Home » 2007 » June

Monthly Archives: June 2007

Looking forward to the End of rainbow


Setiap orang berhak untuk menentukan jalan hidupnya masing-masing. Jangan sampe memberikan sesuatu yang kurang baik bagi pihak lain.

Everyone has its own end of rainbow, don’t they ?

Well…I’m looking forward my own end of rainbow. Just like everyone else.

Saya berusaha untuk terus berusaha mengasah kemampuan diri terutama dalam SAP Basis dan Linux. Keduanya memberikan saya hal-hal yang sangat menyenangkan dan luar biasa.

Try to be faster than everyone else. 

Saat kita belajar sesuatu bersama-sama dengan orang lain. Belajar hal yang sama, dengan porsi yang sama maka akan sangat menyenangkan apabila kita lebih dulu mencapai akhirnya. Belajar SAP Basis, mengetahui tips dan trik, menambah jam terbang, pengalaman…

So…start searching your own end of rainbow, guys !!

To My Lovely Wife


Karena tidak ada jodoh yang sempurna
Karena Tuhan telah menciptakan mahluknya berpasang-pasangan
Karena cinta akan datang dengan sendirinya
Karena cinta mungkin hilang tapi cinta sejati tak lekang oleh waktu
Karena cinta yang akan selalu tumbuh dan mekar

Karena aku telah berjanji sehidup semati denganmu
Karena aku mencintaimu, Dinda

Pernikahan adalah sebuah tahap dalam kehidupan manusia. Hampir semua kita sepakat bahwa di fase awal pernikahan akan selalu banyak cerita, banyak kisah menggelitik, banyak proses adaptasi yang kadang memang tak mudah. Banyak hal yang kami – aku dan istriku – pelajari….mengenai….

  1. Mengenali diri dan pasangan kita luar dan dalam.
  2. Apa saja kesukaan dan kebiasaan2 dia, kemampuan2 apa saja yang menonjol darinya

  3. Mengenali & Bergabung dengan keluarga dan sahabat pasangan
  4. melalui acara2 formal maupun nonformal atau hanya sekedar menghafal nama kerabat dan sahabat berserta semua kisah2nya ) ..Ini yang kadang susah, saya orangnya pendiam, kadang bingung mau ngomong apa dan takut nggak nyambung )

  5. Melatih diri dengan kebiasaan2 baru
  6. seiring dengan bertambahnya tugas dan tanggung jawab

  7. Melatih cara komunikasi yang efektif
  8. tau saat yang tepat untuk berbicara, memilih bahasa yang tepat untuk mengungkapkan sesuatu agar pasangan tidak salah faham & tersinggung

  9. Bijak mengelola keuangan
  10. menentukan prioritas pengeluaran, tabungan, hutang piutang, resiko

  11. Manajemen problem
  12. menyepakati cara diskusi yang paling disukai, termasuk cara mencari jalan keluar D …Masih suka gontok-gontokan..:(

  13. Manajemen emosi
  14. mengetahui sikap apa yang harus diambil saat pasangan sedang dalam keadaan emosi, ntah karena banyak pikiran, atau justru karena sebel sama kita, hehehe D Biasanya pasangan kita sudah tau resep mujarab meredakan amarah kita P Nah untuk sisi kreatif nya perlu dikembangkan terus

  15. Mengatur jadwal/agenda bersama
  16. menyesuaikan kesibukan masing2, untuk mencari waktu yang tepat hanya untuk sekedar berpacaran berdua keliling kota, nongkrong makan siomay berdua, dan bercerita tentang indahnya dunia sambil menikmati bintang2 di langit, atau mencari waktu yang tepat untuk memilih perabot

  17. Menyesuaikan dan mencari keselarasan dalam selera
  18. berkaitan dengan masakan, memilih jenis tanaman, memilih warna cat rumah, memilih perabot, memilih channel TV, memilih DVD, hehehehe memang kami masih suka berebut P

  19. Belajar legowo dan sabar
  20. aha.. ini yang paling berat ;)

Taken from friends’ blog (anonymous… P )

SAP : Instalasi miniWAS 6.20 Part 4


Dari 3 artikel sebelumnya, Anda sudah belajar untuk instalasi server miniWAS 6.20, instalasi miniGUI, setting konfigurasi miniGUI, serta mengakses miniWAS 6.20 menggunakan miniGUI. Server miniWAS 6.20 menggunakan software database SAP DB. Saat ini SAP DB menjadi bagian dari MySQL AB.

