Home » 2006 » May

Monthly Archives: May 2006

SAP Basis Job Role


Berikut daftar pekerjaan seorang Basis
(sumber : System Administration Made Easy)

Within R/3

1. User Administrator
Setup and maintain user accounts

2. Security Administrator
Create and maintain SAP security profiles
Monitor and manage security access and violations

3. System Administrator
Maintain the system’s health
Monitor system performance and logs

4. Transport Administrator
Transport changes between systems
Manage change requests

5. Batch scheduler
Create and manage the schedulingof batch job

6. Backup operator
Schedule, run, and monitor jobs of the SAP database and any required operating system level files

7. Disaster recovery technical manager
Create, test, and execute the SAP disaster recovery plan

8. Programmer
Apply OSS Notes fixes to program

9. Data Dictionary (DDIC) manager
Change the Data Dictionary (when applicable)

10. Database Administrator (DBA)

External to R/3

1. DBA for specific database on which the system is running
Manage specific database task
Maintain the database’s health and integrity

2. Operating System Monitor
Manage the operating system access and user IDs
Manage operating system specific tasks

3. Network Administrator
Manage network access and user IDs
Manage network support and maintenance

4. Server administrator
Manage the server

5. Desktop support
Support to user’s dekstop PC

6. Printers
7. Facilities
Manages facilities-related support issue, such as :
Power/utilities
Air Conditioning (AC)
Physical Access to server room

CMIIW…Basis juga manusia…gitu toh
About Penulis
Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com). Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

Linux Experiment : Fedora Core 5 – stable and cool linux distro


Fedora Project saat ini mencapai versi Fedora Core 5. Fedora Core 5 memiliki hardware detection yang sangat bagus, dilengkapi dengan aplikasi-aplikasi open source yang sangat banyak. Cocok digunakan sebagai sistem desktop maupun server untuk small and medium business.

Bagi kantor maupun perusahaan yang mempertimbangkan migrasi ke open source, distro ini sangat layak dipertimbangkan. Karena distro Fedora Core ini merupakan turunan Redhat 9 yang telah terkenal kestabilan dan kemampuannya. Release versinya juga selalu uptodate dan kontinyu.

Pada artikel ini, saya akan membahas bagaimana instalasi distro Fedora Core 5 yang merupakan versi terbaru.

Seperti biasa ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan, sbb :

  1. CD atau DVD Fedora Core 5 yang lengkap
  2. camilan kayak pisang goreng yang hangat, kacang, atau wafer…emmmm enak banget
  3. kopi, teh atau coklat panas

Sekarang mulai aja yah..Masukkan CD 1 atau DVD Fedora Core 5. Set BIOS agar boot order pertama adalah CD atau DVD ROM.

Untuk pilihan instalasi, boleh pilih grafis. Langsung tekan ENTER.

Pilih OK jika ingin melakukan checking media CD/DVD. Sebaiknya tidak usah dicek, jadi lebih menghemat waktu.

Instalasi akan kita jalankan dari CDROM.

Pemilihan bahasa yang akan digunakan selama instalasi. Default adalah English.

Pemilihan layout keyboard yang digunakan. Default adalah US English.

Pemilihan apakah akan melakukan instalasi sistem baru atau upgrade dari versi sebelumnya, misalnya Fedora Core 4. Saya memilih pilihan upgrade karena udah ada sistem Fedora Core 4 di HD saya.

Selanjutnya adalah disk partitioning. Hati-hati, jangan sampai salah.

Disk Druid untuk mempartisi disk.

Layar konfigurasi GRUB boot loader.

Saya tidak akan melakukan upgrade bootloader karena sudah ada sebelumnya.

Install bootloader di MBR.

Set IP Address, netmask, gateway, dan DNS server.

Konfigurasi Time Zone. Sesuaikan dengan daerah kita. Biasanya kita ikut Asia/JAKARTA. Langsung tunjuk menggunakan cursor mouse.

Pemilihan software yang akan diinstalasi.

Pemilihan paket secara detail. Selanjutnya adalah penambahan layanan bahasa yang akan digunakan pada desktop.

Instalasi Fedora Core 5 sedang berjalan. Setelah itu, silakan ambil CD yang ada didalam CDROM lalu restart PC.

Layar selamat datang First Boot.

