Life is about extreme choice

December 10, 2009

In the middle of crowded crossroad

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — ardhian @ 2:15 pm

Menjelang tutup tahun 2009 ini kok banyak banget yah, tawaran-tawaran termasuk tawaran projek dan pekerjaan. Well, beberapa hari lalu gw ditawarin kerjaan di salah satu IT company yang cukup terkenal di Indonesia. Well, gw saat ini belum bisa memenuhi permintaannya. Maaf, pak.

Sekitar seminggu lalu juga ada tawaran untuk projek migrasi linux. Perusahaannya sih di deket-deket sini. Masih satu kota, surabaya. Gw masih belum memberikan balasan. Udah di-email sama manajer teknik nya.

Barusan juga ada tawaran pekerjaan dari salah satu drilling company di Indonesia untuk memberikan penawaran projek migrasi Linux di company itu. Company nya di Jakarta dan menggunakan SAP sebagai core ERP. SAP yang digunakan masih versi lama, 46C. jadul euyyy….

Jadi bingung neeh ? banyak tawaran….

Sekali lagi gw jadi semakin confused karena hal ini memperkuat keinginan gw untuk memutuskan full time freelancer ato cari job yang memberikan kebebasan lebih banyak bagi gw. Ada yang mau nawarin gak ya ??? he..he..

December 8, 2009

Beda user DDIC dan SAP*

Filed under: Ngoprek, SAP — Tags: , , , , , — ardhian @ 9:04 am

Secara default setelah instalasi, SAP akan membuat user pada client-client default nya. Client default SAP adalah client 000 (client master), client 001, dan client 066 (sebagai client Go Live Check).

User yang selalu ada adalah user DDIC dan user SAP*. User DDIC biasanya berhubungan dengan Data Dictionary SAP. Karena itu biasanya user DDIC biasanya digunakan pada saat melakukan apply support package (SPAM), apply SAP Notes, apply add-ons, konfigurasi TMS (Transport Management System) dan lain-lain. User DDIC tidak bisa digunakan untuk melakukan perubahan program. User DDIC memiliki profile SAP_ALL dan SAP_NEW karena itu sangat berbahaya dan tidak disarankan untuk digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

User lain yang ter-create pada saat instalasi adalah SAP*. User SAP* lebih unik lagi karena user SAP* ini sudah ter-hard code kedalam kernel SAP sehingga tidak bisa dihapus. Apabila secara tidak sengaja terhapus, maka sistem SAP akan secara otomatis meng-create ulang dengan password standar PASS. User SAP* juga berbahaya karena memiliki profile SAP_ALL.

Biasanya 2 user ini (DDIC dan SAP*) disarankan untuk di-lock dan hanya digunakan pada saat-saat tertentu saja.

December 7, 2009

SAPGUI 710 dan Microsoft Office 2007

Filed under: Article, Java, Ngoprek, SAP — Tags: , , , — ardhian @ 1:51 pm

Gw lagi pusing about this think since couple month ago. Ya, di sistem ERP SAP kami ada report untuk melihat omzet yang bisa didownload ke Excel. Nah, problem nya adalah Microsoft Office 2003 untuk Excel -ya tidak mampu menampung data lebih dari 65 ribu row. Padahal data yang ditampilkan lebih dari itu. Otomatis mau tidak mau harus memakai Microsoft Office 2007 yang bisa men-support nya.

Sudah dicoba untuk memakai kombinasi SAPGUI 640 dengan latest patches dengan Microsoft Office 2007. Ada ketidakkompatibel-an anta keduanya. Solusinya adalah memakai SAPGUI 710 for Windows dengan latest patches. Sudah dicoba pake patch no 12 tidak berhasil. Kayaknya mesti nyoba yang lebih baru. Hari ini gw liat SAP sudah me-release patch no 15. Kayaknya dicoba lagi.

November 25, 2009

SAPGUI for Java 720 Public Preview

Filed under: Ngoprek, SAP — Tags: , , — ardhian @ 9:58 am

SAP barusan ngeluarin SAPGUI for Java 720 Public Preview. Gw penasaran tuh pengen tahu seperti apa previewnya. Langsung dah ke TKP (ftp://ftp.sap.com/pub/sapgui/java/preview)…

Bagi yang pengen coba juga…monggo langsung ke TKP.

