Bagi yang pengen belajar about setting dual boot Windows dan Linux, silakan klik link ini (http://inaroka.co.cc/?p=74).
Ebook mudah diikuti karena berbahasa Indonesia, step by step, dan dilengkapi screenshot yang eye catching.
Bagi yang pengen belajar about setting dual boot Windows dan Linux, silakan klik link ini (http://inaroka.co.cc/?p=74).
Ebook mudah diikuti karena berbahasa Indonesia, step by step, dan dilengkapi screenshot yang eye catching.
Microsoft secara mengejutkan memberikan patch untuk kernel Linux (http://www.microsoft.com/presspass/features/2009/Jul09/07-20LinuxQA.mspx). Banyak pihak terutama yang fanatik terhadap gerakan open source menyatakan menolak patch-patch yang diberikan oleh Microsoft. Lalu bagaimana tanggapan Linus Torvalds (sebagai komandan utama yang bisa menyatakan menerima atau menolak sebuah patch ke kernel Linux) ? Seperti yang kita tahu, meskipun semua pihak bisa men-submit patch ke kernel Linux, namun keputusan terakhir tetap di tangan Linus Torvalds.
Berikut jawaban asli dari Linus Torvalds seperti dikutip Linux Magazine :
“I haven’t. Mainly because I’m not personally all that interested in driver code (it doesn’t affect anything else), especially when I wouldn’t use it myself.
So for things like that, I just trust the maintainers. I tend to look at code when bugs happen, or when it crosses multiple subsystems, or when it’s one of the core subsystems that I’m actively involved in (ie things like VM, core device resource handling, basic kernel code etc).
I’ll likely look at it when the code is actually submitted to me by the maintainers (Greg [Kroah-Hartman], in this case), just out of morbid curiosity.”
Secara umum sebenarnya Linus tidak serta merta menolak atau menerima. Hal ini mungkin perlu kita cermati pada release kernel Linux ke depan. Apakah akan diterima atau tidak ? Keputusan tetap di tangan Linus Torvalds.
Akhirnya setelah sekian lama menggunakan OpenSuSE 11.0, saya memutuskan untuk kembali ke Ubuntu. Ada beberapa pertimbangan saat saya memutuskan untuk kembali ke Ubuntu antara lain :
Well, It’s Jaunty time…Good bye OpenSuSE 11.0. Thank you for your cooperation and dedication.
Bagi yang berminat silakan menuju ke sini (http://inaroka.co.cc/?p=55).
Di kantor masih banyak server-server berbasis Windows (gue gak bisa apa2 soal ini karena kebijakan kantor terdahulu dan developer disini Microsoft minded dengan .NET Framework buzzword). Walaupun gue pribadi pemakai Linux. Gue memakai OpenSuSE 11.0 di notebook kantor dan gak ada Windowsnya sama sekali…full linux.
Parahnya lagi, dalam 2 bulan terakhir ini jaringan internal kantor diserang oleh virus dan worm yang menjengkelkan. Antivirus yang dipakai kantor (Kaspersky) tidak mampu menahan serangan ini. Vendor dan supportnya juga kelabakan. Walaupun gue tenang-tenang karena notebook tidak terjangkiti namun ikutan repot gara-gara worm ini.
Gue dalam berbagai kesempatan selalu berusaha propose ke bos untuk switch aplikasi berbasis Java dengan harapan agar aplikasi bisa berjalan multiplatform. Artinya gue juga bisa propose untuk migrasi mengggunakan Linux. Gue menaruh harapan besar untuk hal ini.
Kemaren coba-coba nyari software untuk download manager di repositorynya openSuSE, eh, nemu aplikasi yang menarik. Free Rapid Downloader, software untuk download file dari rapidshare.
Trus coba ambil dan install dari repositorynya. Trus langsung coba download dari link-link rapidshare. Karena saya tidak punya account premium maka saya pake yang free aja. Lumayan sih Kita tinggal paste URL-URL rapidshare trus dijalanin. Kalaupun ada timernya, kita gak harus nungguin dan tekan Download.
Ternyata gak cuma rapidshare yang disupport. Beberapa server file sharing juga disupport. Cukup banyak juga sih.
Silakan mencoba !!
Ha…ha….ha…
Judulnya bombastis banget yah…Postingan ini memang gue rangkum berdasarkan pengalaman gue dalam menggunakan Linux untuk desktop client SAP. Jadi mungkin lengkapnya berjudul “Rangkuman The Best Linux distro for SAPGUI”.
Distro-distro berikut adalah daftar distro terbaru yang gue recommend untuk digunakan sebagai desktop client SAP dimana di dalamnya dapat diinstall SAPGUI for Java dengan mudah dan terbukti tahan banting di lapangan. Daftar ini masih bisa berubah karena daftar ini dibuat per hari ini, 18 Januari 2009 :
Kayaknya itu daftar rekomendasi gue untuk distro-distro Linux yang SAPGUI-ready. Semoga membantu.
Tidak beberapa lama setelah dirilisnya Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex, Linux Mint (http://www.linuxmint.com) merelease versi terbarunya yaitu Linux Mint 6.0 dengan nama kode Felicia. Berikut adalah fitur-fitur baru yang terdapat dalam Linux Mint 6.0 :
Beberapa hari ini banyak bergelut dengan masalah server, mulai dari server domain, server SAP, storage, server email, PLC controller….fiuhhh, banyak euyyy. Well, now all of them are completely done. Not all, actually…but right now i can take a break for while.
Bisnis dengan SAP kayaknya menguntungkan. Begitulah yang saat ini ada di pikiranku. Dalam minggu ini sudah ada deal dengan orang Phillipines tentang solusi pencetakan dokumen SAP menggunakan Linux client. Udah deal seharga xxx US dolar. Uang akan ditransfer 50% sebelum saya kirim dokumentasi dan 50% setelah implementasi. Ada satu lagi klien dari India yang menginginkan solusi yang sama. Saat ini masih dalam tahap negosiasi.
Bisnis kedua adalah SAP Basis Trainer. Kalo yang ini sudah deal about salary. Dan saya tinggal nunggu jadwal ngajar aja. Kalo waktunya OK dan harga cocok, tinggal berangkat. Salary lumayan. Semoga dapat jadwal yang enak sehingga tidak mengganggu pekerjaan saat ini.
Bisnis berikutnya kayaknya konsultasi server SAP. Klien yang dibidik kayaknya daerah Surabaya dan sekitarnya. Luar kota sih ok juga, apalagi kalo bisa diremote. Semoga bisnis ini lancar.
Kalo semua bisa berjalan dengan baik, ada 1 tahapan yang akan gue tempuh, yaitu xxxx. Ntar dulu aja kasih tahunya kalo udah berjalan yah…
Kemaren CD Ubuntu yang saya pesan lewat https://shipit.ubuntu.com sudah sampai. Berikut screenshootnya :

cover paketannya. udah ada CD Ubuntu Servernya juga (baru dalam paket Hardy Heron ini).

CD-CD yang berada didalam paketnya. CD yang disertakan lebih beragam.
Dalam paketnya berisi :
Sekarang tinggal nyobain deh. Ber-Ubuntu ria !!