Layar End User License Agreement (EULA).

Setting Firewall.

Setting Security Enhanced Linux (SE Linux ).

Setting Tanggal dan Waktu.

Setting monitor dan VGA. Hati-hati dalam melakukan setting resolusi.

Siapkan user biasa untuk Fedora Core. Satu saja dulu cukup. Nanti Anda bisa menambahkannya.

Deteksi soundcard, konfigurasi, dan testing.

Selamat Anda sudah berhasil instalasi Fedora Core 5. Wuihhh…udah cobain Ubuntu, Desktop BSD, PC BSD, sekarang Fedora Core 5….

Lain kali kita sambung lagi dengan tutorial lain…

About Penulis

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com). Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

BSD Experiment : PC BSD – Personal Computing, served up BSD styles !


Setelah mencoba Desktop BSD beberapa waktu lalu, jadi ketagihan untuk coba yang lain. Sekarang mau cobain saudaranya, PC BSD. Lumayan ada PC nganggur yang bisa dihuni..he..he..

PC BSD hampir sama dengan Desktop BSD, yaitu keluarga BSD yang ditujukan untuk penggunaan desktop. Source yang diambil pun sama, yaitu BSD (FreeBSD) dan KDE sebagai desktop managernya. Anda bisa mendownload dari situsnya, http://www.pcbsd.com.

Fitur-fitur yang dimiliki oleh PC BSD :

  • Fully functional desktop operating system, running FreeBSD 6® under the hood.
  • Graphical system installer, makes the system installation process effortless.
  • Support for many native languages.
  • Stability & Performance that only UNIX offers.
  • Safe from Viruses and Spy-ware that plague other systems.
  • Self-Installing software packages, makes loading programs a snap!
  • Graphical tools for system administration and support.
  • Professional E-mail and Phone Support from PC-BSD Software available.
  • Friendly and helpful support community.
  • Online Update Manager – Downloads and installs updates for your operating system, without touching your installed programs.

Oke kita mulai aja yah instalasinya.

Masukkan CD PC BSD, lalu set BIOS agar bisa boot dari CD. Screen instalasi masih dalam bentuk teks mode.

Selanjutnya kita akan berhadapan dengan basis grafis. Tentunya ini akan lebih menyenangkan. Layar selanjutnya adalah pemilihan bahasa dan keyboard.

Selanjutnya adalah layar Welcome to Installation.

Layar berikutnya adalah pemilihan drive dan slice dimana PC BSD akan diinstall.

Layar selanjutnya adalah customize disklabel.

Setelah screen format, layar berikutnya adalah instalasi boot loader. Sebaiknya diinstall di MBR (Master Boot Record).

Instalasi PC BSD sedang berjalan.

Masukkan password untuk user root dan buat satu user biasa.

Final screen instalasi PC BSD. System akan direboot jadi CD bisa diambil dan kembalikan boot order ke HD.

Kita sudah mendapatkan dekstop KDE. Wuih…hebat euyy …

Saya belum sempet explore banyak…lagi banyak kerjaan di kantor.

About Penulis

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com). Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

Yogya gempa….Indonesia kembali berduka


Yogyakarta diguncang gempa yang dasyat, 5,9 skala Richter. Gempa bumi yang terjadi pagi hari menambah duka bangsa ini. Belum lenyap dari ingatan kita, gempa yang menimpa Aceh. Sekarang Yogya diguncang gempa.

Duka seakan terus menyelimuti bumi Indonesia. Kita harus sadar bahwa kita sedang diuji oleh Allah SWT. Kita sebagai manusia, makhluk yang sangat lemah dan hanya bisa menyandarkan bantuan kepada-Nya.

Semoga Allah SWT memberikan ampunan atas dosa-dosa kita semua. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan kepada mereka yang terkena musibah. Dan kita sebagai sesama manusia dan sesama bangsa Indonesia membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah.  