Untuk melakukan administrasi server database SAP DB, kita bisa memakai SAP DB Database Manager. Melalui SAP DB Database Manager, kita bisa me-maintain data file, log, melakukan backup dan restore, dll.

Sedangkan untuk melakukan query kedalam database langsung, kita bisa memakai SAP DB SQL Studio.
Nah, pada artikel ini kita akan melakukan instalasi SAP DB Database Manager. Masuk kedalam direktori C:\minisap\cd_1\SAPDB\NT\i386\SETUPS. Klik file DBM74.

Klik Next.

Layar selanjutnya akan menanyakan lokasi dimana SAP DB Database Manager akan diinstall. Pilih saja default. Klik Next.

Layar selanjutnya menanyakan pilihan kelompok menu. Pilih default dan klik Next.

Klik Next untuk layar konfirmasi.

Proses instalasi sedang berjalan.

Klik Finish.

Mudah ‘kan ? Oke, sekarang lakukan langkah yang sama untuk SAP DB SQL Studio.

Artikel berikutnya akan membahas cara untuk mengkonfigurasikan SAP DB Database Manager agar bisa terhubung dengan server database SAP DB. Tunggu saja yah..

About Penulis

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com) dan menjalankan bisnis training linux privat. Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

SAP : Instalasi miniWAS 6.20 Part 3


Setelah instalasi server miniWAS 6.20 pada artikel sebelumnya, sekarang saya akan mulai instalasi miniGUI. miniGUI adalah aplikasi klien untuk mengakses server SAP. Biasanya disebut dengan SAPGUI. Munkin karena ini untukserver versi miniWAS 6.20 makanya disebut miniGUI…who knows ?? 🙂

Untuk memulai instalasi tinggal masuk kedalam direktori C:\minisap\cd_1\minigui. Klik setup.

Instalasi relatif cepat kayak instalasi program Windows biasa…tinggal next..next…finish…:D

Selanjutnya adalah melakukan setting koneksi ke server miniWAS.

Klik icon SAPLogon pada desktop atau Klik dari menu START – All Programs – SAP Frontend – SAPLogon.

Klik tombol New.

Isi dengan informasi berikut :

  • Description : (bebas sesuka Anda). Saya isi miniWAS
  • Application Server :(isi dengan IP Address server miniWAS)
  • System Number : diisi 00 (nol nol)

Lalu tekan OK.

Untuk melakukan test koneksi antara miniGUI dan server miniWAS, Anda harus menghidupkan servis miniWAS dulu. Ikuti langkah dibawah ini untuk menghidupkan server miniWAS.

===============================================================

Menghidupkan server database SAP DB

Klik START – All Programs – Mini SAP Web Application Server – Start SAP DB

Menghidupkan server miniWAS

Klik START – All Programs – Mini SAP Web Application Server – Start SAP ABAP Engine

===============================================================

Selanjutnya, silakan klik SAPLogon, pilih miniWAS, lalu tekan LOGON.

Apabila Anda sudah mendapatkan tampilan berikut, maka Anda sudah berhasil menghubungkan miniGUI dengan miniWAS.

Silakan gunakan salah satu informasi user yang ada di tampilan.

1. username : BCUSER dan password : minisap

2. username : DDIC dan password : minisap

Saya sarankan Anda memakai user BCUSER. User DDIC digunakan untuk maintenance system miniWAS dan sistem2 SAP lainnya.

