yang sedang lowong di internal mereka. Mungkin karena budaya timur yang masih dianut kental di Indonesia. Namun, bisa juga ini merupakan salah satu strategi bagi perusahaan untuk menekan salary/gaji pegawai yang bersangkutan untuk serendah mungkin.

Menurut pendapat gw, salary/gaji perlu diberikan informasi yang proporsianal. Malah kalau perlu dicantumkan di lowongan yang diiklankan di situs-situs pencari kerja. Jadi untuk lowongan kerja A ada deskripsi pekerjaan yang jelas, tanggung jawab dan wewenang, serta range salary/gaji yang jelas. Hal ini untuk memudahkan para pencari kerja.

Perusahaan tidak mau mencantumkan salary/gaji didalam lowongan kerja, kemungkinan besar karena perusahaan tersebut takut bersaing dengan perusahaan lain yang mencari resource yang sama tapi menawarkan salary/gaji/renumerasi yang lebih baik. Bisa juga karena perusahaan hendak menekan para job seeker (yang notabene butuh banget pekerjaan itu) agar cost salary/gaji seminimal mungkin.

Tapi ada efek buruk apabila perusahaan tidak memberikan indikasi range salary/gaji yang jelas antara lain perusahaan tidak akan mendapatkan employee yang tepat untuk mengisi lowongan tersebut dan lebih cenderung mendapatkan employee yang fresh/kurang matang. Akibatnya adalah employee yang kurang sesuai akan melakukan pekerjaan yang dimaksud dengan tidak optimal. Perusahaan malah harus keluar cost lagi untuk men-training employee tersebut.

Bagi perusahaan, silakan pilih cantumkan range salary/gaji untuk setiap job/pekerjaan yang Anda iklankan dan mendapatkan employee yang sesuai dengan kebutuhan atau tidak mencantumkannya dan Anda mendapatkan employee yang kurang matang dan harus men-training mereka lagi ? Silakan tentukan sendiri !!

Free hosting on 000webhost.com


Maybe you have heard about free hosting from many sites. Not all of them are free or reliable. But, wait until you read about my posting here.

I have free host my websites (personal blog actually) on 000webhost.com for couple years. And currently, this sites still alive and have gave me a lot of fascilities on free way.

Right now (starting for this year, 2011) 000webhost.com has improved many features on their fascilities including a lot of isntaller script on Fantastico Autoinstaller.  You may not believe this. Used to be, 000webhost.com just only gave me 4 (four types of script such as wordpress, joomla, and couple things. But now, they have improved it with almost all Fantastico Autoinstaller script just like commercial hosting. All of them come for free.

Don’t waste your money and time with commercial hosting !! Just sign up here on 000webhost.com and prove it by yourself.

 

Virtualization on Redhat Enterprise Linux (RHEL)


Baru ngeh setelah dapet link informasi tentang virtualisasi yang disupport oleh RHEL. Ternyata mulai dari RHEL 5, Redhat sudah mulai memakai teknologi virtualisasi KVM dan bukan lagi XEN.

Berikut perbandingan fiturnya :

Virtualization Limits for Red Hat Enterprise Linux (RHEL) Hypervisors

a) RHEL5 KVM and Xen Virtualization
b) RHEL6 KVM Virtualization
c) Red Hat Enterprise Virtualization (RHEV-H)

Red Hat Enterprise Linux Technology capabilities and limits (supported[/theoretical])[1]

RHEL 5 XEN x86 RHEL 5 XEN x64 RHEL 5 KVM RHEL 6 KVM
Maximum number of cores in host
32 [2] 128 96 128 / 4096
Maximum memory in host
N/A N/A 1TB 2TB / 64TB
Maximum number of virtual CPUs in paravirtualized guest
x86 32 [2] 32 [2] N/A N/A
x86_64 N/A 32 [2] N/A N/A
Maximum memory in paravirtualized guest (x86)
x86 16 16 N/A N/A
x86_64 N/A 16 N/A N/A
Maximum number of virtual CPUs in fully virtualized guest
x86 32 [2] 32 [2] 16 64
x86_64 N/A 32 [2] 16 64
Maximum memory in fully virtualized guest
x86 7.9 80 256 256
x86_64 N/A 80 256 256[3]

The RHEL Virtualization support matrix can be found here.