Instalasi SAP R/3 4.70 200 Application Server on Linux


Pada artikel ini, saya akan memberikan step by step untuk instalasi application server sistem SAP R/3 menggunakan OS Linux. Kenapa memakai Linux ? Bukannya lebih enak pakai Windows ? Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan bagi saya kenapa memakai Linux antara lain :

  1. Database Instance yang akan dipakai adalah Oracle dengan platform AIX (UNIX proprietary dari IBM). Antara AIX dan Linux, sama-sama mesin UNIX jadi kompatibilitasnya akan lebih terjaga daripada memakai Windows.
  2. Linux bersifat free dan open source. Dengan sifatnya itu, saya lebih mudah untuk melakukan tuning dan mencari referensi di Internet.
  3. Komunikasi antara Linux dan AIX akan menggunakan NFS, sedangkan Windows dan AIX akan menggunakan SAMBA.
  4. Mesin Linux lebih stabil,handal, dan yang terpenting adalah virus-immune.
  5. Linux juga lebih murah dalam hal maintenance, kebutuhan hardware, dibandingkan menggunakan Windows (harus ada lisensi) dan AIX (dalam hal lisensi dan hardware).

Pemilihan distro Linux yang akan dipakai bebas. Saya lebih menyukai distro yang bisa memakai konsep LVM (Logical Volume Management) sehingga saya bisa melakukan pemeliharaan space logical volume lebih mudah. Saya akan mencoba menerangkan menggunakan mesin Redhat. Saya pribadi sudah mencoba menggunakan SuSE juga. Perbedaan utama diantara keduanya adalah masalah default file system yang digunakan. Redhat menggunakan ext3, sedangkan SuSE menggunakan reiserfs.

Keunggulan ext3 dan reiserfs adalah kemampuan untuk melakukan manajemen size logical volume online. Jadi kita dapat dengan mudah menambah ukuran logical volume tanpa harus melakukan unmount pada logical volume tersebut.

Kita mulai saja ya…

1. Instalasi OS

Saat instalasi OS, siapkan partisi yang cukup untuk instalasi SAP. Tabel pada attachment berikut (Disk)berikut akan memberikan penjelasan setting partisi menggunakan LVM.

2. Instalasi Central Instance

Karena kita akan menggunakan Database Instance yang ada pada mesin AIX 64 bit, maka kita harus melakukan instalasi Central Instance. Instalasi paket Central Instance di Linux ini untuk mendapatkan file-file executable dari SAP kernel for Linux.

Set environment yang dibutuhkan untuk menjalankan sapinst antara lain :

LD_LIBRARY_PATH=/sapmnt/[SID]/exe

SAPINST_JRE_HOME=/opt/[location of java runtime environment]

DISPLAY=[IP_Address of Windows Client]:0.0

umask=22

Untuk pengujian, jalankan command xclock pada console. Jika muncul gambar jam analog, berarti environment sudah diset dengan benar. Jika belum muncul, periksa kembali value setiap variabel environment Anda.

Masuk ke dalam direktori sapinst. Jalankan command sapinst pada console.

Pilih Install Central Instance.

Isi informasi untuk SAP System ID (SAPSID) dan Instance Number. Sesuaikan dengan informasi yang ada pada Database Instance di AIX.

Isi informasi Database ID (DBSID) dan Database Host.

Biarkan informasi secara default. Hal ini kita lakukan karena memang server ini hanya akan digunakan sebagai application server.

Pilih No LDAP jika Anda tidak menggunakan fasilitas LDAP pada network Anda.

Pastikan posisi SAP Mount Directory ada pada /sapmnt. Tidak ada salahnya Anda memeriksa kembali apakah direktori tersebut sudah ada.

Pastikan informasi Database Schema benar. Dan jangan lupa tipe Database server yang digunakan pada AIX adalah 64 bit.

Informasi tentang group sapsys. Yang perlu diperhatikan adalah Group ID harus sama dengan Group ID pada mesin AIX (sebagai Database Servernya).

Informasi tentang group dba. Yang perlu diperhatikan adalah Group ID harus sama dengan Group ID pada mesin AIX (sebagai Database Servernya).

Informasi tentang group oper. Yang perlu diperhatikan adalah Group ID harus sama dengan Group ID pada mesin AIX (sebagai Database Servernya).

Informasi tentang user [sid]adm. Yang harus diperhatikan adalah User ID dan password harus sama dengan User ID dan password di mesin AIX.

Informasi tentang user ora[sid]. Yang harus diperhatikan adalah User ID dan password harus sama dengan User ID dan password di mesin AIX.