Selamat !! Anda sudah berhasil masuk ke sistem miniWAS 6.20…

Oke, sekarang break sebentar yah….he..he..saya mau minum kopi dulu neeh…ngantuk banget…

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com) dan menjalankan bisnis training linux privat. Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

SAP : Instalasi miniWAS 6.20 Part 2


Pada artikel sebelumnya, Anda sudah membaca tentang requirement untuk instalasi miniWAS 6.20. Nah, artikel ini akan membahas instalasi miniWAS sendiri.

Ada requirement tambahan yang harus diset :

  1. Buka file hosts (ada di dalam direktori C:\Windows\System32\drivers\etc untuk Windows XP atau direktori C:\Winnt\System32\drivers\etc untuk Windows 2000 Professional).Tambahkan IP dan nama host (dalam hal ini nama pc saya : miniwas) kedalam file tersebut.

  1. Pastikan tidak ada direktori dengan nama miniwas di drive C.

Oke, kita mulai yah…(jangan tegang dong…santai aja bro 🙂 )

Buka Windows Explorer, masuk kedalam direktori installer miniWAS (disini saya simpan didalam direktori minisap). Klik setup.

Berikutnya adalah instaler miniWAS akan memeriksa ketersediaan ruang harddisk. Ingat : minimumnya adalah 5 – 6 GB di drive C.

Klik Next.

Selanjutnya instaler akan menanyakan lokasi kernel miniWAS. Ingat : kernel miniWAS ada di cd pertama).

Klik Next untuk melakukan instalasi dan ekstraksi kernel miniWAS. Selanjutnya instaler akan menanyakan data yang akan dimasukkan kedalam database. Dua CD terakhir isinya adalah data yang akan dimasukkan kedalam database. Untuk langkah ini, isi dengan lokasi cd 2.

Lalu klik Next. Step berikutnya adalah instaler menanyakan data terakhir. Isi dengan lokasi cd 3.

Klik Next.

Jika Anda sudah mendapatkan tampilan diatas, maka Anda sudah berhasil melakukan instalasi server miniWAS 6.20.

Ternyata gampang ‘kan….he..he..he..

miniWAS 6.20 sudah bisa digunakan untuk belajar ABAP dan Basis. ABAP (Advanced Business Application Programming) adalah bahasa pemrograman yang digunakan oleh SAP selain Java.

Basis maupun ABAP dapat tetap belajar dan produktif meskipun sedang dalam perjalanan atau mobile.

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com) dan menjalankan bisnis training linux privat. Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

SAP : Instalasi miniWAS 6.20 Part 1


SAP adalah perusahan penghasil software solusi bisnis ERP nomor wahid saat ini. Software-software SAP seperti SAP R/3 4.6, SAP R/3 4.7 Enterprise, mySAP ERP 2004 (SAP ECC 5.0), dan mySAP ERP 2005 (SAP ECC 6.0) merupakan aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh banyak perusahaan di dunia saat ini. Aplikasi-aplikasi tersebut berjalan di atas mesin-mesin server kelas berat dari perusahaan-perusahaan semacam IBM, HP, SUN, Dell. Bagi yang ingin mengenal SAP, tentu saja harus bekerja di lingkungan perusahaan yang memakai SAP. Entah itu sebagai perusahaan konsultan SAP ataupun perusahaan pengguna SAP (end user). Developer dan Basis pun harus bekerja langsung ke server. SAP menyebutnya server-based environment.

Pertanyaannya adalah apakah SAP tidak menyediakan versi yang bisa dijalankan di PC atau notebook ? Istilahnya SAP versi mini sehingga ABAP-er dan Basis dapat belajar secara mandiri ataupun di rumah.

Untungnya SAP tanggap akan hal ini dan menyediakan SAP versi mini, walaupun untuk itu harus menghilangkan fitur-fitur SAP termasuk diantaranya modul-modul tertentu.