Menurut Press Release-nya :

Hello,

a public preview of SAP GUI for Java 7.20, the next major release of SAP GUI for Java, is now available.

License

As the name implies, this build is not officially supported and comes with a test and evaluation agreement which can be found in the manual at ./doc/license/TEA.htm. Pressing the “more info” button in the “unsupported warning” on launching this version of SAP GUI for Java will display this document as well.

Enhancement and new features

Support for new OS versions openSUSE 11.1, Fedora Core 11, Mac OS X 10.6 and Microsoft Windows 7

Support for 64-bit Java SE 6 on Linux and Mac OS X

SAP Logon now supports new view options including hierarchical structure, display of system descriptions, adding user-defined memos and applying filters.

SAP Signature Design can be activated in the Preferences dialog. Currently it is off by default, because the implementation is not fully completed yet.

Application Menus as known before from the Mac OS X version of SAP GUI for Java are available now on all platforms. Inside session windows, they are displayed with icons appended to the ABAP application menu.

Grid Control supports fixed rows and columns, multi object clipboard operations, cell spanning and Drag&Drop.

Calendar Control has been completely rewritten. Horizontal navigation and vertical text rendering are available, the selection model has been much improved compared to the previous implementation.

Graphic Controls JNet and JGantt are now included. For example UML diagrams in ABAP Workbench can now be displayed.

Download

The preview can be downloaded at ftp://ftp.sap.com/pub/sapgui/java/preview.

Feedback

General feedback can be given using the SAP GUI forum on SDN.
In case you find bugs which can’t be reproduced with SAP GUIf for Java 7.10, please create an official bug report on component BC-FES-JAV with priority “low” or “medium” and use the prefix “720preview:” in the title. In case it can be reproduced with SAP GUI for Java 7.10 as well, please report it against this version.

Looking forward to your feedback
Rolf-Martin Wörsinger
SAP GUI for Java project lead

Ayo…ayo dicoba…

November 18, 2009

Langkah-langkah migrasi ke Linux – Best Practice

Seringkali kita mendengar yang namanya migrasi operating system. Beberapa perusahaan baik besar, menengah, sampai kecil, baik pemerintah, NGO, maupun swasta yang melakukan migrasi dari Windows ke Linux. Perusahaan cenderung ingin mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk pembelian software selama ada padanan software Free atau Open Source yang lumayan mumpuni dan mampu menggantikan software propietary.

Salah satu yang dimaksud dengan migrasi adalah migrasi dari Windows ke Linux. Dari pengalaman kami di Kios Linux dalam menangani migrasi Windows ke Linux ada beberapa langkah yang bisa diambil garis besar maupun benang merahnya, yaitu :

  1. Mengenali dan melakukan analisis terhadap keadaan sistem saat ini. Apakah sistem operasi yang dipakai sudah licensed atau belum ? Bagaimana dengan aplikasi perkantorannya (office application) ? Bagaimana dengan program-program lain ? Berapa jumlah komputer yang akan dimigrasikan ?
  2. Dari langkah 1 akan dicoba untuk disimulasi dengan memakai software open source seperti Linux, Open Office, dan lain lain. Termasuk aplikasi yang mesti jalan di Windows, apakah bisa diemulasikan  atau mesti di-porting alias dipindahkan.
  3. Selanjutnya adalaha membuat perencanaan sesuai data langkah no 1 dan no 2. Langkah perencanaaan ini perlu untuk mendapatkan estimasi kapan migrasi dapat dilaksanakan dan tidak mengganggu proses kerja sehari-hari.
  4. Langkah yang tidak kalah penting adalah melakukan backup data sebelum melakukan migrasi. Backup data ini perlu dilakukan karena seringkali dijumpai file-file yang ada tidak dapat dibuka karena corrupt atau terjadi kegagalan pada saat migrasi.
  5. Langkah berikutnya adalah melakukan migrasi itu sendiri, mulai dari instalasi OS Linux, melakukan setting printer dan jaringan, melakukan konversi data apabila diperlukan dan setting-setting lain. Permasalahan-permasalahan biasanya perlu dicari solusinya akan muncul di sesi ini.
  6. Langkah berikutnya adalah restore data yang telah dibackup sebelumnya. Troubleshot mungkin akan diperlukan apabila terjadi masalah terutama konversi.
  7. Langkah selanjutnya adalah melakukan pelatihan untuk penggunaan sehari-hari dan melakukan pendampingan. Pelatihan bisa juga ditaruh di awal tahap migrasi untuk memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mengenali dan familier terhadap lingkungan kerja yang baru. Pendampingan juga sangat penting agar secara psikologis pengguna merasa nyaman dan tahap migrasi dan ada yang memberikan bantuan apabila ada kesulitan.
  8. Langkah selanjutnya adalah bisnis dapat berjalan lancar sesuai yang diharapkan.