Perhatikan daftar direktori diatas. Direktori-direktori tersebut harus ada. Jika belum ada, buatlah sekarang juga !. Direktori yang harus ada adalah /usr/sap, /usr/sap/trans, /sapmnt, /oracle, /oracle/[SID]/920_64.

Anda harus menunjukkan lokasi SAP Kernel for Linux yang ada. Seharusnya Anda sudah menyiapkannya.

Informasi ekstraksi Oracle Client. Hilangkan tanda centang. Kita tidak akan melakukan instalasi Oracle Client sekarang.

Informasi port-port yang digunakan oleh aplikasi SAP. Port-port berikut tidak boleh digunakan oleh aplikasi lain, yaitu 36[system number], 33[system number], 32[system number], 47[system number], dan 48[system number]. Silakan edit file /etc/services.

Informasi nama listener dan port yang digunakan oleh listener. Pastikan port tersebut tidak digunakan oleh aplikasi lain.

Tunjukkan lokasi IGS_SOFT.

Rangkuman informasi instalasi Central Instance. Periksa kembali dan Anda masih bisa meng-klik tombol back jika masih ada yang belum sesuai.

Instalasi central instance sedang berjalan.

Selamat!!Instalasi central instance berhasil. Kita sudah berada di separuh jalan. Silakan break dulu…nikmati kopi panas dan pisang goreng Anda…:)
3. Instalasi Dialog Instance

Set environment yang dibutuhkan untuk menjalankan sapinst antara lain :

LD_LIBRARY_PATH=/sapmnt/[SID]/exe

SAPINST_JRE_HOME=/opt/[location of java runtime environment]

DISPLAY=[IP_Address of Windows Client]:0.0

umask=22

Untuk pengujian, jalankan command xclock pada console. Jika muncul gambar jam analog, berarti environment sudah diset dengan benar. Jika belum muncul, periksa kembali value setiap variabel environment Anda.

Pastikan antara mesin Linux dan mesin AIX saling kenal. Lakukan penambahan IP Address dan hostname Linux pada mesin AIX dan sebaliknya.

Dari mesin AIX melalui NFS, sharing direktori /sapmnt/[SID]/global dan /sapmnt/[SID]/profile. Dari mesin Linux, mount direktori tersebut dengan mount point yang sama.

Screen pemilihan instalasi. Pilih Non-Unicode_Install Dialog Instance.

Informasi tentang Central Instance. Ingat !! informasi instance number dan instance host adalah yang ada di mesin AIX.

Informasi Database ID (DBSID) dan Database Host.

Informasi instance host parameter. Biarkan default.

Pilih No LDAP jika Anda tidak menggunakan LDAP pada jaringan.

Lokasi SAP Mount Directory ada di /sapmnt. Pastikan direktori ini ada.

Perhatikan informasi Database Schema dan tipe Database server. Jangan lupa bahwa Database server yang kita pakai adalah 64 bit.

Perhatikan daftar direktori diatas. Direktori-direktori tersebut harus ada. Jika belum ada, buatlah sekarang juga !. Direktori yang harus ada adalah /usr/sap, /usr/sap/trans, /sapmnt, /oracle, /oracle/[SID]/920_64.

Anda harus menunjukkan lokasi SAP Kernel for Linux yang ada. Seharusnya Anda sudah menyiapkannya.

Sekaranglah saatnya kita melakukan instalasi Oracle Client. Beri tanda centang pada pilihan ekstrak oracle client.

Informasi port-port yang dipakai SAP. Seharusnya sudah disiapkan pada saat instalasi Central Instance.

Setting nama listener dan port yang digunakan nama listener.

Lokasi IGS_SOFT.

Rangkuman Instalasi Dialog Instance.

Instalasi Dialog Instance sedang berjalan.

Error akan keluar dikarenakan permission yang kurang pada direktori NFS /sapmnt/[SID]/profile.

Dari sisi mesin AIX, ubah dulu permission secara rekursif ke 777, command #chmod -R /sapmnt/[SID]/profile. Lanjutkan instalasinya sampai bertemu error kembali.

Error terjadi karena permission pada direktori NFS /sapmnt/[SID]/profile di mesin AIX.

Kembalikan permission ke posisi semula. Gunakan command berikut berturut-turut : #chmod -R 644 profile, #chmod 755 profile.