Sampai tulisan ini dibuat, telah ada beberapa versi SAP mini diantara miniWAS 6.10, miniWAS 6.20, SAP NetWeaver 2004 ABAP Trial, SAP NetWeaver 2004 Java, dll.

Tulisan ini akan membahas mengenai miniWAS 6.20. Penulis menggunakan miniWAS 6.20 hanya untuk trial development ABAP dan mencoba fitur-fitur Basis.

Sebelum memulai instalasi, ada beberapa requirement yang harus dipenuhi :

  1. OS : Windoze 2000 Professional SP 4 atau Windoze XP SP 2 (Maaf, soalnya miniWAS gak ada yang versi Linux 😦 )
  2. RAM min.256 MB (more memory, much better)
  3. Space HD min. 6 GB (di drive C). Saya belum tahu caranya agar bisa pindah ke drive lain 😦
  4. Usahakan ada network. Kalo nggak punya, pake local loopback adapter untuk ngakalin.
  5. Salin installer miniWAS (ada 3 CD) di local HD. CD 1 isinya installer miniWAS, miniGUI, kernel SAP miniWAS. CD 2 dan 3 isinya data dari database miniWAS.

Kalo udah, kita mulai yah…

Saya pake windoze xp sp2. Anda semua bisa install windoze xp ‘kan ?

“jangan bilang ada yang gak bisa, lho”

Untuk saat ini saya masih dalam step install windoze xp. sabar yah…

Instalasi miniWAS-nya, tunggu artikel selanjutnya.

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com) dan menjalankan bisnis training linux privat. Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

Bikin Repositori lokal Ubuntu dari DVD Repo


Ubuntu DVD Repository berisi repositori lengkap yang dimasukkan ke dalam beberapa DVD. Pembuatan repositori lokal pada dasarnya dilakukan dengan cara menyalin berkas-berkas yang ada pada setiap DVD ke dalam harddisk. Namun ada beberapa hal lain yang perlu Anda lakukan agar proses penggabungan repositori (dari beberapa DVD ke harddisk) dapat dilakukan sampai tuntas.

Hal yang harus Anda persiapkan adalah sebagai berikut.

Perhatian: Tutorial ini dibuat berdasarkan repositori DVD Ubuntu 6.06 yang terdiri dari 3 buah DVD. DVD pertama berisi komponen main, restricted, dan multiverse; sedangkan dua DVD lainnya berisi komponen universe. Beberapa penyesuaian mungkin perlu Anda lakukan jika Anda ingin membuat repositori lokal dari repositori DVD yang lain.

 

Menyalin isi DVD

Berikut ini adalah hal yang harus Anda lakukan untuk menyalin isi DVD.

  1. Siapkan direktori untuk repositori, misalnya di /home/ardhian/ubuntu/.

     cd /home/ardhian mkdir ubuntu

  2. Masukkan DVD lalu mount DVD tersebut
     mount /cdrom

  3. Salin isi DVD
     rsync -avx --progress /cdrom/. /home/ardhian/ubuntu/.

  4. Lakukan langkah 2 dan 3 untuk setiap DVD yang ada.

Mengaktifkan Repositori Lokal

Setelah Anda mendapatkan salinan repositori, Anda perlu membuat agar respositori tersebut dapat diakses oleh orang lain, misalnya melalui sebuah web server. Berikut ini adalah hal yang harus Anda lakukan.