Langkah-langkah migrasi tersebut adalah berdasarkan best practice dan pengalaman tim Kios Linux dalam membantu klien dalam migrasi Windows ke Linux. Sampai saat ini cukup banyak perusahaan yang telah kami bantu termasuk perusahaan di Sidoarjo, Margomulyo – Surabaya, Manyar – Gresik, dan Surabaya sendiri.

Apabila Anda memerlukan presentasi dari kami tentang migrasi Linux, kami siap dihubungi.

Contact Person :

Bpk. Ardhian
Kios Linux
Perum Sukolilo Park Regency J-20
Keputih, Sukolilo
Surabaya
Telp : 031-70695540
Email : devratt@yahoo.com

October 3, 2009

SAP jadi lambat ?!?!

Filed under: AIX, Oracle, SAP, UNIX — Tags: , , , , , , , , — ardhian @ 8:22 am

Hari selasa lalu seperti yang gue udah posting sebelumnya, company gue sedang melakukan POC Riverbed, sebuah appliance bandwidth optimizer. Riverbed sendiri berfungsi dengan sangat baik. Bahkan dengan diaktifkannya fitur optimized dan SDR, data reduction untuk archived log yang dikirim dalam konfigurasi Oracle Data Guard bahkan bisa mencapai 80%.

Fantatis sekali !!

Namun ternyata ada problem yang terjadi di server SAP Production yang berfungsi sebagai Primary Database (dalam konfigurasi ODG gue). Kadang SAP menjadi sangat lambat, kemudian balik ke kecepatan normal lagi, kemudian kembali lagi.

Sampe hari kemaren masih kejadian seperti itu. Dari diagnosa gue dan team, ada 3 hal yang terjadi dan dicurigai sebagai symptoms nya, yaitu :

  1. Pemasangan Riverbed, as you know gue lagi PoC Riverbed
  2. Adanya rebuild index table LTAP. Yang aneh rebuild index ini dianggap harmful index oleh database check SAP
  3. Adanya job report untuk menghitung report aset yang memakan waktu lama dan masih berjalan

Tindakan yang gue ambil pertama adalah menghapus index yang harmful. Namun ternyata hal ini tidak membantu. Langkah kedua adalah mencopot lagi konfigurasi PoC Riverbed. Setelah dicopot, ternyata performa server gue kembali normal. Hal ini memang aneh karena secara konfigurasi seharusnya tidak ada pengaruh nya. Karena Riverbed menerima data yang ditulis oleh proses ARC0 dan ARC1.

Baru sore kemaren mendapatkan pencerahan. Gue baru inget bahwa ada Redo Log group (SAP secara standar dan default menggunakan 4 set group Redo Log yang bisa ditulisi oleh proses LGWR). Gue curiga pada saat yang bersamaan 4 group file ini aktif semua karena masih nulis ke sisi standby database sehingga proses di SAP menjadi terhambat. Cuma gue belum bisa membuktikan hipotesa gue. Saat ini alat Riverbed nya masih ditarik oleh vendor nya.

Minggu depan gue bakal bisa mencoba lagi dan membuktikan hipotesa gue.

Morale Story : Pencerahan pasti akan datang, cuma seringnya waktunya kok ya pas injury time ?!?! Ah, yang penting sih ada pencerahan. Betul, gak ?