Error ini merupakan bug dari SAP. Silakan edit file keybd.xml. Cari keyword “ERROR” dan ubah menjadi OK. Simpan, lalu jalankan kembali instalasi lama.

Selamat !! Instalasi Dialog Instance telah selesai.

4. Selanjutnya jalankan dialog instance. Sebelumnya pastikan central instance dan database server telah berjalan di sisi mesin AIX.

Sekarang kita sudah punya application server Linux yang murah, handal dan stabil. Ada lagi yang bisa dituning, nanti kita sambung lagi. Semoga artikel kecil ini bisa menambah pengetahuan kita semua dan memajukan SAP di Indonesia. Amin…
About Penulis

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com). Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

Sweet Memories : KAS SAP Go Live


Implementasi SAP di kantor (PT Karunia Alam Segar aka KAS) sangat melelahkan. Apalagi detik-detik menjelang go live. Suasana tegang, penuh emosi, dan tekanan tinggi yang membuat hampir semua orang yang terlibat (semuanya sih..)menjadi sangat emosional. Kadang-kadang kesalahan kecil bisa menjadi besar…Maklum, semua pada capek berat…

Saya senang mengenang kembali saat-saat itu. Apalagi sistem SAP di kantor KAS sekarang sudah berjalan lancar, tanpa adanya kendala yang berarti. Silakan dinikmati foto-foto kenangan ini.

Yup..that’s me. Waktu pemeriksaan terakhir pada sistem SAP. fiuuhhh…capek men. Masih blom mandi.

Tiduran dulu ah…abis capek sih. Namanya juga mau go live. Notebook nyala, semangat 45, tapi badan dan tenaga…loyo. Mata udah berat banget. Di belakang saya adalah ruang server.

Mentari pagi menyapa penghuni kantor KAS. Akhirnya datang juga saat yang dinantikan dengan penuh harap. Kapan yah bisa lihat mentari pagi di KAS lagi ??

Morning briefing sebelum bertugas. Semalam tidak tidur, pagi harus siap tempur lagi…semangat !!!!

Berdoa dulu sebelum bekerja. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam setiap langkah kita. Amin..

Dan…SAP di KAS berjalan dengan lancar, sampai saat ini.

About Penulis

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com). Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

Linux Experiment : Ubuntu 5.10 Breezy Badger


Pertama kali mengakses situs http://distrowatch.com, saya sempat kaget karena ada distro yang waktu itu blom pernah dengar, ubuntu, nangkring di nomor wahid. Bahkan mengalahkan distro-distro major lainnya seperti Mandriva (dulu Mandrake), Redhat, Fedora, SuSE, Debian, Slackware, dll.

Usut punya usut..ternyata ubuntu merupakan turunan Debian. Ubuntu menjadi sangat populer karena memang membagikan CD-CDnya benar-benar free. Bahkan Anda dapat memesan langsung ke situsnya, http://www.ubuntulinux.com.

Saya pribadi sempat mencoba versi 5.04. Waktu itu coba di notebook dengan spesifikasi Pentium II 450 MHz, RAM 128 MB. Kesan yang saya dapat distro ini sangat lambat. Setelah itu, sempet mencoba di notebook kantor. Tetapi karena beberapa hardware tidak terdeteksi, saya memutuskan untuk menghapusnya.

Baru minggu lalu, saya mencoba lagi instalasi ubuntu. Kali ini versi 5.10. Wah, ternyata distro yang ini keren abizz…semua hardware di notebook terdeteksi mulai wireless LAN, centrino, sudah terdeteksi dengan baik.

Saya memutuskan untuk beralih dari Vector Linux ke Ubuntu 5.10. Menurut saya, distro ini cocok untuk pekerjaan saya. Beberapa pertimbangan saya adalah

  1. Semua H/W di notebook terdeteksi dan bekerja dengan baik. Mulai sound card, VGA, network card, wireless LAN, modem, dll
  2. Spesifikasi software untuk bekerja untuk saat ini sudah mulai terpenuhi seperti Remote Desktop Connection, OpenOffice, CD DVD Burning, aktivitas browsing, instant messenger GAIM, dll
  3. Bisa instalasi wine untuk emulasi Lotus Notes Client (kebutuhan mail client di kantor)
  4. (Yang belom dicoba) Instalasi SAPGUI for Java di Ubuntu. Harus menggunakan JVM dari Sun. Tidak bisa memakai GIJ dari GNU.
  5. Instalasi dan update software sangat mudah. Tidak usah memusingkan dependency karena semua sudah ditangani apt-get.