  1. Lakukan instalasi web server kesayangan Anda, misalnya Apache 2.
     apt-get install apache2-mpm-prefork

  2. Pindahkan direktori repositori agar dapat diakses oleh web server. Direktori root dari Apache 2 pada Ubuntu terletak pada /var/www/ sehingga direktori repositori perlu diletakkan di dalamnya. Karena direktori /var/www/ dimiliki oleh root, maka sudo perlu digunakan.

     sudo mv /home/ardhian/ubuntu /var/www/ubuntu

Menggunakan Repositori Lokal

Setelah repositori lokal sudah siap digunakan, maka Anda hanya perlu mengatur setiap komputer yang ada agar menggunakan repositori tersebut. Gunakan synaptic untuk mengubah daftar repositori atau Anda dapat langsung mengubah berkas /etc/apt/sources.list. Berikut ini adalah data pada berkas /etc/apt/sources.list agar repositori lokal Anda digunakan oleh sistem.

deb http://alamat.server.anda/ubuntu dapper main restricted universe multiverse

Silakan update sistem Anda dengan sudo apt-get update atau klik tombol Reload pada synaptic.

Setelah itu, selamat bersenang-senang!

Tutorial diatas diambil dari http://wiki.ubuntu-id.org/MembuatRepositoriLokal.

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com) dan menjalankan bisnis training linux privat. Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

Specialize and Focusing yourself !!


Di negeri kita, sudah jamak orang-orang mengambil aji mumpung dan ambil semua kesempatan walaupun mereka sangat tahu bahwa mereka tidak kompeten di bidang itu. Yang namanya duit memang semua orang bakalan suka…:) including me…

Dunia IT Indonesia pun juga begitu. Coba Anda buka koran, Anda akan menemui lowongan yang mencari tenaga IT dengan kualifikasi :

  • bisa minimal 2 bahasa pemrograman,
  • menguasai minimal 2 database server,
  • mengetahui minimal 2 OS,
  • mengetahui TCP/IP atau networking
  • mampu mengkonfigurasikan server ini, itu,
  • mau bekerja keras, bekerja dibawah tekanan
  • bla…bla..bla…

Semua kualifikasi terkumpul pada satu orang saja. Kalo ada yang memenuhi semua kualifikasi itu, ngapain bekerja sama orang lain. Bukannya mending bikin usaha sendiri saja. Toh, kualifikasi (sangat) kompeten…

Itu jika kita lihat dari segi perusahaan yang mencari tenaga kerja. Berangkat dari membaca lowongan itu, orang-orang yang cari kerjapun tertantang untuk (berusaha) dan (menuliskan) agar CV-nya (gak tahu yah..) setara dengan kualifikasi di lowongan itu.

Jika Anda pernah menerima lamaran pekerjaan + CV, Anda pasti akan menemui hal tersebut. Dijamin !!

Padahal di luar negeri (misal di AS atau gak usah jauh-jauh, di Singapore, Taiwan), sangatlah penting bagi seseorang yang mencari pekerjaan menguasai sesuatu kemampuan spesifik yang mumpuni. Katakanlah expert gitu yah….

Misal Anda menguasai pemrograman web dengan spesialisai PHP dan MySQL. Ini sudah sangat bagus dan jika Anda dapat menguasainya dengan sangat baik, maka Anda tidak perlu bekerja pada orang lain. Anda bisa bekerja sendiri…dari rumah malah..:)

“Tapi yang dibutuhin sekarang programer web yang menguasai ASP + MS SQL” tanya Anda dalam hati.

“Kalau saya tidak menguasainya , saya tidak akan mendapatkan pekerjaan itu” Anda beragumen.

Betul sekali !! Namun, Anda harus ingat bahwa saat ini Anda memiliki kemampuan di bahasa pemrograman yang berbeda. Biarlah pekerjaan itu untuk orang lain yang memiliki kemampuan ASP + MS SQL.

Saya pun pernah berpikiran seperti Anda. Namun, sekarang saya sadar bahwa tidak mungkin menguasai semua hal itu. Saya sekarang lebih ingin memfokuskan diri ke arah SAP Basis dan Linux. Saya ingin menggali sedalam mungkin kemampuan SAP Basis dan Linux..

Saat ini, usaha saya berkutat di SAP Basis dan Linux. So specialize and focusing myself on SAP Basis and Linux !!

About Penulis

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com) dan menjalankan bisnis training linux privat. Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.