September 14, 2009

Gak enaknya jadi admin

Filed under: AIX, SAP, UNIX, Unek-unek — Tags: — ardhian @ 10:34 am

Ada kejadian menarik hari ini. Kejadian fatal yang menyebabkan semua orang ngamuk. Gue sebagai admin SAP tentu saja sudah memberikan schedule yang jelas dan memberikan warning ke semua departemen terkait dengan backup offline. Karena proses backup offline gue masih agak bermasalah, jadilah bencana.

Dengan kejadian itu maka orang-orang yang terkait dengan proses job-job background mengalami keterlambatan. Biasalah akhirnya semua cari selamat sendiri dan menimpakan masalah kepada gue dan tim gue.

Pelajaran yang gue petik adalah semua orang cari selamat sendiri-sendiri. Kalau ada masalah semua ditimpakan ke orang lain. Mostly ke tim gue. Yang gue sebel lagi adalah kalau kerjaan dia ok atau berjalan baik, gak pernah ada tuh acknowledge ke tim gue.

Morale Story : Emang semua cari selamat sendiri. Kerjaan admin, salary gak nambah, kalo ada problem, disalahin paling dulu.

September 2, 2009

Tivoli again !!

Filed under: AIX, Ngoprek, Tivoli, UNIX, Unek-unek — Tags: , — ardhian @ 10:56 am

Hari ini kantor gue kedatangan lagi. Vendor Tivoli datang lagi karena mereka musti setting ulang script-script backup karena kesalahan pemasangan tape library. Vendor satu lagi harusnya datang juga untuk memindahkan tape backup yang lama ke mesin baru. Tapi gue tunggu-tunggu sampe sekarang blom nongol juga.

Vendor TSM (NPP) lagi setting ulang beberapa script. Selain itu mereka musti ngeberesin aplikasi backup whole FS backup yang memakai DSMJ di beberapa mesin. Kemaren sempet dicoba, DSMJ nya ada yang mau jalan tapi tidak lewat LAN Free (lewat jalur Fiber Channel), ada juga yang tidak mau backup sama sekali.

Well, cukup banyak juga pekerjaan hari ini.

September 1, 2009

Banyak pekerjaan menumpuk

Filed under: Ngoprek, Unek-unek — Tags: , , , , — ardhian @ 10:10 am

Pekerjaan di kantor masih menumpuk, tapi kok sempet-sempetnya nge-blog ? he..he..he..

Well, emang kerjaan di kantor masih cukup banyak. Mulai dari reorganization table di SAP, pasang Power Supply di server IBM p520, ngebenerin problem backup SAP untuk server production, problem backup offline DSMJ Tivoli, penukaran tape backup yang salah, menyiapkan server PRD2 untuk trial archiving….

Tuh banyak kan ? he..he..he..

Gue juga lagi nunggu payment dari blogvertise. Harusnya udah dibayar per tanggal 29 Agustus 2009. Sampe sekarang kok belum dibayar yah ?!?! Apa blogvertise lagi bokek ?

August 22, 2009

Backup Server SAP yang masih bermasalah

Filed under: AIX, Oracle, SAP, UNIX — Tags: , , , , , , — ardhian @ 8:21 am

Setelah pergantian server SAP, proses backup mengalami masalah. Server yang baru memakai prosesor Power6 dan menggunakan OS IBM AIX 5.3 TL9. Sedangkan software Tivoli yang digunakan adalah versi 5.5. Sampai saat ini proses backup online untuk database SAP masih mengalami masalah. Proses backup bisa berjalan tapi seperti berhenti dan prosesnya menggantung. Proses masih menunggu. Akhirnya terpaksa di-abort agar proses backup yang lain bisa berjalan.

Anehnya sistem lainnya dengan memakai sistem yang hampir sama bisa melakukan proses backup dengan lancar. Memang ada yang beda sih, yaitu SAP ERP 6.0 yang lebih baru dari sistem SAP yang diatas.

Support TSM (Niaga Prima Paramita) pun ikut kebingungan. Sampai sekarang belum ada solusinya.

Older Posts »

Blog at WordPress.com.