Untuk saat ini saya puas dengan performa Ubuntu di notebook. Saya bisa bekerja dengan nyaman, bebas spyware, virus, dll, koneksi internet bekerja lebih cepat, dan open source.

About Penulis

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com). Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

Desktop BSD : A Step Towards BSD on the Desktop


Saat ini, keluarga UNIX baik Linux maupun BSD tidak hanya memfokuskan diri pada sisi server. Untuk environment server, Linux dan BSD tidak diragukan lagi kemampuan dan ketangguhannya. Untuk sisi dekstop, Linux sudah lebih dulu terjun. BSD sepertinya tidak mau ketinggalan dengan saudara muda-nya, Linux. Sudah mulai banyak BSD tipe desktop diantaranya adalah Dekstop BSD.

Dekstop BSD menggunakan basis FreeBSD dan antarmuka KDE. Desktop BSD memanfaatkan kestabilan FreeBSD dan kemudahan antarmuka KDE.

Saya sempet mencicipi keunggulan DesktopBSD setelah download file iso-nya minggu lalu. Ada beberapa persiapan yang harus Anda siapkan sebelum melakukan instalasi :

  • Hardware : sekelas Pentium-lah, RAM 128 keatas, space 2 GB keatas
  • Handphone dengan pulsa cukup, buat sms saya ..he..he..(nggak kok becanda :)…)
  • camilan + kopi atau teh panas
  • rokok (in case Anda merokok..kalo nggak juga gpp)

Berikut step-step instalasi yang saya lakukan (not all screenshot) :

Screen selamat datang pada instalasi :

Dekstop BSD akan mendeteksi storage yang dimiliki.

Saya tidak menggunakan dual boot dan hanya menggunakan seluruh space harddisk untuk Desktop BSD.

Desktop BSD menggunakan UFS (Universal File System) sebagaimana FreeBSD.

Proses instalasi sedang berjalan. Setelah selesai…selamat Anda sudah selesai melakukan instalasi Dekstop BSD. Sekarang waktunya masuk ke konfigurasi.

Layar selamat datang pada konfigurasi menyapa Anda dengan manisnya..

Buat user dan set password untuk mesin Desktop BSD baru Anda.

Set password untuk root.

konfigurasi storage lain seperti USB Flash Disk, dll.

Konfigurasi Network. Ethernet Card akan dikenali dan dikonfigurasi pada tahap ini. Siapkan IP Address dkk…

Customized konfigurasi KDE.

Login screen Dekstop BSD dengan manis akan menyapa Anda.

Horee….dekstop KDE-nya udah keliatan.

Sampai disini kita sudah selesai dan siap menggunakan Desktop BSD. Jika Anda ingin melakukan instalasi software-software baru, Anda bisa langsung mengambil paket software FreeBSD. Paket software FreeBSD (biasa disebut”ports“) yang up to date dapat dilihat di situs FreshPorts.

Eh…lupa…camilannya dah dimakan blom ? Kalau blom, minta dong !!!..he..he..

Semoga bisa membantu…saya menunggu komentar, saran, kritik dari Anda sekalian.

About Penulis
Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle 9i. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com). Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

Mengakses GUI AIX or HPUX dari mesin Linux melalui XDMCP


Seorang teman, firman, bertanya kepada saya.

saya mau nayain tentang software untuk remote aix kalau di windows sich biasanya saya pake xmanager nya net sarang kalo di linux pake apaan ya soalnya masih baru nich di linux jadi masih banyak belajar oh ya kemaren thanks a untuk bantuannya masang sap gui di linux sekarang sudah bisa jalan

Saya tahu yang dimaksud adalah mengakses GUI UNIX melalui jalur XDMCP. Kalau memakai OS Windows, kita bisa pakai software seperti XManager (http://www.netsarang.com), Hummingbird Exceed (http://www.hummingbird.com), XWin32, dll. Tapi di Linux ??…:(….Biasanya saya memang pakai jalur ssh (secure shell). Memang beberapa instalasi aplikasi seperti database Oracle, SAP R/3 membutuhkan GUI. Kecuali Anda mau berlama-lama di ruang server aka server farm, Anda bisa memanfaatkan jalur XDMCP. Kebetulan sekali saya kemaren install aplikasi kecil, Terminal Server Client (http://www.gnomepro.com/tsclient). Ternya bisa digunakan untuk mengakses XDMCP. Tampilan GUI-nya seperti ini :

Untuk setting server agar bisa diakses melalui jalur XDMCP, Anda bisa ikuti artikel saya sebelumnya.

