Home » 2009 » April

Monthly Archives: April 2009

New Adventure ?? Who knows ?


Barusan mendapatkan email tawaran. Tawaran di tempat lain yang (mungkin) lebih “jelas”. Memang secara deskripsi pekerjaan mungkin akan lebih terfokus serta gue menjadi lebih fokus. Deskripsi pekerjaan jelas dan pembagian yang enak.

Masih ada ganjalan antara lain lokasi, environment yang kata temen gue gak begitu bagus untuk yang suka challenge. Karena beberapa hal ini, istri gue keberatan jika gue terima offer ini. Dengan terpaksa gue menolak. Maybe some other time.

Gue lagi menunggu offer dari tempat lain jika memang masih ada. Gue percaya bahwa rejeki setiap manusia sudah ada yang mengatur.

Projek…projek…projek…


Beberapa hari ini beberapa projek menghampiri. projek pribadi. Ada 1 berupa Remote SAP Basis Support dan 2 berupa solusi Printing Technique untuk SAPGUI for Java di Linux. Alhamdulillah, ternyata masih ada yang memberikan rejeki kepada gue.

Projek Remote SAP Basis Support masih dalam tahap negosiasi bentuk support dan harga. Negosiasi berjalan tidak begitu mulus. Masih ada kendala soal harga. Hal ini karena biaya inni ditanggung sendiri sama Basisnya, bukan perusahaannya. Ya, gue sih sepenuhnya menyerahkan kepada mereka. Gue tinggal nunggu aja.

2 Projek berupa Printing technique yang digunakan apabila menggunakan SAPGUI for Java di Linux. ada 2 client yang menghubungi saya dan dua-duanya adalah perusahaan India. Sampai saat ini saya sudah mengirimkan proposal untuk client-client tersebut.

Bisnis Implementasi ERP & BI Opensource


Berawal dari obrolan dengan temen beberapa hari lalu bahwa dia sedang mencoba mengembangkan sendiri ERP. Source code diambil dari ERP open source yang ada Adempiere. Lumayan menarik karena kebetulan dia udah dapet 2 client yang sedang negosiasi.

Beberapa hari ini saya mencari tulisan tentang ERP opensource mulai dari Compiere, Adempiere, dan Openbravo. Ketiga ERP memang masih satu saudara, Compiere sebagai leluhurnya. Compiere dikembangkan dengan sistem Cathedral dan terpusat dengan kepemimpinan Jorg Janke. Hal ini yang kurang disukai oleh komunitas opensource karena menyebabkan pengembangannya menjadi lambat. Adempiere merupakan turunannnya dan dikembangkan dengan sistem Bazaar. Perkembangan Adempiere sendiri sangat cepat dan memiliki turunan cukup banyak. Adempiere juga memperbolehkan orang untuk memberikan brand dan mengambangkan sendiri. Openbravo pun demikian. Bedanya adalah Openbravo mengambil jalur web based.

Selain ERP hal lain yang menarik untuk dibaca dan dipelajari adalah Business Intelligence. Ada beberapa software open source BI ini antara lain Pentaho, Jaspersoft, dan Infobright. Yang paling menarik tentu saja Pentaho. Pentaho juga memiliki komunitas di Indo walaupun belum banyak. PHI merupakan konsultan dan reseller untuk Pentaho.

Kedua subjek menarik dan layak dikuti dan dijadikan bisnis. Apalagi di jaman krisis global sekarang ini dimana perusahaan-perusahaan yang ingin mengimplementasikan ERP dan BI berpikir ulang karena masalah budget yang tidak sedikit.

Saya juga cukup lama tidak mengerjakan projek luar karena kesibukan di kantor. Nah, kalau Anda atau perusahaan Anda berminat untuk mengimplementasikan aplikasi ERP atau BI berbasis opensource, silakan kontak saya : devratt@yahoo.com.