Notes:

[1] Supported limits reflect the current state of system testing by Red Hat and its partners for mainstream hardware. Systems exceeding these supported limits may be included in the Hardware Catalog after joint testing between Red Hat and its partners. If they exceed the supported limits posted here, entries in the Hardware Catalog will include a reference to the details of the system specific limits, and are fully supported. In addition to supported limits reflecting hardware capability, there may be additional limits under the Red Hat Enterprise Linux subscription terms. Supported limits are subject to change as on-going testing completes.

[2] Supports a maximum of 125 CPUs across entire machine.

[3] Requires Intel EPT or AMD RVI technology support.

(Source : http://www.redhat.com/rhel/virtualization/compare/)

Smallville season 10 : Finale


Gw masih inget pertama kali liat serial televisi Amerika “Smallville” awal tahun 2001. Waktu itu gw masih kuliah. Smallville menceritakan awal mula perjalanan superhero Superman sebelum dia menjadi Man of Steel alias Superman.

Tanpa terasa sudah 10 tahun alias 10 season, Smallville mengudara dan season 10 ini adalah season terakhirnya. Oleh karena itu diberi judul Finale.

Di episode terakhirnya, Clark Kent akhirnya memakai jubah legendaris Superman yang notabene dibuatkan oleh his Earth mother, Martha Kent. Dengan berbekal kekuatan dari lahir sebagai seorang makhluk dari Krypton dan watak dan hati yang ditempa di Bumi, akhirnya Clark Kent siap menjadi Superman.

List perusahaan pengguna SAP di Indonesia (so far)


List Perusahaan User SAP di Indonesia

Abacus Distribution Systems Indonesia, PT
AJBS Swalayan
American Standard
Amoco Mitsui, PT
Aneka Gas Industri, PT
Anugerah Pharmindo Lestari, PT
Apac Inti Corpora, PT
Arun NGL
Astra Daihatsu Motor, PT
Astra Graphia Tbk., PT
Astra Honda Motor, PT
Astra International Tbk., PT
Astra Otoparts, PT
Bagusnusa Setia Gemilang, PT
Bakrie Kasei Corporation, PT
Bakrie Telecom
Bank Mandiri (more…)

Boring with Gnome, LXDE, now tasting KDE Plasma


Setelah mencoba Unity 2D (karena graphic card notebook gw gak support 3D) dan mengalami sedikit kebosanan dengan LXDE yang super duper ringan and extremely fast, gw memutuskan untuk beralih sementara ke KDE. KDE yang gw pilih adalah KDE Plasma yang dulunya merupakan default untuk environment netbook.

Not bad at all….Bisa mengurangi kebosanan gw.

Berikut screenshot KDE gw di Ubuntu 11.04 Natty Narwhal :

Lumayan untuk menghilangkan kebosanan.

REMMINA – aplikasi remote dekstop baru di Ubuntu 11.04


Sebelum adanya aplikasi ini, gw biasanya memakai TSClient dan Remote Desktop Viewer untuk melakukan remote ke server-server lain. TSClient biasanya gw pake untuk remote server-server Windows yang berbasiskan Remote Desktop Protocol (RDP) dan aplikasi berbasis XDMCP. Sedangkan Remote Desktop Viewer biasa dipakai gw pake untuk me-remote server atau desktop yang menggunakan protokol VNC.

Sekarang di Ubuntu 11.04, ternyata ada aplikasi baru, yaitu REMMINA (http://remmina.sourceforge.net) yang menyatukan fungsi-fungsi remote yang biasa gw pake. Secara lengkapnya fitur REMMINA adalah sebagai berikut :

Remmina project comes with two separated packages.

Remmina main program:

  • A pure GTK+ 2.0 application!
  • Maintain a list of connection profiles, organized by groups
  • Make quick connections by directly putting in the server address
  • Remote desktops with higher resolutions are scrollable/scalable in both window and fullscreen mode
  • Viewport fullscreen mode: remote desktop automatically scrolls when the mouse moves over the screen edge.
  • Floating toolbar in fullscreen mode, allows you to switch between modes, toggle keyboard grabbing, minimize, etc.
  • Tabbed interface, optionally managed by groups
  • Tray icon, allows you to quickly access configured connection profiles

Remmina plugins: RDP, VNC, NX, XDMCP, SSH, Telepathy.