Jalur XDMCP (agak) tidak disarankan dipakai kecuali pada jaringan komputer yang secure. Anda bisa memakai alternatif lain seperti tightVNC.

About Penulis

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com). Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.

Instalasi SAPGUI for Java di Linux


SAP menyediakan beberapa alternatif software client untuk mengakses server SAP R/3. Ada yang khusus untuk OS Windows (SAPGUI for Windows), SAPGUI for Java (almost all platform mulai dari Windows, Linux, Unix, Mac OS, dll), dan SAPGUI for HTML. Saya pribadi sudah mencoba semua tipe SAPGUI yang disediakan SAP. Fitur yang paling lengkap memang dimiliki oleh SAPGUI for Windows. Mulai dari fitur pengaturan tampilan, printing, pembuatan program smartforms, dll.

Tapi karena saya menggunakan OS Linux…akhirnya saya pakai SAPGUI for Java di notebook Linux saya. Just FYI, saya (Alhamdulillah) dapat jatah notebook dari kantor. Didalamnya sudah ada OS Windows XP SP2. Saya jadikan dual boot dengan Linux.

Sebelum melakukan instalasi pastikan pada sistem linux Anda telah terinstall JVM aka JRE minimum versi 1.4 (tergantung pada versi SAPGUI for Java yang akan diinstalasi).
Kebetulan saya pakai versi terbaru SAPGUI 6.40rev4. File instalasi ini berbentuk jar.

Step-step :
1. Copy ke file Platinxxx.jar (file SAPGUI for Java) ke direktori home Anda.
2. Ketik perintah instalasi menggunakan java
#java -jar Platinxxx.jar
3.Tentukan direktori instalasi SAPGUI. Secara default (jika pada saat instalasi menggunakan user root), akan menuju ke direktori /opt/SAPClients.
4. Lakukan instalasi sampai selesai.
5. Anda bisa melakukan edit environment linux. Namun, saya pribadi lebih suka membuat script kecil sebagai penentu variabel-variabel yang dibutuhkan oleh SAPGUI for Java.

Contoh script yang saya buat :
=====================================================================
#!/bin/bash

#CONNECTSTRING=’/H/saprouter/S/3299/H/gateway/S/3299/H/sapserver/S/3200′
CONNECTSTRING=’/H/IP_Server_SAP/S/32′

#export PLATIN_JAVA=”/usr/local/linux-blackdown-jdk1.3.1/jre/bin/java”
export PLATIN_JAVA=”/opt/java/jre/bin/java” –> letak perintah java

#export PLATIN_JAVA_VER=”1.3.1″
export PLATIN_JAVA_VER=”1.5.0_01″ –> versi java

#export PLATIN_HOME
export PLATIN_HOME=/opt/SAPClients/SAPGUI6.40rev4 –> letak SAPGUI

/opt/SAPClients/SAPGUI6.40rev4/bin/guistart $CONNECTSTRING

=====================================================================

6.Untuk mengetahui versi java yang Anda gunakan , silakan pakai perintah berikut :
#java -version

7. File script bisa Anda tempatkan dimana saja. Nah, agar lebih enakn lagi, Anda bisa menempatkan link file script kedalam start menu linux. Jadi user tinggal klik dari menu.

About Penulis

Ardhian – seorang linux geeks yang saat ini bekerja sebagai Basis (Administrator sistem SAP). Saat ini juga memegang sistem HPUX dan sebagai DBA Oracle. Pengelola toko linux online (http://linux-shop.siteburg.com). Penulis merupakan konsultan freelance untuk sistem Linux, migrasi windows ke Linux, network consultant dsb. Penulis bisa dihubungi di devratt@yahoo.com.