Last Day of SAP Basis Training


Hari ini saya baru saja menyelesaikan tugas memberikan training SAP Basis untuk Basis Team kantor lama. Ya, dikarenakan saya telah dipindahtugaskan ke company lain (masih dalam satu group) maka sudah menjadi tugas saya untuk melakukan hand over tugas-tugas SAP Basis di kantor lama ke pengganti saya.

Sebetulnya training ini sudah pernah saya berikan namun karena personel SAP Basis di kantor lama bertambah maka diputuskan untuk diberikan kembali dengan harapan agar personel SAP Basis team yang baru juga mendapatkan pengalaman dan kesempatan untuk memahami sistem SAP yang ada.

Training sudah dimulai sejak 2 minggu lalu dan bertempat di kantor baru sehingga training mengambil sesi remote. Cukup banyak yang harus dijelaskan mulai dari awal. Saya berusaha memberikan training secara detail dan jelas namun walaupun begitu saya tidak menutup kemungkinan untuk diberikan jadwal tambahan apabila diperlukan. Training sesi remote diberikan dalam 4 kali pertemuan. Cukup singkat dan padat.

Hari ini saya memberikan training secara on site karena beberapa hal memang tidak bisa diberikan secara remote. Terutama dalam memberikan settingan storage HP MSA1000. Beberapa settingan disk, ACL, connection, profile, dan bagaimana cara men-setting spare disk. Juga memberikan gambaran secara detail bagaimana untuk mengatasi failover secara manual. Well, akhirnya tanggung jawab ke kantor lama sudah berkurang.

Mempersiapkan server backup SAP Production


Beberapa hari lalu server pinjaman dari IBM datang. Server yang datang adalah Server pSeries p520 dan sudah mengusung prosesor Power P6. Server datang disertai storage dan Storage Controller DS4700. Server ini akan digunakan sebagai server backup SAP dan akan digunakan sebagai server trial untuk project Data Archiving.

Setelah 2 kali mendatangkan “bala bantuan” dari Niaga Prima (vendor support Tivoli) dan engineer AIX dari CTI akhirnya bisa juga melakukan restore beberapa direktori dari whole file system backup. Untuk me-restore digunakan tools DSMJ/ Tools DSMJ sebelumnya digunakan untuk mem-backup whole file system sehingga untuk mengembalikan digunakan tools yang sama.

Setelah direstore ternyata untuk menaikkan Oracle dan SAP tidak semudah yang dibayangkan. Dengan berkutat pada error listener TNS-12531  cannot allocate memory, akhirnya ketemu juga solusinya. Beberapa parameter oracle terpaksa dipangkas habis. Ini karena mesin pinjaman hanya punya memori 4 GB. Listener baru bisa up setelah beberapa kali direstart.

Masalah masih belum berhenti sampai disitu. Setelah listener dan DB Oracle bisa naik, SAP ternyata tidak bisa up. Setelah diselidiki, ternyata masalahnya adalah tidak adanya environment Central Instance (CI). Hal ini disebabkan mesin DB dan CI sebelumnya terpisah dan saya hanya merestore DB saja. Problem bisa diatasi dengan melakukan instalasi ulang CI tanpa meng-ekstrak SAP kernel. Karena SAP Kernel yang ada di mesin sudah lebih baru.

Setelah DB Oracle dan SAP bisa naik, masih ada masalah yang tersisa. Si SAP instance tidak mau mengikat H/W ID. Informasi H/W ID ini diperlukan oleh lisensi SAP (sebagai Active Hardware Key). Setelah dicari-cari, ternyata ada informasi yang masih mengarah ke host EMAWCI di DEFAULT profile. Setelah diedit dan diganti menjadi EMAWDB, sekarang bisa up semua dan kondisi normal. [3 April 2009 11:44]

Langkah terakhir yang akan dilakukan hari ini adalah me-restore kembali data dengan bantuan BRTOOLS agar posisi data mendekati posisi data saat ini. Ikuti terus yah….:D