Ada screemshot-nya juga :

Well, it’s nice software for me as System Administrator.

Tempat Ujian OCA/OCP di Surabaya


Seperti postingan gw sebelumnya (https://ardhian.wordpress.com/2011/05/05/pengen-mengambil-ujian-sertifikasi-oca-and-ocp/), gw pengen mengambil sertifikasi OCA dulu baru kemudian naik ke OCP. Dari link yang saya dapet sebelumnya (http://rohmad.net/2008/07/21/strategi-mengambil-training-database-oracle/), tidak ada tempat ujian yang berada di Surabaya. Kebetulan gw posisi di Surabaya.

Dari beberapa browsing, gw dapet informasi tentang Inixindo cabang Surabaya. Trus coba lihat ke alamat situs nya Inixindo Surabaya dan dapet kontaknya. Trus coba kontak orang yang bagian sertifikasi dan examination-nya. Inixindo Surabaya bisa menyediakan ujian untuk OCA, tapi untuk saat ini belom bisa karena servernya lagi rusak ….walah…

Maybe next time. Eniwei, gw kan mesti prepare dulu dunk….termasuk prepare duitnya.

Pengen mengambil ujian sertifikasi OCA and OCP


Sebenarnya sudah lama berkutat dengan Oracle. Mulai dari kenal Oracle 8i dari jaman kuliah (sekitar tahun 1999) sampe mulai kerja dan berhadapan langsung dengan Oracle 9i (database versi enterprise in the real world dan digunakan sebagai database server ERP SAP R/3 4.7), kemudian bersentuhan dengan database Oracle 10g (juga digunakan sebagai database server SAP ERP 6.0 SR3) dan yang terakhir adalah Oracle 11g (tepatnya Oracle 11.2.0.2) pada waktu testing upgrade database SAP. Pengalaman selama menangani database server ini sedikit banyak ikut membentuk experience gw untuk lebih berkutat bagaimana menangani database Oracle, melakukan tuning performance, troubleshooting, setting dan konfigurasi Oracle Data Guard, dan masih banyak lagi experience yang gw dapet.

Lama-lama pengen juga untuk ikut ujian sertifikasi. Sebelumnya gw menganggap bahwa sertifikasi kurang penting (he..he..karena gw gak punya duit untuk ikut training dan ujiannya sich…) namun setelah sempat baca-baca dan kenal beberapa orang di forum-forum database dan SAP, pandangan itu sedikit berubah. Sepertinya sertifikasi ini penting bagi gw untuk lebih meningkatkan kemampuan dan nilai jual gw di perusahaan maupun di value gw sebagai seorang freelancer. Beberapa kali gw ikut dalam project-project freelance dan berhadapan dengan database Oracle.

Dari beberapa situs dan pencarian di Google, gw dapat link berikut mengenai sertifikasi dan ujian OCA (Oracle Certified Associate) dan OCP (Oracle Certified Professional) –> http://rohmad.net/2008/07/21/strategi-mengambil-training-database-oracle/ dan http://rohmad.net/2008/04/15/ujian-oca-dan-ocp-database-oracle-10g/.

Unity 2D running on LXDE on the top Ubuntu 11.04


Aneh bin ajaib yah…he..he..

Sebenarnya karena notebook gw gak support Gnome3 Shell Desktop ataupun Unity 3D maka gw tetap pake LXDE di Ubuntu 11.04 gw. Di atasnya gw juga pake Unity 2D (running on startup).

Sebenarnya sih Unity 2D bisa running on my Gnome desktop. Tapi sayang sekali gw kurang suka karena gnome-panel selalu running (akibat dari terinstallnya Gnome3 Shell Desktop). Bisa dilihat disini (http://inaroka.co.cc/?p=220).

Ini screenshotnya :

https://i2.wp.com/farm6.static.flickr.com/5258/5685493395_1a486acc7f.jpg